facebook

Produsen Otomotif Jepang Bersatu, Kembangkan Mobil Terkoneksi

RR Ukirsari Manggalani
Produsen Otomotif Jepang Bersatu, Kembangkan Mobil Terkoneksi
Ilustrasi Internet of Things (IoT). [Shutterstock]

Koneksi antarproduk otomotif ini bisa disaksikan contohnya di mobil swakemudi sampai peranti Internet of Things (IoT).

Suara.com - Suzuki, Subaru, Daihatsu, Toyota, dan Mazda menandatangani perjanjian kerja sama dalam mengembangkan spesifikasi teknis perangkat komunikasi untuk mobil terkoneksi di masa depan.

Sebagai gambarannya, salah satu manfaat teknologi koneksi antarkendaraan ini adalah menekan angka kecelakaan. Cara kerjanya, setiap mobil akan "ngobrol", memberitahu posisi masing-masing sehingga jarak satu dan lainnya semakin bisa diprediksi.

Dikutip dari kantor berita Antara, Suzuki, Subaru, Daihatsu, dan Mazda telah menggabungkan teknologi mereka ke dalam format teknologi komunikasi dasar yang dikembangkan Toyota. Manfaat lain dari kerja sama itu, tiap perusahaan bisa mengurangi beban pengembangan karena membuka peluang untuk penyederhanaan sistem operasi dan mengoptimalkan sumber daya.

Suzuki, Subaru, Daihatsu, Toyota, dan Mazda secara terbuka mempertimbangkan kerja sama dengan mitra lain yang memiliki pemikiran serupa untuk mengembangkan teknologi ini.

Baca Juga: Suzuki GSX-S1000 Tampil dengan Muka Baru, Garang Bukan Main!

Radar mobil. (visordown.com)
Radar mobil (visordown.com)

Pengembangan itu meliputi penggunaan sistem komunikasi yang nantinya dipasangkan pada mobil-mobil dari pabrikan yang bekerja sama, dengan harapan dapat menambah nilai fungsi dan memberikan layanan baru pada mobil terkoneksi.

Dalam siaran pers di laman resmi Toyota Global Selasa (27/4/2021), disebutkan kerja sama bidang CASE (Connected, Autonomous/Automated, Shared, and Electric) adalah salah satu transformasi besar dalam industri otomotif, serta kemajuan pesat dalam domain terkoneksi yang berkaitan aspek komunikasi dan data, termasuk layanan cloud, Internet of Things atau IoT, big data, dan Artificial Intelligence atau AI.

Mekanisme kerjanya, tiap produsen akan mengembangkan perangkatnya secara mandiri dan diperbolehkan menggunakan pendekatan berbeda dengan menyesuaikan sumber daya yang dimiliki.

Perusahaan akan menyediakan layanan terkoneksi yang lebih aman dan nyaman kepada pelanggan, kemudian dalam kerangka kerja sama, perusahaan akan memposisikan pengembangan aplikasi mereka dalam sebuah domain in-house. Harapannya, setiap perusahaan dapat lebih fokus pada pengembangan aplikasi dan infrastruktur.

Baca Juga: All New Toyota Raize Akan Segera Meluncur pada 30 April di Indonesia

Komentar