Bahlil Buka Wacana Seluruh Mobil Listrik Pakai Baterai Nikel

Mohammad Fadil Djailani, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 04 Agustus 2026 | 17:04 WIB
Bahlil Buka Wacana Seluruh Mobil Listrik Pakai Baterai Nikel
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia di Kementerian ESDM, Jakarta pada Senin (4/8/2026). [Suara.com/Yaumal]
baca 10 detik
  • Pemerintah siapkan aturan mobil listrik wajib baterai NMC.
  • Bahlil nilai NMC lebih unggul, LFP hanya cocok jarak pendek.
  • Kebijakan dinilai berpotensi membatasi pilihan teknologi EV.

Suara.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi sinyal pemerintah akan mengatur penggunaan baterai kendaraan listrik berbasis Nickel Manganese Cobalt (NMC) sebagai standar di Indonesia. Langkah tersebut berpotensi mempersempit pilihan teknologi baterai bagi konsumen sekaligus memicu kekhawatiran terhadap persaingan di industri kendaraan listrik.

Bahlil menegaskan baterai NMC masih menjadi pilihan utama karena dinilai lebih unggul dibandingkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP), terutama untuk kendaraan dengan jarak tempuh yang lebih jauh.

"Begini, kalau yang jarak-jarak pendek itu LFP biasanya. Tapi kalau yang jarak panjang itu nikel masih lebih paten," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan tersebut diperkuat dengan sinyal kebijakan pemerintah yang akan mengarahkan penggunaan baterai kendaraan listrik berbasis NMC. Meski belum menjelaskan bentuk regulasinya, Bahlil memastikan aturan tersebut akan disiapkan.

"Ke depan akan ke sana (diatur menggunakan NMC)," ujarnya.

Rencana tersebut berpotensi memicu perdebatan karena saat ini banyak produsen kendaraan listrik global mulai mengadopsi baterai LFP yang dikenal lebih murah dan dinilai cukup aman untuk berbagai jenis kendaraan. Jika pemerintah mengarahkan penggunaan NMC, ruang bagi teknologi alternatif dikhawatirkan menjadi lebih terbatas.

Bahlil juga meminta masyarakat tidak membandingkan harga baterai NMC dengan LFP. Menurutnya, harga yang lebih murah tidak selalu mencerminkan kualitas yang lebih baik.

"Jadi jangan ada yang mengatakan bahwa 'oh ini LFP lebih murah'. Lebih murah ya namanya barang pendek ya murahlah. Kalau barang bagus mana ada yang murah?," katanya.

Menurut Bahlil, ekosistem kendaraan listrik nasional saat ini memang lebih bertumpu pada baterai berbasis nikel karena Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah. Sebaliknya, bahan baku utama baterai LFP tidak tersedia di dalam negeri sehingga pemerintah dinilai lebih berkepentingan mendorong pemanfaatan sumber daya mineral domestik.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!

5 Daftar HP Baterai 8000mAh+ Terbaik 2026: Tipis, Gahar, dan Tahan Berhari-hari!

Tekno | Selasa, 04 Agustus 2026 | 15:32 WIB

Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian

Jangan Asal Cas! Ketahui 9 Tips Jitu Bikin Baterai Android Awet Seharian

Your Say | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:58 WIB

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Mobil Listrik BYD Atto 1 vs Wuling Aira EV: Adu Harga, Fitur, dan Skema Kredit

Otomotif | Selasa, 04 Agustus 2026 | 10:45 WIB

Terkini

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

Eskalasi Konflik Houthi Berisiko Hambat Pasokan Energi Global, Indonesia Bisa Ikut Terancam

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:16 WIB

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Penjualan Mobil Daihatsu Tembus 97 Ribu Unit Periode Januari - Agustus

Otomotif | Jum'at, 18 September 2026 | 12:14 WIB

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

6 Shio Paling Kreatif yang Cocok Kerja di Industri Media dan Konten

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:12 WIB

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

7 HP Murah Layar Curved, Mulai Rp2 Jutaan di September 2026

Tekno | Jum'at, 18 September 2026 | 12:08 WIB

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

Terseret Kasus Rita Widyasari, Bebizie Kembalikan Duit Nyaris Rp1 Miliar ke KPK

News | Jum'at, 18 September 2026 | 12:05 WIB

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Apa Bedanya Vasektomi dan Tubektomi? Ini Perbedaan yang Perlu Diketahui

Lifestyle | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Punya Hutan Jutaan Hektare, Perhutani Mulai Hitung Potensi Cuan dari Karbon

Bisnis | Jum'at, 18 September 2026 | 12:02 WIB

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Review Arab Maklum 3: Drama Keluarga yang Mengocok Perut

Your Say | Jum'at, 18 September 2026 | 12:00 WIB

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

KPK Geledah Kantor Kantor Summarecon, Cari Bukti Kasus ATR/BPN

News | Jum'at, 18 September 2026 | 11:59 WIB

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Unhas Kenalkan Pengering Pala Bertenaga Surya di Fakfak

Sulsel | Jum'at, 18 September 2026 | 11:56 WIB

×