facebook

Sinyal Baik, Pemerintah Indonesia Terima Proposal Investasi Tesla

Dythia Novianty | Manuel Jeghesta Nainggolan
Sinyal Baik, Pemerintah Indonesia Terima Proposal Investasi Tesla
Logo Tesla. [Shutterstock]

Pemerintah Indonesia dikabarkan telah menerima proposal investasi.

Suara.com - Pemerintah Indonesia dikabarkan telah menerima proposal investasi dari pembuat kendaraan listrik (EV) asal Amerika Serikat (AS) Tesla.

Hal tersebut dikemukakan Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kementerian Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Septian Hario Seto, Kamis (4/2/2021).

"Saya menerima proposal mereka kemarin pagi… minggu depan kami akan menemui mereka (secara virtual) untuk mendapatkan penjelasan resmi," kata Septian, dikutip dari Bussinesstimes, Jumat (5/2/2021).

Septian mengatakan, dia tidak dapat memberikan rincian lebih lanjut terkait proposal karena ada perjanjian. Tetapi fokus diskusi dengan Tesla adalah tentang solusi baterai dan penyimpanan energi.

Baca Juga: Asia Tenggara Pasar Potensial Kendaraan Listrik

Pemilik SpaceX owner dan CEO Tesla, Elon Musk berpose saat tiba di red carpet acara seremoni Axel Springer Awards di Berlin, Jerman (1/12/2020) [AFP/POOL/Britta Pedersen].
Pemilik SpaceX owner dan CEO Tesla, Elon Musk berpose saat tiba di red carpet acara seremoni Axel Springer Awards di Berlin, Jerman (1/12/2020) [AFP/POOL/Britta Pedersen].

"Kalau hanya mau beli bahan baku, kami tidak tertarik. Ini (proposal) lebih dari sekedar mengambil bahan mentah," tegasnya.

Sebagai negara eksportir utama nikel, Indonesia telah menghentikan pengiriman nikel tahun lalu.

Keputusan ini diambil dalam upaya mengembangkan pasokan rantai nikel penuh, mulai dari ekstraksi, kemudian pengolahan menjadi logam, dan bahan kimia yang digunakan sebagai bahan utama baterai kendaraan listrik.

Sebagai informasi Indonesia adalah produsen nikel terbesar di dunia. Sementara itu, Tesla telah mengutarakan minatnya untuk berinvestasi di Indonesia.

Baca Juga: Nissan Janji Akan Permudah Akses Kendaraan Listrik di Asia Tenggara

Komentar