alexametrics

Setelah Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, Kini McLaren Ikut Balap Extreme E

RR Ukirsari Manggalani
Setelah Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, Kini McLaren Ikut Balap Extreme E
Logo tim McLaren di kejuaraan Extreme E [McLaren via ANTARA].

McLaren siap terjun di kejuaraan balap Extreme E pada 2022.

Suara.com - Balap Extreme E, laga tunggangan off-road bertenaga listrik di berbagai kawasan waspada perubahan iklim mendapat sambutan seru. Buktinya, selain tim milik para driver Formula One (F1) Lewis Hamilton dan Nico Rosberg, kekinian hadir McLaren Racing.

Dikutip dari kantor berita Antara, McLaren Racing akan berlaga mulai tahun depan. Tim yang bermarkas di Woking, Surrey, Inggris ini akan berpartisipasi dalam ajang balap bermisi promosi keberlanjutan dan keberagaman ini dalam lima seri.

"Sejak pertama kali Extreme E diumumkan kami telah mengikuti perkembangan seri ini dengan seksama," jelas CEO McLaren Racing, Zack Brown dalam rilis pers, Jumat (11/6/2021).

"Perhatian kami langsung tertuju kepada format inovatif dari platform olah raga balap ini, khususnya kemampuan yang diberikan kepada kami untuk mengakselesari dan mendorong agenda keberlanjutan secara menyeluruh kami sendiri, yang memiliki prioritas sama yaitu dekarbonisasi, pengurangan limbah, keberagaman, dan kesetaraan," lanjutnya.

Baca Juga: Serunya Memainkan Pedal Gas McLaren 570S via PUBG Mobile

Tunggangan Lewis Hamilton untuk E Extreme championship [Instagram: lewishamilton].
Tim Lewis Hamilton untuk Extreme E Championship [Instagram: lewishamilton].

Di saat yang sama, keikutsertaan McLaren akan memungkinkan mereka meraih audiens baru dengan format balapan yang inovatif, terhubung kepada generasi baru fans lewat konten yang disebarkan melalui berbagai macam kanal. Dan di sisi lain mencerminkan kesetaraan dalam tim terdiri dari driver lelaki dan perempuan.

"Formula 1 akan selalu tetap menjadi pusat dunia kami, seperti INDYCAR dan esports. Namun masuknya kami ke Extreme E menjadi tambahan bagi franchise McLaren dan akan melengkapi serta membantu mendukung semua program kami," tandasnya.

Balap mobil listrik sendiri bukanlah hal baru bagi McLaren karena mereka telah menjadi pemasok baterai untuk mobil Gen 1 dan Gen 2 kejuraan FIA Formula E, menggunakan teknologi sama di hypercar McLaren P1.

Di kejuaraan Extreme E musim depan, seperti tim-tim lain, McLaren Racing dibatasi tim dengan andalan empat mekanik, satu engineer di setiap balapan, satu tunggangan, dan dua pebalap saja. Adapun tunggangannya masuk kategori Sport Utility Vehicle (SUV), di bawah naungan badan balap FIA bidang seri off-road.

"Mendapati McLaren bergabung, yang menjadi simbol level tertinggi balapan dan inovasi otomotif, adalah dukungan yang sangat besar sehingga apa yang kami raih dalam hanya dua balapan pertama season pertama telah menciptakan dampak yang nyata di olah raga balap," jelas Alejandro Agag, CEO Extreme E, serta penggagas Formula E.

Baca Juga: IOF Gelar Off-Road South Celebes ORX 2021 yang Membawa Misi Kemanusiaan

Setelah seri pembuka di Arab Saudi dan Senegal, tim dan pebalap akan menuju ke Kangerlussuaq, Greenland untuk balapan ketiga pada 28-29 Agustus 2021.

Komentar