Begini Efek Pakai Oli Mesin Diesel untuk Mesin Bensin

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Begini Efek Pakai Oli Mesin Diesel untuk Mesin Bensin
Pelumas adalah "darah" bagi dapur pacu atau mesin. Sebagai ilustrasi [Shutterstock]

Salah pilih oli atau menggunakannya tidak sesuai peruntukan bisa bikin mesin jebol. Simak struktur kimia dan prosesnya.

Suara.com - Oli atau pelumas memiliki peran penting bagi kendaraan bermotor agar lebih smooth dalam teknis operasionalnya. Tanpa produk pendukung ini, resistensi dan durabilitas mesinnya bisa berkurang. Bahkan bisa terjadi kerusakan karena komponen lebih mudah aus. Namun perlu diperhatikan pula peruntukan si pelumas. Semisal pakai oli diesel untuk mesin bensin.

Nah, antara mitos dan ilmu soal pelumas alias si oli ini terkadang membuat pemilik kendaraan kendor kejelian dalam memilih produk yang tepat. Yaitu mengacu pada kategori: khusus mesin bensin, khusus mesin diesel, dan oli tipe universal yang bisa mengakomodasi mesin bensin maupun diesel.

Lalu bagaimana bila oli mesin yang digunakan tertukar, seperti oli mesin khusus mesin diesel digunakan untuk mesin bensin?

Dari halaman resmi Deltalube, salah peruntukan oli mesin akan berbahaya.

Mobil Lubricants meluncurkan seri pelumas baru untuk mobil. Yaitu Mobil Super All-in-One Protection 0W-20 [Dok PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI)]
Mobil Lubricants meluncurkan seri pelumas baru untuk mobil. Yaitu Mobil Super All-in-One Protection 0W-20. Sebagai ilustrasi pelumas mesin bensin [Dok PT ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI)]

Penjabarannya, dari pelumasan oli tidak sesuai peruntukan tadi akan menghasilkan kerak lebih tinggi, dan tertinggal di mesin. Akibatnya mesin mobil tidak bisa bekerja dengan maksimal dan cepat rusak.

Detailnya adalah sebagai berikut:

  • Kerak mampu menahan proses pelepasan panas piston mesin. Kerak juga menghalangi pelumas melakukan proses pendinginan pada piston. Akibat terburuknya, piston memuai, sehingga bisa menyebabkan mesin berhenti bekerja.
  • Mobil dengan mesin bensin memiliki karakter mesin mobil dengan putaran tinggi. Jika memakai pelumas diesel yang karakternya untuk putaran rendah, start-up terasa berat dan tidak bertenaga, apalagi jika digunakan di mobil non-matik akan berpotensi selip kopling. Kondisi ini berhubungan dengan viskositas oli mesin diesel yang cenderung kental.
  • Efeknya hambatan mesin lebih berat sehingga konsumsi bensin boros dan emisi gas buang juga tinggi.
  • Selain itu, menggunakan oli diesel pada kendaraan yang dirancang untuk oli mesin bensin dikhawatirkan akan timbul gel dan menimbulkan keausan dalam jangka panjang karena Kandungan TBN di diesel 10-12, dengan ikatan kimia umumnya Ca (calsium) atau Mg (magnesium). Kandungan kalsium untuk pelumas diesel 3.500–4.000 ppm, sedangkan pelumas mobil 1.500–2.000 ppm.
  • Apabila oli diesel digunakan di mobil terus-menerus (lebih dari 1.000 kKm), maka kelebihan logam Ca/Mg akan mengendap akibat oksidasi menjadi CaSO4/MgSO4. Endapan ini akan bersirkulasi dengan oli mesin dan akan menempel di filter oli atau masuk ke celah-celah komponen, dan lambat laun akan membentuk gel. Jika dibiarkan maka akan terbentuk boundary lubricant dan mengakibatkan keausan.

Sedangkan penggunaan oli mesin bensin untuk mesin diesel juga menghadirkan kendala. Kandungan sulfur pada bahan bakar solar lebih tinggi, sehingga efeknya bisa terjadi diterjensi.

Agar bisa mencegah kesalahan pemakaian oli, jalan tengahnya bisa menggunakan oli mesin universal yang berfungsi di kedua mesin.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS