alexametrics

Perkuat Perlindungan Data, China Pastikan Industri Otomotif Perhatikan Privasi Pengguna

RR Ukirsari Manggalani
Perkuat Perlindungan Data, China Pastikan Industri Otomotif Perhatikan Privasi Pengguna
Guangzhou Auto Show, sebagai ilustrasi salah satu tempat pentas industri otomotif China [Shutterstock].

China mendorong perusahaan otomotif untuk ikut serta memperkuat perlindungan data.

Suara.com - September nanti, China akan menerapkan Undang-Undang Keamanan Data. Intinya mengharuskan perusahaan yang memproses "data penting" agar melakukan penilaian risiko dan menyerahkan laporan. Termasuk di dalamnya adalah para pelaku industri otomotif.

Dikutip kantor berita Antara dari Reuters, pemerintah China telah meminta para pembuat mobil untuk memperkuat perlindungan data. Juga menyimpan data penting atau data kunci yang dihasilkan secara lokal di negara itu.

Situasi ini terjadi di tengah dorongan China dalam memastikan keamanan data dari hasil kendaraan yang terhubung karena proliferasi mobil pintar. Di antaranya seperti kejadian Tesla sebagai kendaraan listrik cerdas, mampu memicu kekhawatiran tentang keamanan nasional. Juga sejalan dengan tujuan lebih luas, yaitu memperketat kebijakan seputar privasi.

Foto yang diabadikan pada 26 Oktober 2020 ini menunjukkan kendaraan Tesla Model 3 yang diproduksi di China (made in China) di pabrik giga Tesla yang berada di Shanghai, China timur. [Foto: Antara]
Tesla Model 3 di Shanghai Gigafactory, China [ANTARA].

Pada April 2021, China telah mengeluarkan versi kedua dari rancangan Undang-Undang Perlindungan Informasi Pribadi. Isinya menyatakan agar platform teknologi memberlakukan langkah-langkah lebih ketat untuk memastikan keamanan penyimpanan data pengguna.

Baca Juga: Optimistis Tesla Gigafactory Jerman Segera Rampung, Elon Musk Sebar Undangan

Menurut kebijakan baru yang diterbitkan Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi, di situsnya disebutkan pembuat mobil perlu mendapatkan persetujuan pembuat peraturan bila hendak mengekspor data penting, juga sebelum memperbarui sistem dalam mobil.

Kebijakan ini tidak termasuk hukuman jika perusahaan gagal mengikuti aturan.

Bila menengok kembali salah satu latar belakang pengambilan kebijakan menyoal perlindungan data pribadi pengguna mobil ini, beberapa saat lalu militer China menyampaikan keberatan. Tepatnya melarang produk buatan Tesla parkir di dekat perkantoran mereka.

Sementara itu, Elon Musk selaku orang nomor satu Tesla menyatakan siap angkat kaki dari Negeri Tirai Bambu, bila mobil listrik buatan pabriknya terbukti menyalahgunakan data pribadi pengguna.

Baca Juga: Mantap, Kalbar Ekspor Pasta Durian Senilai Rp 1,8 Miliar ke China

Komentar