Penjualan Mobil Listrik Mulai Menyaingi Mobil Diesel

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Penjualan Mobil Listrik Mulai Menyaingi Mobil Diesel
Mobil listrik Renault Zoe dipamerkan di Paris Motor Show pada akhir September kemarin (AFP/Eric Piermont).

Kesadaran akan lingkungan terus tumbuh, konsumen sadar bahwa kelak pembatasan mobil bermesin diesel makan ketat.

Suara.com - Perusahaan riset otomotif, JATO, untuk pertama kalinya mengumumkan jumlah kendaraan listrik yang terpesan di Eropa selama September lebih besar dari jumlah mobil diesel.

"Sepuluh tahun yang lalu, mesin diesel menyumbang 50 persen pendaftaran, sementara EV memiliki pangsa pasar di bawah satu persen," tulis JATO, dikutip dari Autoevolution.

Sepanjang September, perusahaan mencatat ada 24,8 persen kendaraan diesel yang terdaftar dan hampir setengahnya (12 persen) untuk kendaraan listrik murni di seluruh Eropa.

Namun jika ditambah PHEV (Plug-In Hybrid Electric Vehicle) dan HEV (Hybrid Electric Vehicles) total pangsa pasar untuk kendaraan berlistrik sebesar 25 persen. Menurut angka yang diberikan JATO, Volkswagen Group adalah pemimpin di segmen BEV (Battery Electric Vehicle), diikuti oleh Tesla.

Baca Juga: Eropa Perkuat Infrastruktur untuk Optimalkan Penjualan Mobil Listrik

Dibekali mesin diesel Cummins 6BTberkapasitas 5.900cc.[autoevolution.com]
Contoh mesin diesel, Cummins 6BT kapasitas 5.900cc.[autoevolution.com]

Merek Volkswagen mencatatkan pertumbuhan 352 persen, sebagian besar berkat rilis model ID.3. Model BEV paling populer adalah Tesla Model 3 dengan 15.702 unit terjual di seluruh benua.

Pencapaian ini diikuti oleh model sub-kompak Renault Zoe dengan 11.023 unit. Meskipun awal yang menggembirakan, ID.3 gagal mencapai angka lima digit dengan hanya mengirimkan 7.897 unit.

Dari segi segmen, SUV (Sport Utility) masih memimpin dengan margin yang besar dan menguasai 41,3 persen pangsa pasar, diikuti oleh mobil sub-kompak (19 persen) dan mobil kompak (17,7 persen). Sedangkan segmen lain hanya menyumbangkan satu digit.

Ada beberapa alasan mengapa mobil diesel mulai tidak disukai pelanggan Eropa. Salah satunya adalah aturan yang melarang mobil bermesin diesel melintas di kota-kota besar di masa mendatang.

Di sisi lain, semakin banyak orang yang mulai mempertimbangkan dampak lingkungan dari kebiasaan mengemudi mereka. Sekarang publik tahu bahwa polusi lebih dari sekadar karbon dioksida, keberadaan mobil diesel akhirnya sedikit demi sedikit mulai tersingkir.

Baca Juga: Siap Luncurkan Produk Mobil Listrik, Ford Meraup Laba Besar Kuartal Ini

Lebih lanjut, dengan berkembangnya teknologi hybrid, sebagian besar keunggulan yang dimiliki mesin diesel dapat diperoleh dengan menggunakan campuran listrik dan bensin.

Komentar