alexametrics

Serba Salah Kaprah, Ini 5 Mitos tentang Merawat Motor yang Paling Populer

Cesar Uji Tawakal
Serba Salah Kaprah, Ini 5 Mitos tentang Merawat Motor yang Paling Populer
Ilustrasi motor balap Honda dengan mesin sangar (Visordown)

Ada yang masih percaya dengan mitos ini?

Suara.com - Merawat motor memang tak bisa dilakukan dengan sembarangan. Walau demikian, rupanya banyak tips perawatan motor yang keliru, tapi masih banyak dipercayai masyarakat.

Tips ini biasanya populer karena banyak dilakukan orang pada jaman dahulu.

Padahal mitos-mitos merawat kendaraan tak bisa sepenuhnya dipercaya lho.

Dilansir dari Wahana Honda, ada 5 mitos yang sering dilakukan para pemiik kendaraan hingga saat ini. Apa saja?

Baca Juga: Tips Merawat Rantai Motor, Perhatikan Hal Penting Berikut Ini

1. Motor Tak Boleh Digeber Kencang Saat Masa Inreyen

Ilustrasi motor ngebut. (pexels)
Ilustrasi motor ngebut. (pexels)

Inreyen merupakan proses motor baru untuk menyesuaikan komponen-komponen baru yang saling bergesekan di dalam mesin. Penyesuaian ini juga berguna untuk membersihkan mesin dari sisa-sisa gram saat proses perakitan.

Beberapa orang mempercayai kalau motor tidak boleh digeber kencang saat masa inreyen. Hal itu salah besar sob.

Beberapa teknisi pabrikan motor malah menganjurkan untuk ngebut supaya motornya juga terbiasa dalam kecepatan yang tinggi. Yang gak boleh itu adalah geber gas secara spontan saat proses inreyen. Jadi dengan kamu buka gas secara spontan, dikhawatirkan mesin akan kaget dan ada part yang aus karena belum terbiasa.

2. Motor Matik Tak Boleh Didorong saat Mesin Mati

Baca Juga: Tumben Naik Motor 'Jelata', Ini Keistimewaan si Matik yang Ditunggangi Raffi Ahmad

Suasana bengkel motor di kawasan Tebet, Jakarta (16/7).
Suasana bengkel motor di kawasan Tebet, Jakarta (16/7).

Ini mitos yang bikin semua pengendara matik was-was. Bagaimana tidak, masa iya motor saat mogok tak boleh didorong.

Komentar