alexametrics

Membeli Kendaraan dari Rumah, Transaksi Online Otomotif Makin Marak

RR Ukirsari Manggalani
Membeli Kendaraan dari Rumah, Transaksi Online Otomotif Makin Marak
Ilustrasi beli produk secara daring menggunakan smartphone (Unsplash/rawpixel)

Trend pembelian kendaraan secara digital terus meningkat, perubahan kebiasaan belanja produk otomotif mulai terjadi.

Suara.com - Dampak virus Corona di sektor otomotif telah menghasilkan sederet perubahan. Antara lain, di 2020 banyak carmaker menyisipkan aktivitas pembuatan perangkat mengatasi Covid-19, baik untuk tenaga kesehatan (nakes) pun pasien. Kemudian, terjadi kelangkaan komponen chip semikonduktor, dan di sektor penjualan terjadi peningkatan permintaan via online. Atau pembelian secara daring (dalam jaringan).

Dikutip dari kantor berita Antara, kebiasaan masyarakat dalam melakukan pembelian secara konvensional, kini telah banyak dilakukan secara online. Termasuk untuk produk otomotif.

Kekinian, banyak transaksi penjualan dan pembelian memanfaatkan ranah online sebagai bentuk untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Suasana penjualan mobil pameran Mandiri Tunas Finance (MTF) Autofiesta 2019. Sebagai ilustrasi [ANTARA/Arief Firmansyah]
Suasana penjualan mobil pameran Mandiri Tunas Finance (MTF) Autofiesta 2019. Sebagai ilustrasi [ANTARA/Arief Firmansyah]

William Francis Indra, Direktur Mandiri Tunas Finance (MTF) mengatakan bahwa dengan adanya kegiatan MTF Fair 2021 yang dilakukan pihaknya akhir Juli hingga akhir Agustus nanti ada tujuan ingin dicapai. Selain penjualan, juga sebagai wahana mengedukasi masyarakat untuk bisa beradaptasi membeli kendaraan secara online.

Baca Juga: Bakal Digelar Sebulan, MTF Fair 2021 Targetkan Penjualan 150 Unit Kendaraan

"Transaksi secara online itu setiap bulannya selalu naik, kami pernah mencapai angka Rp10 miliar per bulan. Covid-19 memang banyak mengubah kegiatan jual-beli secara online," ungkapnya.

"Yang apply secara online itu juga banyak sekali. Tapi, mereka banyak juga yang tidak mengetahui langkah selanjutnya, sehingga butuh edukasi lebih," lanjut William Francis Indra.

Tantangan untuk bisa mengubah konsumen yang sudah lama menggunakan cara konvensional dengan langsung ke showroom bukan sebuah hal yang mudah diubah oleh para pengusaha otomotif di Indonesia, juga dunia.

"Perubahan transaksi secara online ini begitu banyak tantangannya, karena tidak mudah untuk mengubah kebiasaan orang. Yaitu jika membeli kendaraan itu harus merasakan, mencoba, juga bertanya tentang kendaraan itu," jelas William Francis Indra dalam bincang virtual, Rabu (21/7/2021).

Oleh karena itu, lanjutnya, Mandiri Tunas Finance pun menyediakan berbagai keperluan yang dibutuhkan untuk konsumen yang melakukan pembelian kendaraan secara digital.

Baca Juga: Wuling Tegaskan Produk di Indonesia Tak Terdampak Recall

Komentar