alexametrics

Akibat Kekurangan Chip Semikonduktor, Toyota Pangkas Jumlah Produksi Global

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Akibat Kekurangan Chip Semikonduktor, Toyota Pangkas Jumlah Produksi Global
Logo Toyota. Sebagai ilustrasi [Cicero7/Pixabay]

Pengurangan pasokan suku cadang disebabkan meningkatnya angka COVID-19 di Malaysia dan Vietnam.

Suara.com - Toyota dikabarkan telah memangkas jumlah produksi global sebanyak 15 persen sepanjang November 2021 akibat kekurangan chip semikonduktor.

Pengurangan pasokan suku cadang selama September dan Oktober disebabkan meningkatnya angka COVID-19 di Malaysia dan Vietnam, yang menyebabkan Toyota memangkas produksi setahun penuh hingga 31 Maret sebanyak 300.000 kendaraan menjadi sembilan juta kendaraan, demikian disebutkan surat kabar The Star. Dua negara ini termasuk sebagai pemasok suku cadang Toyota.

Ilustrasi sparepart otomotif. [Shutterstock]
Ilustrasi sparepart otomotif. [Shutterstock]

Namun pembuat mobil asal Jepang ini disebut telah siap untuk memulai kembali produksi yang sebelumnya dipengaruhi oleh kekurangan komponen. Tujuannya untuk memulihkan sekitar sepertiga dari volume produksi yang hilang karena gangguan pasokan.

Saat ini Toyota telah meminta pemasok komponen untuk peningkatan produksi chip agar perusahaan dapat memproduksi 97.000 kendaraan tambahan antara Desember sampai Maret 2022.

Baca Juga: Toyota bZ4X Concept, Siap Masuk Lini Produksi Paruh 2022

Toyota juga tengah mempertimbangkan untuk melakukan sistem shift pada akhir pekan untuk memenuhi permintaan tambahan itu.

"Saya tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi, tetapi saya pikir kita sedang melalui periode terburuk dari risiko produksi yang lebih rendah," kata wakil kepala Toyota, Kazunari Kumakura dalam briefing online, sebagaimana disebutkan The Star.

Toyota adalah salah satu pembuat mobil yang memangkas jumlah produksinya karena kekurangan suku cadang. Juga telah memperkuat rantai pasokannya dari gangguan setelah gempa bumi 2011 di Jepang.

Selain penutupan pabrik karena lockdown pandemi COVID-19, kekurangan pasokan komponen diperparah oleh permintaan semikonduktor tambahan karena pelanggan yang tinggal di rumah membeli lebih banyak barang elektronik.

Baca Juga: Menuju Netralitas Karbon, Toyota Sematkan Sistem Pembangkit Tenaga Surya

Komentar