Driver Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19: Antar Empat Peti per Hari dan Kontrak Mati

RR Ukirsari Manggalani | Yaumal Asri Adi Hutasuhut | Suara.com

Kamis, 08 Juli 2021 | 21:50 WIB
Driver Ambulans Pengantar Jenazah Covid-19: Antar Empat Peti per Hari dan Kontrak Mati
Sulis Sudaryanto, relawan sopir ambulans saat mengantar jenazah Covid-19 ke pemakaman (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)

Suara.com - Tak pernah terbayangkan oleh Sulis Sudaryanto (28), bahwa Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akibat pandemi virus Corona pada 2020 mengantarkannya menjalani profesi ini. Sebagai driver ambulans pengantar jasad Covid-19, bagian dari relawan Imun Center, sebuah kelompok yang bergerak membantu penanggulangan Covid-19 di Kota Depok. Ia pun menempatkan rasa kemanusiaan lebih dari upaya mencari nafkah untuk menghidupi keluarga.

Dengan konsekuensi tinggi, bahwa ada kemungkinan Sulis Sudaryanto gugur dalam tugas.

"Saya sudah ngomong ke istri, komitmen sampai selesai pandemi ini. Walaupun semisal gugur, sudah jadi risiko saya," paparnya saat berbincang menjelang tengah malam dengan Suara.com via telepon pada Selasa (7/7/2021).

Penampakan jenazah Covid-19 yang dibawa relawan ambulans. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)
Penampakan jenazah Covid-19 yang dibawa relawan ambulans. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)

Mungkin pemilihan waktu yang menimbulkan tanda tanya, namun bila menilik kesibukannya mengantar jasad, bisa dipahami. Sulis hanya memiliki waktu senggang untuk beristirahat saat larut malam.

Hari itu, ia mengantarkan beberapa jenazah, dan salah satunya menciptakan suasana emosional. Terlebih saat mengingat Sulis sendiri memiliki istri dan seorang buah hati.

Sulis baru saja mengantar jasad seorang lelaki berusia 38 tahun yang telah berkeluarga dan meninggal dunia saat menjalani isolasi mandiri di sebuah rumah kawasan Depok.

Saat jasad dijemput untuk dibawa ke lokasi permakaman, istri sang lelaki itu berkeras ikut masuk dalam mobil ambulans.

"Istrinya bercerita kalau dia mimpi naik mobil bersama suaminya dan mentok di tanah. Ia berkata, "Kalau saya meninggal, saya dimakamkan di samping suami saya, ya"," kisah Sulis menirukan perkataan pasangan dari jenazah yang diantarkannya.

"Terus saya bilang, "Ibu jangan ngomong seperti itu. Kalau Ibu nggak ada bagaimana anak-anak? Ibu harus kuat," kata Sulis mengulang yang ia sampaikan kepada perempuan yang suaminya wafat karena Covid-19.

Sulis menyatakan saat itu mencoba tegar agar tidak terbawa suasana sedih. Apalagi dirinya adalah seorang relawan yang harus terlihat tetap kuat. Meski ia mengakui tetap saja merasakan suasana emosional, apalagi anaknya baru saja genap berusia dua tahun.

Menjemput yang Masih Bernyawa, Mengantar yang Telah Tiada

Dan suasana haru seperti yang ia rasakan bukan terjadi sekali. Bagaimana pun, nuraninya terketuk setiap kali menjalani tugas pengantaran pasien pun jasad positif Covid-19.

Tak jarang Sulis membawa pasien Covid-19 dalam kondisi darurat ke rumah sakit, berselang beberapa hari kemudian menjemputnya kembali untuk mengantarnya ke tempat peristirahatan terakhir.

Belum lagi suasana rumah sakit yang penuh sesak dengan pasien Covid-19 menjadi pemandangan setiap hari.

Para relawan sopir ambulnas saat mengevakuasi jenazah pasien Covid-19. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)
Para relawan sopir ambulans saat mengevakuasi jenazah pasien Covid-19. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)

Salah satu peristiwa terparah terjadi pertengahan bulan lalu. Bersamaan dengan angka kasus Covid-19 melonjak dan mencetak rekor.

"Di salah satu rumah sakit, saat saya masuk ruang IGD melihat banyak pasien Covid-19. Mulai ringan hingga berat. Itu situasinya sudah rumit sekali. Ada yang sesak dibantu oksigen, ada di kursi roda, ada yang sakratul maut, ada yang meninggal karena tidak tertolong," ucapnya perlahan.

Kondisi itu pun sempat membuatnya stres dan terbayang-bayang. Namun Sulis berusaha menguatkan dirinya.

"Ini sampai kapan terjadi seperti ini terus?" ujarnya setengah bertanya.

Rangkaian berbagai peristiwa penanganan pasien Covid-19 itu membuat Sulis Sudaryanto semakin mengingat kematian dan berusaha semakin dekat dengan Tuhan.

