alexametrics

Pernyataan Bersama Stellantis-Ford-General Motors untuk Dukungan Mobil listrik

RR Ukirsari Manggalani
Pernyataan Bersama Stellantis-Ford-General Motors untuk Dukungan Mobil listrik
Ilustrasi mobil listrik sedang mengisi ulang baterai (Shutterstock).

Permintaan dukungan ditujukan kepada pemerintah Amerika Serikat dalam kepemimpinan Presiden Joe Biden.

Suara.com - Aliansi Peugeot SA dan Fiat Chrysler Automobiles atau Stellantis, bersama Ford Motor Company, dan General Motors mengeluarkan pernyataan bersama. Isinya meminta dukungan kepada pemerintah Amerika Serikat untuk mewujudkan penjualan kendaraan listrik 50 persen dari total penjualan mereka pada 2030.

Dikutip kantor berita Antara dari pernyataan General Motors pada Minggu (8/8/2021), secara kolektif, Stellantis-Ford-General Motors berkomitmen untuk menciptakan produk, teknologi, dan investasi terbaru. Serta memimpin dalam transisi Amerika Serikat menuju penggunaan kendaraan listrik. Sekaligus mewujudkan Paris Agreement 2015, yaitu membatasi kenaikan temperatur maksimal 1,5 derajat Celsius.

Logo baru General Motors [YouTube GM].
Logo baru General Motors dan komitmen soal mobil listrik [YouTube GM].

Untuk mencapai titik itu, demikian disebutkan General Motors, dibutuhkan perubahan dramatis dari pasar otomotif pasar Amerika Serikat saat ini.

Kondisi seperti disyaratkan di Paris Agreement hanya bisa dicapai dengan penerapan tepat waktu dari rangkaian lengkap kebijakan elektrifikasi yang dilakukan pemerintah. Termasuk di dalamnya pemberian insentif bagi pembelian kendaraan listrik, jaringan pengisian daya atau Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum atau SPKLU, sampai riset dan pengembangan.

Baca Juga: Geely dan Renault Kerja Sama Percepat Transisi Menuju Mobil Listrik

"Kami berharap dapat bekerja sama dengan Pemerintahan Biden, Kongres dan pemerintah negara bagian, serta lokal untuk memberlakukan kebijakan yang akan memungkinkan tujuan ambisius ini," demikian tandas General Motors.

Ford Mustang Mach-E [Ford Official via ANTARA News].
Ford Mustang Mach-E, produk mobil listrik Ford. Sebagai ilustrasi [Ford Official via ANTARA News].

Demi masa depan nol emisi, General Motors berkomitmen mengembangkan produk serba tenaga listrik, dan telah menyusun road-map tentang penghapusan emisi knalpot dari kendaraan ringan yang diproduksi mulai 2035.

"Kami senang bisa bergabung dalam pernyataan bersama hari ini. Tentang aspirasi melakukan produksi 40-50 persen kendaraan listrik dari total volume seluruh penjualan tahunan mobil listrik Amerika Serikat pada 2030," jelas General Motors sebagaimana dikutip kantor berita Antara.

Untuk mencapai komitmen itu, maka bersama-sama Stellantis-Ford Motor Company-General Motors siap terus bekerja sama dengan Administrasi Biden, Kongres, dan pemerintah negara bagian dan lokal untuk penerapan kebijakan yang mendukung untuk kepentingan tenaga kerja, diler, pelanggan, dan komunitas.

Baca Juga: Mobil Listrik Dinilai Akan Mengubah Cara Berpikir Industri Otomotif

Komentar