alexametrics

BMW Catat Peningkatan Penjualan Global, Mobil Listrik Mulai Tunjukkan Hasil

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
BMW Catat Peningkatan Penjualan Global, Mobil Listrik Mulai Tunjukkan Hasil
Mobil listrik BMW i4 akan tiba di Indonesia pada 2022. [Dok BMW Indonesia]

Angka perolehan bagus dikantongi sektor penjualan mobil listrik.

Suara.com - BMW AG mengalami peningkatan penjualan hingga 39,1 persen atau 1.339.080 unit kendaraan pada semester pertama 2021.

Jika dibandingkan dengan penjualan dengan 2019 terdapat kenaikan sebesar 7,1 persen.

"Kami mendapatkan hasil yang sesuai dengan strategi pertumbuhan berkelanjutan 2021," ungkap Pieter Nota, Member of the Board of Management of BMW AG, Customer, Brands, dan Sales, dalam keterangannya.

Ia menambahkan, peningkatan ini diperkuat lini kendaraan terbaru, kembalinya permintaan pelanggan di seluruh dunia, dan kemampuan operasional BMW Group di tengah tantangan industri otomotif.

Baca Juga: BMW Astra Gandeng BAFilms Rilis Film Bernuansa Keluarga, Awas Jangan Baper

BMW iX3. [AFP]
BMW iX3 [AFP]

"Kami mampu membukukan hasil penjualan tertinggi sepanjang sejarah perusahaan pada semester awal 2021. Hal yang paling membanggakan adalah penjualan kendaraan listrik yang naik hingga dua kali lipat," ungkap Pieter Nota.

Ada 153.267 unit kendaraan listrik diantarkan ke pelanggan pada semester awal 2021. Hasil yang membuat BMW Group Global membukukan pertumbuhan penjualan kendaraan listrik hingga +148,5 persen jika dibandingkan periode sebelumnya (Year on Year 2020).

"Ke depannya kita akan memperkuat lini kendaraan listrik dengan memperkenalkan BMW iX dan BMW i4," kata Nota.

BMW iX dan i4 mewujudkan era baru elektromobilitas dari perusahaan berlogo baling-baling kapal ini. Kedua model itu akan tersedia di Indonesia pada 2022. BMW Group memprediksi kendaraan full-listrik akan mewakili 50 persen penjualan global pada 2030.

Sementara BMW Group Indonesia sendiri berhasil catatkan hasil cemerlang dengan peningkatan penjualan hingga 44,7 persen dibandingkan periode sebelumnya (YoY 2020).

Hasil ini bahkan lebih tinggi jika dibandingkan semester pertama 2019, di masa pandemi COVID-19 belum terjadi.

Komentar