Terlebih saat menilik jasad yang ia antarkan tidak memandang usia. Baik tua maupun muda bisa saja menjadi korban keganasan Covid-19.

Hal inilah yang membuatnya emosi bila di jalan melihat masih banyak orang tidak mengenakan masker. Sulis menyebutkan sangat sakit hati dan kecewa melihat mereka yang masih abai dengan protokol kesehatan.

Bagaimana tidak, keganasan dari Covid-19 menjadi pemandangan kesehariannya setiap hari. Lantas kemudian melihat ada masyarakat yang tidak peduli dengan protokol kesehatan.

"Kita sudah capek seperti ini kok orang-orang tidak peduli sama protokol kesehatan! Saya emosinya itu, di jalanan masih banyak orang tidak pakai masker," tukasnya.

"Saya selalu sedia masker, kalau lihat orang atau pedagang tidak pakai masker terkadang saya beri. "Pakai maskernya", bagaimanapun itu saya minta agar masker dipakai. Kalau sudah begitu saya suka mikir: Sia-sia nggak sih saya kerja seperti ini, tiba-tiba ada yang abai," ungkapnya sedih.

Meski Tugas Penuh Risiko, Keluarga Mendukungnya

Sulis Sudaryanto sebagai driver ambulans relawan Imun Center di Depok setiap harinya bertugas mengantarkan tiga sampai empat jenazah menuju Tempat Pemakaman Umum (TPU). Biasanya adalah TPU Tapos, Cilangkap, dan TPU Pasir Putih, Sawangan.

Bila dibandingkan bulan-bulan sebelumnya, tugasnya sekarang jauh lebih berat dijalani. Dalam sehari harus bekerja selama 12 jam bahkan lebih, tergantung panggilan tugas.

Sebelum dan selama mengemudikan ambulans ia juga harus selalu mengenakan Alat Pelindung Diri (APD). Sehingga membuatnya bermandi keringat karena kegerahan. Keadaan ini belum termasuk risiko yang selalu mengintainya.

Sulis Sudaryanto, relawan ambulans pengantar jenazah Covid-19. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)
Sulis Sudaryanto, relawan ambulans pengantar jenazah Covid-19. (Dokumen pribadi Sulis Sudaryanto)

Yang membuat Sulis Sudaryanto tetap tekun menjalani tugas sebagai relawan sopir ambulans hampir setahun ini adalah dukungan dari keluarga. Tidak ada seorang pun menentang pilihan yang dijalaninya. Terlebih Sang Istri dengan dukungan sepenuh hati.

"Keluarga besar mendukung banget. Paling ibu saya bawel setiap hari ingatkan patuhi protokol kesehatan dan rajin bersih-bersih," tuturnya.

Selain itu, juga tidak ada perlakuan kurang mengenakkan dari lingkungan. Baik tetangga maupun teman-temannya tidak pernah menjauhinya.

Sementara dari dirinya pribadi, Sulis menyatakan selalu tahu diri saat selesai bertugas.

"Penting, selesai tugas saya bersih-bersih dulu. Mandi dan ganti baju sebelum pulang ke rumah," paparnya.

Karena adanya dukungan yang sangat besar itu, Sulis menyatakan sangat nyaman dengan tugas yang dijalaninya. Sejauh ini, tak pernah terlintas di pikirannya untuk berhenti. Dia sudah berjanji pada dirinya sendiri akan selalu bertugas sampai pandemi benar-benar selesai.

Lantas bersama rekan-rekan relawan di Imun Center semuanya juga selalu berbagi dan saling menguatkan. Termasuk kesiapan menghadapi varian Covid-19 yang lebih ganas.

Imbauan Pakai Masker

Menilik sosok Sulis Sudaryanto serta seluruh rekan kerjanya, para tenaga kesehatan atau nakes dan jajaran garda terdepan penanggulangan Covid-19, rasanya kita bisa membantunya lewat hal yang sangat bisa dilakukan. Seperti selalu mengenakan masker dan tidak berkerumun.

"Yang sering kami teriaki itu soal masker. Minimal pakai masker. Kalau tidak penting-penting janganlah keluar, di rumah saja," pintanya.

Driver ambulans Covid-19 ini, relawan dari Imun Center ini, Sulis Sudaryanto selalu berharap: jangan sampai ada lagi masyarakat menjadi korban keganasan Covid-19. Dan kemudian berakhir di mobil ambulans yang dikemudikannya menuju tempat pemakaman.

