Kepastian Insentif Mobil Listrik Belum Temui Titik Terang, Keputusan di Tangan Kemenkeu

Manuel Jeghesta Nainggolan

Sabtu, 07 Februari 2026 | 13:25 WIB
Kepastian Insentif Mobil Listrik Belum Temui Titik Terang, Keputusan di Tangan Kemenkeu
Pameran Otomotif Diharapkan Mampu Mendongkrak Penjualan Mobil Baru. [Antara/Muhammad Iqbal]
baca 10 detik
  • Kemenperin sedang membahas insentif mobil listrik dengan Kemenkeu, tanpa keputusan final mengenai skema atau besaran.
  • Kemenperin mendorong penjualan mobil nasional mencapai target 850 ribu unit pada 2026 untuk perbaikan industri.
  • Insentif LCGC tetap 3 persen PPnBM sesuai program LCEV yang berlaku hingga tahun 2031 sesuai Perpres.

Suara.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan kebijakan insentif mobil listrik masih dalam tahap pembahasan bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Hingga kini, belum ada keputusan final terkait skema maupun besaran insentif yang akan diberikan.

Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin, Setia Diarta, mengatakan pembahasan insentif dilakukan seiring dengan upaya pemerintah mendorong penjualan kendaraan bermotor nasional pada 2026 dengan target 850 ribu unit.

“Tahun lalu realisasinya sekitar 803 ribu unit. Tahun ini kami menargetkan 850 ribu unit, dan Kemenperin sudah bersurat ke Kementerian Keuangan untuk membantu industri otomotif agar penjualannya membaik,” ujarnya di JIEXPO Kemayoran, Jumat (6 Februari 2026).

Lebih lanjut, ia menyebut saat ini usulan insentif mobil listrik masih berada di Kemenkeu dan belum dapat dipastikan kapan keputusan akan diambil.

“Masih dalam pembahasan di Kemenkeu. Ditunggu saja, mudah-mudahan segera ada jawabannya,” katanya.

Terkait insentif kendaraan hybrid pun, Setia menegaskan kebijakannya masih sama dan belum mengalami perubahan.

Sementara untuk segmen Low Cost Green Car (LCGC), pemerintah masih mempertahankan insentif berupa tarif Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar 3 persen yang masuk dalam program Low Carbon Emission Vehicle (LCEV).

“Untuk LCGC masih ada program LCEV dengan PPnBM 3 persen. Program ini kan berjalan sampai 2031 sesuai dengan Perpres,” ujarnya.

Sebagai informasi, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menetapkan target penjualan mobil nasional sebesar 850.000 unit pada 2026, seiring kondisi pasar otomotif domestik yang dinilai masih cukup menantang.

baca juga

Berdasarkan data Gaikindo, penjualan mobil secara wholesales atau dari pabrik ke diler pada 2025 tercatat sebanyak 803.687 unit, turun 7,2 persen dibandingkan capaian 2024 yang mencapai 865.723 unit.

Sementara, penjualan mobil dari diler ke konsumen (retail sales) pada 2025 mencapai 833.692 unit atau turun 6,3 persen dibandingkan 889.680 unit pada 2024.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026

Gaikindo Optimistis Target Penjualan 850 Ribu Unit Tercapai di 2026

Otomotif | Kamis, 05 Februari 2026 | 17:20 WIB

Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam

Insentif Mobil Listrik Dipangkas, Penjualan Mobil BYD Turun Tajam

Otomotif | Senin, 02 Februari 2026 | 15:51 WIB

Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta

Mimpi Mobil Murah Buyar? Ini Alasan Harga LCGC Kini Tembus Rp200 Juta

Otomotif | Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:40 WIB

Terkini

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Mayoritas Transaksi Pakai QRIS, Bisnis Payment Gateway Makin Menjanjikan

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:39 WIB

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

Prabowo Bentuk Badan Gambut dan Mangrove Nasional, Fokus Cegah Karhutla

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

El Nino Bikin Was-was Pemerintah, Harga Pangan Bisa Naik

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:36 WIB

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

AI Bisa Permudah Trading, Tapi Keputusan Investasi Tetap di Investor

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:32 WIB

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Komitmen BPJS Hadirkan Layanan JKN yang Komunikatif

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Karier Penghina JK Silfester di BUMN Hanya Seumur Jagung

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:29 WIB

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

Ingin Lawan Tudingan Suap Pansus Haji, Kubu Yaqut Minta Saksi dari DPR Hadir di Sidang

News | Kamis, 24 September 2026 | 21:24 WIB

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Saat Kecantikan dan Fashion Bertemu dalam Gaya yang Lebih Personal

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 21:11 WIB

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Dugaan Napi Huni 'Rumah Apartemen' di Lapas Cibinong, Ditjenpas: Ini Rumah Dinas

Video | Kamis, 24 September 2026 | 21:10 WIB

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Bangkai Paus Terdampar di Hutan Mangrove Sungai Bahale Indragiri Hilir

Riau | Kamis, 24 September 2026 | 20:59 WIB

×