alexametrics

Hepicar, Aplikasi Otomotif Karya Warga Yogyakarta Berdayakan UMKM

RR Ukirsari Manggalani
Hepicar, Aplikasi Otomotif Karya Warga Yogyakarta Berdayakan UMKM
Layanan Hepicar yang muncul di Google Playstore [screenshot Hepicar].

Masa pandemi Covid-19, usaha perbengkelan dan UMKM turut terdampak. Inilah aplikasi karya anak negeri.

Suara.com - Pandemi Covid-19 belum berakhir, namun kebutuhan masyarakat di berbagai aspek termasuk sektor otomotif tetap bergulir. Untuk kebutuhan harian misalnya, seperti layanan perbaikan atau perawatan kendaraan. Utamanya yang bisa dilakukan di rumah, tidak perlu datang ke bengkel.

"Kami melihat masalah, di mana orang ingin merawat kendaraan namun tidak ingin ribet. Ingin cara yang lebih praktis, aman dan terjangkau," papar Nurhidayanto, asal Banguntapan, Bantul, Yogyakarta berusia 44 tahun, sebagaimana dikutip dari kantor berita Antara.

Bersama rekannya, Yenni Octarina, ia merintis platform digital bernama "Hepicar". Tujuannya adalah memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di bidang otomotif atau perbengkelan.

Lewat Hepicar, mereka bisa menawarkan jasa layanan perbaikan dan perawatan kendaraan bermotor, dengan cara langsung menuju lokasi yang ditunjuk pengguna.

Baca Juga: Cara Hilangkan Stiker di Sepeda Motor Pakai Bahan Sederhana

Pendiri sekaligus CEO Hepicar, Nurhidayanto (44) saat memaparkan aplikasinya di Yogyakarta, Minggu (2/5/2021) [ANTARA FOTO/Luqman Hakim].
Pendiri sekaligus CEO Hepicar, Nurhidayanto (44) saat memaparkan aplikasinya di Yogyakarta, Minggu (2/5/2021) [ANTARA FOTO/Luqman Hakim].

Aplikasi ini digagas Nurhidayanto dengan modal pengalaman dan jaringan bisnis di bidang otomotif, khususnya toko aki, sehingga memudahkannya membuat teknologi yang nyaman bagi pengguna. Dengan menggandeng sejumlah lembaga filantropi, ia pun ingin membangkitkan lebih banyak para pelaku usaha rintisan (startup) dengan memfasilitasi pelatihan dan ekosistem usaha.

"Kami ingin pelaku usaha bengkel tidak tergilas oleh kompetisi dengan memanfaatkan teknologi," demikian ungkap Nurhidayanto di Yogyakarta, Minggu (2/4/2021).

Dipetik dari kantor berita Antara, hingga saat ini Hepicar telah bermitra dengan 953 pelaku UMKM mitra yang tersebar di Yogyakarta, Solo, dan Semarang. Beberapa di antaranya adalah penyandang disabilitas. Dan di sisi lain, jumlah pengunduh aplikasi Hepicar sudah mencapai 11.000 orang per 2 Mei 2021.

"Ini yang membuat kami optimistis, terlebih setelah memasuki masa normal baru, kami lihat antusiasme masyarakat semakin bagus," lanjutnya.

Melalui aplikasi yang bisa diunduh di Google Playstore dan Appstore, pengguna bisa mengakses 33 jenis layanan yang terbagi dalam lima rumpun layanan. Yaitu mencakup cuci kendaraan, ganti aki kendaraan, bengkel umum, bengkel ban, dan layanan darurat.

Baca Juga: Potret Kece Aura Kasih Saat ke Bengkel Mobil, Beri Kode untuk Para Jomblo

"Kami ingin sampaikan kepada mitra kami bahwa pada masa pandemi ini tidak boleh menyerah kalah. Kita tetap bisa melampaui krisis dan pandemi ini," tukas Nurhidayanto.

"Kami sediakan teknologinya, kami sediakan SOP-nya sehingga mereka bisa mendapatkan order yang bagus," lanjutnya.

Seorang penyandang disabilitas mitra Hepicar, Doni Pitra (37) menyebutkan sangat terbantu dengan hadirnya platform yang digagas Nurhidayanto. Meski di tengah krisis pandemi Covid-19, permintaan jasa cuci mobil dan motor tetap berdatangan.

"Saya mendapat pelatihan dua kali. Saya bersyukur sekali dengan adanya platform ini, karena selama pandemi permintaan jasa cuci motor, agak kurang lancar," kata penyandang tuna rungu ini melalui penerjemah.

Semoga para penyedia layanan jasa otomotif di platform Hepicar bisa semakin lancar memperoleh order dan terus bersemangat melewati masa pandemi Covid-19.

Komentar