Jangan sampai karena kelalaian kita, kerja keras mereka sia-sia. Bahkan para relawan Covid-19 itu harus menanggung risiko dari kesalahan yang tidak mereka perbuat. Seperti berkerumun, masih keluar rumah walau tiada kebutuhan mendesak, dan tidak memakai masker.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

Bukan untuk Kantong Pribadi, Buruh Senior Depok Kawal Upah Layak bagi Generasi Mendatang

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 13:22 WIB

Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran

Integrasi Transportasi Terhambat, Pemprov DKI Sebut Pemda Depok dan Bekasi Tak Punya Anggaran

News | Jum'at, 09 Januari 2026 | 09:20 WIB

Misteri Sosok Kamila Hamdi: Identitas Asli atau Akun Retasan di Balik Teror Bom 10 Sekolah di Depok?

Misteri Sosok Kamila Hamdi: Identitas Asli atau Akun Retasan di Balik Teror Bom 10 Sekolah di Depok?

News | Rabu, 24 Desember 2025 | 11:36 WIB

Warga Depok Wajib Tahu! Disdukcapil Tutup Layanan Tatap Muka 10 Oktober, Ini Alternatifnya

Warga Depok Wajib Tahu! Disdukcapil Tutup Layanan Tatap Muka 10 Oktober, Ini Alternatifnya

News | Jum'at, 10 Oktober 2025 | 10:45 WIB

Miliano Jonathans Langsung Dipepet Kader Gerindra, Mau Diajak Jalan-jalan

Miliano Jonathans Langsung Dipepet Kader Gerindra, Mau Diajak Jalan-jalan

Bola | Rabu, 27 Agustus 2025 | 15:13 WIB

Banjir Kepung Depok, Jalan Margonda dan Jalan Sentosa Terendam, Lalu Lintas Lumpuh

Banjir Kepung Depok, Jalan Margonda dan Jalan Sentosa Terendam, Lalu Lintas Lumpuh

News | Selasa, 12 Agustus 2025 | 14:40 WIB

Dedi Mulyadi Minta Wali Kota Depok Minta Maaf, Buntut Bolehkan Mobil Dinas untuk Mudik

Dedi Mulyadi Minta Wali Kota Depok Minta Maaf, Buntut Bolehkan Mobil Dinas untuk Mudik

News | Rabu, 09 April 2025 | 23:06 WIB

Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?

Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Wali Kota Depok Bisa Dijerat UU Tipikor?

News | Kamis, 03 April 2025 | 12:40 WIB

Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi

Izinkan Mobil Dinas untuk Mudik, Wali Kota Depok Bisa Diperiksa dalam Kasus Korupsi

Otomotif | Kamis, 03 April 2025 | 10:53 WIB

Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April

Blunder Izinkan Mudik Pakai Mobil Dinas, Dedi Mulyadi Panggil Wali Kota Depok 8 April

News | Rabu, 02 April 2025 | 16:27 WIB

Terkini

Gugatan Desain Paten Bayangi Masa Depan Xiaomi SU7 dan YU7 di Industri Mobil Listrik

Gugatan Desain Paten Bayangi Masa Depan Xiaomi SU7 dan YU7 di Industri Mobil Listrik

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 18:50 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Termurah di Pasaran: Ini Merek yang Paling Gacor

Daftar Harga Mobil Listrik Termurah di Pasaran: Ini Merek yang Paling Gacor

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:25 WIB

Huawei dan Chery Rilis Mobil Listrik Mewah Luxeed Edisi 2026, Jarak Tempuh 1.250 Km

Huawei dan Chery Rilis Mobil Listrik Mewah Luxeed Edisi 2026, Jarak Tempuh 1.250 Km

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 16:05 WIB

Daftar Harga Mobil Listrik Vinfast, City Car Rp150 Jutaan hingga SUV Mewah Miliaran

Daftar Harga Mobil Listrik Vinfast, City Car Rp150 Jutaan hingga SUV Mewah Miliaran

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:47 WIB

Tarikan Honda Scoopy Terasa Lemot Mungkin Ini Faktor Penyebabnya

Tarikan Honda Scoopy Terasa Lemot Mungkin Ini Faktor Penyebabnya

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 15:27 WIB

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

7 Rekomendasi Motor Listrik Murah Tak Perlu Isi BBM Lagi, Harga Mulai Rp4 Jutaan

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:48 WIB

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Harga Bensin Tembus Rp 31 Ribu Per Liter Warga Eropa Ramai Berburu Mobil Listrik Bekas

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 14:18 WIB

5 Mobil Listrik dengan Pajak Termurah: Jadi Investasi Jangka Panjang

5 Mobil Listrik dengan Pajak Termurah: Jadi Investasi Jangka Panjang

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 11:13 WIB

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

7 Cara Menghemat BBM Mobil yang Efektif, Bisa Dicoba Mulai Hari Ini

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:52 WIB

4 Rekomendasi Mobil Listrik Model Boxy, Nyaman untuk Keluarga

4 Rekomendasi Mobil Listrik Model Boxy, Nyaman untuk Keluarga

Otomotif | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:31 WIB