alexametrics

Generasi Z dan Milenial Tanah Air Akan Cepat Akrab dengan Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani
Generasi Z dan Milenial Tanah Air Akan Cepat Akrab dengan Mobil Listrik
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) didampingi pembalap Sean Gelael (kiri) berada dalam mobil listrik ketika mengikuti konvoi melintas di Jalan M.H. Thamrin, Jakarta,. Sebagai ilustrasi sosialisasi mobil listrik, diabadikan jauh sebelum pandemi Covid-19 [Suara.com/Arya Manggala]

Di antara masyarakat Indonesia, generasi muda kaum milenial dan generasi Z paling akrab mobil listrik.

Suara.com - Pengamat otomotif sekaligus akademisi dari Institut Teknologi Bandung (ITB) Yannes Martinus Pasaribu memiliki pendapat bahwa generasi muda Indonesia bakal dekat dengan kendaraan terelektrifikasi termasuk mobil listrik.

Dikutip dari kantor berita Antara, generasi muda Indonesia, kaum milenial dan generasi Z siap menerima dan mengadopsi bersama teknologi baru yang nantinya disematkan di kendaraan-kendaraan masa depan termasuk mobil listrik atau Electric Vehicle (EV).

"Masyarakat Indonesia khususnya dari generasi potensial milenial dan generasi Z yang akan menjadi the real asset bonus demografi Indonesia 2030. Mereka adalah generasi penikmat teknologi baru yang mampu memberikan experience menyenangkan, tentunya sesuai dengan limitasi daya beli mereka," papar Yannes Martinus Pasaribu, kepada kantor berita Antara.

Mobil listrik masuk ke dalam gadget berjalan dan mobile. Sehingga, segala hal yang ada kaitannya dengan perkembangan teknologi pada perangkat yang digunakan generasi muda mesti bisa difasilitasi dengan kendaraan listriknya.

Baca Juga: Toyota Siapkan Debut Tiga Mobil Listrik Tahun Ini

Ridwan Kamil bersama mobil listrik Hyundai Kona (Instagram)
Ridwan Kamil bersama mobil listrik Hyundai Kona. Sebagai ilustrasi sosialisasi penggunaan mobil listrik  (Instagram)

"Kendaraan swakemudi, baik level-1 hingga level-5 jelas merupakan hal yang sangat menarik bagi segmentasi ini," tukas Yannes Martinus Pasaribu.

"Permasalahannya lebih kepada daya beli saja. Ini jadi pekerjaan rumah pemerintah dalam strategi kebijakan pajak, insentif, dan privilege yang pro masyarakat," tukasnya.

Adopsi teknologi baru di kendaraan listrik ini, lanjut Yannes Martinus Pasaribu nantinya juga dipengaruhi upaya pengenalan kebijakan pemerintah terhadap pasar potensial. Dan melibatkan pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi atau pakar dan media massa secara sistemik, masif, dan terstruktur.

Komentar