alexametrics

Krisis Chip Semikonduktor, Awalnya Cuma "Milik" Industri Otomotif

RR Ukirsari Manggalani
Krisis Chip Semikonduktor, Awalnya Cuma "Milik" Industri Otomotif
Ilustrasi industri otomotif. [Shutterstock].

Huawei mengajak industri teknologi berkolaborasi mengatasi krisis semikonduktor global.

Suara.com - Dampak virus Corona di sektor otomotif terasa hingga kini, termasuk terganggunya rantai pasokan komponen. Termasuk di antaranya adalah pengadaan chip semikonduktor.

Dikutip dari kantor berita Antara, krisis semikonduktor semula hanya dirasakan industri otomotif, namun sekarang meluas ke ponsel dan perangkat elektronik rumah tangga yang membutuhkan chip.

Huawei, perusahaan teknologi asal China mengajak para pemain di industri semikonduktor berkolaborasi untuk mengatasi krisis chip yang sedang terjadi.

"Untuk bisa mengembalikan bisnis secara normal di industri semikonduktor dan menghindari krisis besar, kuncinya adalah mengembalikan kepercayaan global dan kerja sama di industri ini," jelas Eric Xu, Rotating Chairman Huawei, dala acara Huawei Global Analyst Summit 2021 yang disiarkan secara langsung, awal pekan ini (12/4/2021).

Baca Juga: Rantai Pasokan Terkendala, Mitsubishi Pangkas Produksi 7.500 Unit

Ilustrasi Kantor Huawei. [Adrian Dennis/AFP]
Kantor Huawei, sebagai ilustrasi salah satu perusahaan teknologi penyedia chip semikonduktor [AFP/Adrian Dennis].

Huawei berpendapat bahwa terganggunya rantai pasokan hingga menyebabkan krisis semikonduktor ini bermula dari sanksi Amerika Serikat terhadap sejumlah perusahaan asal China. Termasuk di antaranya Huawei. Sanksi itu mengganggu tingkat kepercayaan untuk industri teknologi.

Akibat sanksi ini, produsen di berbagai industri, termasuk di antaranya otomotif dan perangkat elektronik serta ponsel, melakukan penimbunan pasokan chip sehingga akhirnya timbul kelangkaan di pasar.

Masih menurut Eric Xu, perusahaan-perusahaan berbagai bidang menyimpan pasokan untuk satu bulan hingga enam bulan ke depan. Sementara di sisi lain, kelangkaan chip semikonduktor bisa memicu krisis ekonomi yang lebih besar di masa mendatang.

Untuk itu, ia meminta para pelaku industri dan pemimpin global bersatu untuk mengurangi risiko dan mengembalikan kepercayaan di industri semikonduktor sesegera mungkin.

Di sektor otomotif, beberapa brand besar mulai mengurangi jumlah produksi sehubungan terganggunya rantai pasokan chip semikonduktor. Antara lain Honda, Nissan, General Motors, Ford Motor Company, dan Mitsubishi. Sementara Toyota menyebutkan masih memiliki cadangan dalam jumlah cukup.

Baca Juga: Operation Forth Bridge: Peti Jasad Pangeran Philip Akan Diantar Land Rover

Komentar