Viral Curhatan Sedih Pengusaha, Pekarangan Toko Direbut Ormas Biar Bisa Narik Duit Parkir

Cesar Uji Tawakal

Senin, 30 Agustus 2021 | 15:24 WIB
Viral Curhatan Sedih Pengusaha, Pekarangan Toko Direbut Ormas Biar Bisa Narik Duit Parkir
Ilustrasi motor parkir. (pixabay)

Suara.com - Walau terkesan sederhana, namun urusan parkir kendaraan baik mobil maupun motor bisa membawa masalah pelik, termasuk bagi para pengusaha pemula.

Seperti pada curhatan warganet yang viral ini, di mana ia berkeluh kesah mengenai kendala yang ia temui saat membuka usaha gara-gara urusan parkir.

Kisah tersebut terekspos di dunia maya melalui hasil tangkapan layar yang diunggah oleh akun Twitter @SeputarTetangga, Minggu (29/8/2021).

Dalam cuitan ini, seorang pengusaha kosmetik mendapat masalah gegara ada oknum tetangga yang ingin menarik duit parkir pada pelanggan di lahan toko tersebut.

"Dari awal memang tidak menggunakan tukang parkir karena pelangganku rata-rata masih usia sekolah, belanja tak sampai 15 menit," ungkap warganet yang tak bisa disebutkan namanya ini.

"Kebetulan aku tinggal di daerah yang terkenal banyak preman kecil-kecilan. Beberapa kali minta untuk mengambil lahan parkir tapi tak kuperbolehkan, karena parkirnya di pekarangan rumah. Selain itu, ada faktor kasihan pada pelanggan (pernah ada yang protes karena ditarik parkir)," lanjutnya lagi.

Viral curhatan pengusaha dapat perlakuan rasis karena urusan lahan parkir. (Twitter)
Viral curhatan pengusaha dapat perlakuan rasis karena urusan lahan parkir. (Twitter)

Ia menuliskan bahwa ada tetangganya yang menelpon orang tua pengusaha untuk meminta lahan parkir, namun pengusaha kosmetik ini menolak permintaan tersebut.

"Sebulan yang lalu ada tetanggaku yang menelpon papaku untuk minta lahan parkir. Tentu saja tak kuberikan. (Kemarin aku baru tahu ternyata akhirnya dia meminta bantuan ormas untuk merebut lahan parkir," tulisnya lagi.

"Kemarin awalnya ada enam orang ormas datang ke toko. Sebagai informasi, aku jarang standby di toko karena di masa pandemi saya tak berani beramai-ramai," ungkapnya.

baca juga

"Dua jam kemudian, mereka beramai-ramai datang ke rumah, kebetulan hanya mamaku yang didepan karena aku ketiduran. Aku kaget pas bangun mamaku bengong, matanya berkaca-kaca sambil bercerita kalau didatangi orang-orang itu," terusnya.

Sesaat kemudian, pengusaha kosmetik ini keluar dari kediamannya dan masih ditunggu oleh oknum-oknnum tersebut.

Ilustrasi lahan parkir. [Shutterstock]
Ilustrasi lahan parkir. [Shutterstock]

"Aku tanya mau apa, sudah ngobrol baik-baik, lalu mereka menyingkir pindah ke warung depan tokoku," lanjutnya.

Ia juga bercerita bahwa selama dua jam tersebut, sekelompok orang ini rupanya mengusir pelanggan toko. Sang pemilik toko ini sempat memarahi orang tersebut dan merekam mereka, hingga orang-orang ini pulang.

"Tidak lama kemudian, mereka kembali dengan membawa 20 orang, menutup akses masuk toko, nyaris memukul adikku,"

Kerumuman ini pun bertambah hingga 40 orang, pengusaha ini pun mengalah.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ketakutan Lihat Konvoi Dikira Geng Motor, S Ceburkan Diri dan Tewas di Kali Ciliwung

Ketakutan Lihat Konvoi Dikira Geng Motor, S Ceburkan Diri dan Tewas di Kali Ciliwung

Jakarta | Senin, 30 Agustus 2021 | 15:18 WIB

Viral Pemuda Ngamuk Diberhentikan Polisi, Emosi sampai Pukul Motor

Viral Pemuda Ngamuk Diberhentikan Polisi, Emosi sampai Pukul Motor

News | Senin, 30 Agustus 2021 | 14:15 WIB

Yamaha Pamerkan 'Mesin Terbang' Baru, Ternyata Ini Fungsinya

Yamaha Pamerkan 'Mesin Terbang' Baru, Ternyata Ini Fungsinya

Otomotif | Senin, 30 Agustus 2021 | 13:54 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×