Jangan Ditambah, Oli Mesin Sebaiknya Diganti

Kamis, 20 Mei 2021 | 17:45 WIB
Jangan Ditambah, Oli Mesin Sebaiknya Diganti
Ilustrasi mesin mobil yang memerlukan pelumas [Tim Mossholder/Unsplash]

Suara.com - Berbicara soal pentingnya ganti pelumas atau ganti oli untuk kendaraan roda empat, ada hal "klasik" yang masih kerap dijumpai. Yaitu keengganan untuk melakukan penggantian, dan sebagai gantinya menambahkan pelumas mesin secara berkala.

Sebenarnya kegiatan sebatas menambahkan oli mesin ini sangat tidak dianjurkan. Pasalnya berpotensi cukup fatal. Yaitu, tanpa adanya kepastian seberapa sisa oli dalam mesin, kemungkinan besar pemilik bisa terlalu banyak mengisi atau bahkan kurang dari takaran seharusnya.

Dan lebih penting lagi, bila tidak dibersihkan, maka kotoran pada oli mesin akan memberikan pengaruh terhadap mekanisme operasionalnya.

Seperti dikutip dari laman Deltalube, pada saat pertama kali memasukkan oli ke mesin, tidak ada kotoran di dalamnya. Namun tumpukan oli mesin lama atau proses pengisia sebelumnya memungkinkan bagian logam pada mesin akan bekerja bersama-sama satu sama lain. Akibatnya, serpihan logam kecil yang terlepas akan tercampur dengan oli baru.

mesin mobil
Mesin mobil dan pelumasnya. Jangan hanya sebatas ditambah [Shutterstock].

Sisa-sisa kotoran lainnya juga bisa masuk ke dalam oli mesin melalui filter oli. Jadi filter oli juga perlu diganti, jika tidak bisa mengakibatkan oli mesin menjadi kental dengan kondisi mirip lumpur.

Suhu mesin menjadi lebih panas. Jika suhu mesin terlalu tinggi, bisa menjadi masalah. Di lain sisi, pemilik mobil menganggap cairan pendingin yang membuat mesin tetap dingin.

Memang benar adanya, oli berfungsi sebagai pendingin yang menjaga mesin agar tidak kepanasan dan memuai berlebih. Namun bila sebatas menambahkan oli mesin tanpa menggantinya, pada titik tertentu, bentuk oli mesin akan menjadi sangat kental seperti molase, bukan seperti madu.

Saat kondisi mencapai keadaan seperti ini, filter oli sudah tidak berguna lagi. Komponen mesin tidak terlumasi dengan baik dan saling menekan sehingga membuat mesin panas berlebih. Lalu gasket pada kepala silinder akan retak dan cairan pendingin bisa menyebar ke mesin dan merusaknya.

Baca Juga: NgabubuTips: Kenali Dampak Buruk Jika Sering Telat Ganti Oli Mesin Motor

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Lelah Mental? Cek Seberapa Tingkat Stresmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu SpongeBob, Patrick, Squidward, Mr. Krabs, atau Plankton?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Nge-fans Kamu dengan Lisa BLACKPINK?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Maarten Paes? Kiper Timnas Indonesia yang Direkrut Ajax Amsterdam
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI