Jangan Tertipu, Begini Cara Membedakan Kampas Rem Asli dan Palsu

RR Ukirsari Manggalani, Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 09 Juli 2021 | 16:15 WIB
Jangan Tertipu, Begini Cara Membedakan Kampas Rem Asli dan Palsu
Ilustrasi rem motor termasuk bagian kampas rem [Shutterstock]

Suara.com - Kampas rem menjadi salah satu komponen motor yang kerap diganti seiring pemakaian. Oleh karena itu, tak heran bila akhirnya banyak kampas rem palsu beredar di pasaran.

Namun agar tidak terjebak dan akhirnya membeli kampas rem palsu, berikut perbedaan antara kampas rem asli dan palsu, dikutip dari Wahana Honda.

Cara mengenali kampas rem palsu

Ketika dilihat sekilas, kampas rem palsu memang sulit dibedakan dari yang asli. Namun, ada beberapa detail yang tidak ada di barang palsu ini, dan harus cermati.

Bagaimana caranya mengenali kampas rem motor yang asli dan palsu?

Pasang kampas rem yang salah (Facebook-Tirta Candraa)
Pasang kampas rem yang salah (Facebook-Tirta Candraa)

1. Cari hologram logo

  • Di kemasan aslinya, mengambil contoh sparepart Honda, akan tampak hologram logo Honda serta tulisan HGB yang terbaca jelas pada sisi kiri atas, berdampingan dengan barcode. Sementara itu pada kemasan kampas rem palsu, semuanya terlihat buram.
  • Yang tidak boleh terlewat juga, ada logo Honda dan tulisan PT AHM, sejajar tulisan Honda Genuine Part pada bagian atas kemasan asli.

2. Material kampas

  • Kampas rem motor asli terbuat dari bahan material non-asbestos, dan memiliki tembaga padat serta halus. Lain halnya dengan barang palsuannya.
  • Kampas motor rem yang palsu biasanya dibuat dari bahan asbestos serta tanpa tembaga. Saat dipegang pun, permukaannya kasar. Teksturnya juga rapuh.

3. Kode produksi

  • Tentu saja kampas rem motor asli dilengkapi dengan kode produksi. Kalau tidak menemukannya, berarti kampas rem motor yang sedang ada di tangan, merupakan barang tiruan alias palsu.

4. Harga

baca juga
  • Jangan mudah tergiur dengan harga murah. Harga kampas rem motor palsu hanya separuh harga aslinya. Jadi jika harga kampas rem asli sekitar Rp50.000, maka barang tiruannya kira-kira dijual Rp25.000.

Kapan harus ganti kampas rem motor?

Seperti halnya komponen lain pada motor, kampas rem pun memerlukan perawatan dan harus diganti secara berkala. Disarankan untuk melakukan penggantian kampas rem antara dua sampai tiga bulan sekali.

Namun jika sebelum waktu tiba kampas rem sudah terhimpit piringan, sebaiknya segera ganti. Demi keaslian komponen, lakukan penggantian kampas rem di bengkel resmi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Jebakan Gaji Tinggi: Saat Korban Loker Palsu Dipaksa Jadi Sindikat Love Scamming

Your Say | Kamis, 24 September 2026 | 19:10 WIB

8 Gejala Kampas Rem Mobil Habis, Segera Ganti untuk Mencegah Kecelakaan

8 Gejala Kampas Rem Mobil Habis, Segera Ganti untuk Mencegah Kecelakaan

Otomotif | Senin, 21 September 2026 | 11:24 WIB

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

Beras Fortifikasi Palsu Marak, Pakar Soroti Kecurangan Rantai Pasok Ancam Keberhasilan Program Gizi

News | Sabtu, 19 September 2026 | 18:28 WIB

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

Kasus SGD Palsu Rp4,7 Miliar Masuk Kejahatan Berat! Polisi Didesak Bongkar Pemasoknya

News | Jum'at, 18 September 2026 | 14:45 WIB

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

Sidang Perdana Digelar, Roy Suryo cs: Jaksa Tak Punya Nyali Datangkan Jokowi Jadi Saksi

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:51 WIB

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

Soal Beras Fortifikasi Palsu: Pakar UGM Sebut Tak Bisa Dibedakan dengan Mata dan Lidah

News | Kamis, 17 September 2026 | 17:32 WIB

Temuan 25 Beras Fortifikasi Palsu, DPR Desak Penarikan Massal dan Sanksi Pidana

Temuan 25 Beras Fortifikasi Palsu, DPR Desak Penarikan Massal dan Sanksi Pidana

News | Kamis, 17 September 2026 | 14:02 WIB

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

Kasus Dolar Singapura Palsu Rp4,7 M Disorot DPR! Polisi Diminta Ungkap Jaringannya

News | Rabu, 16 September 2026 | 18:27 WIB

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Daftar 25 Merek Beras Fortifikasi yang Ditarik Pemerintah, Cek Sebelum Beli

Lifestyle | Rabu, 16 September 2026 | 07:17 WIB

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

Jelang Sidang Perkara, Roy Suryo cs Tantang Jokowi Hadir

News | Selasa, 15 September 2026 | 17:04 WIB

Terkini

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 09:25 WIB

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 09:15 WIB

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:02 WIB

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 09:00 WIB

Bitcoin Dijual Massal Investor,  JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bitcoin Dijual Massal Investor, JPMorgan Ungkap Titik Kritis

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:50 WIB

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

Kebakaran Gudang HT di Setiabudi: Hampir 100 Damkar Dikerahkan, Kerugian Capai Rp1 Miliar!

News | Jum'at, 25 September 2026 | 08:35 WIB

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Dua Hari Hilang Tanpa Alas Kaki, Nenek 62 Tahun Ditemukan Tak Bernyawa di Tegalan Sumenep

Jatim | Jum'at, 25 September 2026 | 08:34 WIB

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Stok Pangan Ada, Harga Masih Tinggi: DPR Soroti Cabai Tembus Rp95 Ribu

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Tanaman Hias Indoor Pembawa Hoki di Rumah Sesuai Shio, Dipercaya Bawa Kemakmuran

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 08:30 WIB

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Bukan Bikin Rileks, Ini 3 Dampak Mematikan Etomidate pada Paru-paru dan Otak

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 08:25 WIB

×