Pajak 0 Persen Kendaraan Listrik Dinilai Belum Membantu, Ini Alasannya

Sabtu, 28 November 2020 | 03:05 WIB
Pajak 0 Persen Kendaraan Listrik Dinilai Belum Membantu, Ini Alasannya
Mobil listrik Lexus UX 300e yang mengandalkan baterai Lithium Ion berkapasitas 54,3 kWh. [Dok Lexus Indonesia]

Suara.com - Pemerintah terus mendorong masyarakat untuk beralih ke mobil listrik yang lebih ramah lingkungan.

Untuk itu pemerintah memberikan berbagai macam insentif, salah satunya melalui pajak 0 persen.

Namun demikian, Peneliti Senior Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia, Riyanto menilai, pajak 0 persen saja tidak cukup.

Karena pada dasarnya harga mobil listrik masih akan tinggi jika tidak didukung dengan penurunan suku bunga.

"Memang salah satu strategi yang diusulkan oleh Kementerian Maritim dan Investasi untuk mendorong pasar ini (kendaraan listrik). Dari OJK dan BI memang 0 persen, tapi sebenarnya yang ditunggu adalah suku bunga. Karena jika suku bunganya masih tinggi dan tenor juga sama itu sama saja angsurannya juga berat," ujar Riyanto, saat bincang virtual bersama Forwot, baru-baru ini.

Dengan demikian, sambung Riyanto, konsumen akan menanggung beban besar karena angsurannya sangat berat. Jadi sebaiknya suku bunga harus dibedakan sebagai insentif .

"Untuk itu yang membeli kendaraan listrik harus diberikan suku bunga yang lebih rendah," katanya.

Lanjut Riyanto, bila biasanya suku bunga 12 sampai 134 persen, mungkin bisa dikasih hanya 5 persen. Bisa saja untuk merangsang insentif, pemerintah memberikan suku bunga 0 persen.

Selisihnya nanti dengan suku bunga 0 persen tenornya juga bisa lebih panjang. Tapi mungkin masalahnya mobil listrik ini sangat tergantung dari umur baterai kalau kldia lewat tenornypa dari umur baterai akan sulit.

Baca Juga: Harga Mobil Listrik Masih Terlalu Mahal, Hambat Perkembangan di Indonesia

"Tenor baterai bisa 8 sampai 10 tahun tergantung ada garansinya, jadi itu insentifnya," tutup Riyanto.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Ekstrovert, Introvert, Ambivert, atau Otrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI