- Masalah umum Scoopy terletak pada standar tengah bengkok dan komstir yang kaku.
- Scoopy generasi pertama sering mengalami masalah tarikan berat akibat membran vakum kaku.
- Kebocoran cop busi menjadi penyebab utama mesin Scoopy sering mati mendadak saat jalan.
Suara.com - Siapa yang tidak kenal Honda Scoopy? Skutik retro ini memang menjadi primadona di jalanan.
Namun, layaknya kendaraan pada umumnya, Scoopy memiliki beberapa "penyakit" khas yang sering dikeluhkan pemiliknya, baik masalah umum di semua tipe maupun masalah spesifik di tiap generasinya.
Jika Anda berencana meminang Scoopy bekas atau ingin merawat unit yang ada di rumah, berikut adalah panduan lengkap masalah dan solusinya:
1. Standar Tengah Bengkok dan Komstir Kaku
Dua masalah ini adalah "makanan sehari-hari" pengguna skutik Honda, termasuk Scoopy.
Tuas injakan standar tengah sering kali bengkok karena beban saat memarkir motor. Solusinya, Anda bisa membawanya ke tukang las untuk diperkuat atau menggantinya dengan yang baru.
Sementara itu, jika setir terasa berat atau tidak stabil (terutama setelah menghantam lubang), itu tandanya komstir Anda bermasalah.
Pelor atau dudukannya mungkin sudah aus.
Estimasi Harga:
Baca Juga: Beli Motor Scoopy DP Rp3 Jutaan, Angsurannya Berapa? Ini Simulasinya
- Standar Tengah: Rp150.000 – Rp190.000
- Satu set Komstir: Rp100.000 – Rp150.000 (Belum termasuk jasa pasang sekitar Rp50.000)
2. Tarikan Berat pada Scoopy Generasi Pertama (Karbu)
Bagi pemilik Scoopy generasi awal, tarikan motor yang tiba-tiba terasa "ngempos" atau berat biasanya disebabkan oleh membran vakum karburator yang sudah kaku.
Karena cara kerjanya bergantung pada kevakuman udara, membran yang tidak elastis akan menghambat suplai bahan bakar.
Estimasi Harga:
- Karet Vakum Karburator: Rp100.000 – Rp180.000

3. Mesin Mati Mendadak (Scoopy Karbu dan FI)
Pernahkah Scoopy Anda mati tiba-tiba saat sedang dikendarai? Masalah ini sering ditemukan pada model Karburator dan FI (Fuel Injection) generasi awal.