Belajar Naik Motor: Sebaiknya Mulai dari Tipe Manual atau Matik?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Belajar Naik Motor: Sebaiknya Mulai dari Tipe Manual atau Matik?
Ilustrasi sepeda motor matik [Mobimoto.com].

Berikut adalah wacana belajar menunggang motor. Tipe manakah yang sebaiknya dipilih. Manual ataukah matik?

Suara.com - Beberapa tahun belakangan jenis sepeda motor yang ditawarkan pabrikan otomotif roda dua semakin beragam pilihannya. Dari sekian banyak, jenis motor yang paling diminati saat ini adalah skutik atau skuter matik alias sepeda motor bertranskarena kemudahan pemakaian yang tidak perlu mengoper gigi.

Namun untuk belajar naik motor, disarankan sebaiknya memakai motor transmisi manual. Baik itu motor bebek atau motor yang mempunyai tuas kopling di tangan kiri.

Ilustrasi Honda CBR400R. (rideapart.com)
Ilustrasi sepeda motor manual, Honda CBR400R [rideapart.com].

Mengapa lebih baik belajar menggunakan motor manual, atau yang memiliki gigi untuk dioper? Melansir laman Suzuki Indonesia, ini alasan tipe motor ini lebih baik untuk melancarkan kegiatan menunggang kendaraan roda dua. Yaitu:

  • Saat pengendara sudah bisa naik motor manual, secara otomatis ia juga akan bisa menggunakan motor matik. Sedangkan mereka yang baru bisa naik motor matik, belum tentu bisa atau sanggup membawa motor manual dengan aman.
  • Saat belajar menggunakan motor manual, yang pertama dilakukan dan harus dikuasai adalah menguasai gas dan kopling. Jika tipe matik hanya gas dan rem, maka tidak mendapatkan pengetahuan cara mengkoordinasi kopling dan gas.
  • Dari paparan di atas, pemakai motor matik tidak memiliki feeling kontrol gas dan persneling sebagus mereka yang belajar dengan motor manual.
  • Selain itu, keuntungan belajar menggunakan motor manual adalah koordinasi antara gas dan kopling akan benar-benar terkontrol. Saat ada gap antara gas dan kopling, mesin berisiko mati tiba-tiba.
  • Saat belajar memakai motor manual, pengendaranya dituntut mampu membuka dan menutup gas ketika harus ganti gigi. Secara refleks, hal ini bisa membuat pengendara menjadi terbiasa untuk menutup gas ketika pengereman. Secara tidak sadar, pengendara bisa belajar kontrol buka-tutup gas. Sehingga saat mereka mengendarai motor matik, sudah mengerti kontrol gasnya seberapa yang aman.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS