alexametrics

Pemasok Suku Cadang Rem Asal Jepang Menyatakan Telah Palsukan Data

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Pemasok Suku Cadang Rem Asal Jepang Menyatakan Telah Palsukan Data
Mekanik tengah memeriksa rem mobil. Sebagai ilustrasi komponen rem pada kendaraan roda empat [Envato Elements/serhiibobyk].

Meski melakukan pelanggaran, untuk unsur safety disebutkan tidak ada masalah.

Suara.com - Pemasok suku cadang mobil asal Jepang, Akebono Brake Industry menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pelanggaran. Yaitu, memalsukan data sekitar 114.000 kali untuk komponen rem. Beberapa di antaranya bahkan terjadi sejak 2001.

Seperti dilansir Nikkei, dari komponen-komponen itu, sekitar 5.000 kasusu gagal memenuhi standar kualitas yang telah disetujui Akebono Brake Industry dengan para pelanggan produsen mobil. Termasuk komponen yang dikirim ke 10 perusahaan otomotif Jepang, di antaranya Toyota dan Nissan.

Kekinian, Akebono Brake Industry mengatakan telah memeriksa sekitar 190.000 potongan data dari inspeksi rutin yang dilakukan berdasarkan perjanjian dengan klien. Hasilnya, sekitar 60 persen laporan ditulis tidak benar. Untuk itu, Presiden Akebono Brake Industry, Yasuhiro Miyaji menyatakan permintaan maaf.

Namun dia mengatakan pihaknya tidak akan melakukan penarikan kembali untuk komponen-komponen yang datanya dipalsukan tadi.

Baca Juga: Tips Merawat Mobil, Ini Keuntungan Pakai Suku Cadang Asli

Ilustrasi sparepart otomotif. [Shutterstock]
Ilustrasi sparepart otomotif [Shutterstock]

"Pasalnya tidak ada masalah dengan unsur safety, dan kami telah meminta produsen mobil untuk memeriksa kondisi komponen dari kami," tandas Yasuhiro Miyaji.

Sementara itu seorang juru bicara Akebono Brake Industry--perusahaan, yang sahamnya juga dimiliki Isuzu Motors dan Toyota--mengatakan bahwa perusahaan kembali memeriksa komponen-komponen ini dan menilai tidak ada masalah dengan kinerjanya.

Selain hasil inspeksi palsu, juga terdapat kasus pembuatan data untuk inspeksi yang tidak dilakukan. Pelanggaran ini ditemukan di empat pabrikan asal Jepang.

Komentar