alexametrics

Dirakit di Thailand, Harga Mitsubishi Outlander PHEV Lebih Kompetitif?

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Dirakit di Thailand, Harga Mitsubishi Outlander PHEV Lebih Kompetitif?
Mitsubishi Outlander PHEV mengandalkan dua jenis motor penggerak roda [Suara.com/manuel Jeghesta Nainggolan].

Jepang memilih Thailand sebagai negara luar pertama yang memperoduksi SUV PHEV-nya.

Suara.com - Director of Sales and Marketing Division PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Irwan Kuncoro menyebutkan tidak menutup kemungkinan harga Outlander PHEV jadi lebih kompetitif karena sudah memulai perakitan di Thailand.

Menurut Irwan Kuncoro, pihaknya akan terus mengeksplor dan mempelajari cara yang paling baik untuk menghadirkan produk dengan harga yang kompetitif di pasar Indonesia.

"Kami sangat terbuka dengan kemungkinan yang ada, kami salah satunya mempelajari cara terbaik menghadirkan kendaraan ramah lingkungan di Mitsubishi motor dengan cara termudah dan tereifisien. Sehingga harganya lebih kompetitif dan terjangkau," ujar Irwan Kuncoro, dalam virtual conference belum lama ini.

Meyusul pengumuman produksi mesin Mitsubishi Xpander dibuat di Indonesia, Mitsubishi juga telah menetapkan Thailand sebagai negara yang akan memproduksi kendaraan ramah lingkungan, yakni Mitsubishi Outlander Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Baca Juga: Cara Thailand Atasi Macet: Transportasi Rendah Emisi dan Minim Emosi

Mesin Mitsubishi Xpander yang kini telah dilokalkan pembuatannya [dok PT MMKI].
Mesin Mitsubishi Xpander yang kini telah dilokalkan pembuatannya [dok PT MMKI].

Melansir Paultan, Mitsubishi telah memulai produksi Mitsubishi Outlander PHEV pada 21 Desember 2020 di pabrik Laem Chabang dan mulai melakukan pemasaran pada awal 2021.

Alasan Mitsubishi memilih Thailand sebagai basis produksi SUV PHEV pertama di luar Jepang dilandasi faktor pertumbuhan pasar serta promosi kendaraan listrik besar-besaran.

Walau tak disebutkan apakah nantinya Thailand akan menjadi negara pemasok Outlander PHEV ke negara ASEAN, namun kemungkinannya sangat terbuka.

Komentar