facebook

Volkswagen Kembangkan Sistem Recharging EV, Baterai Terisi 80 Persen dalam 10 Menit

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan
Volkswagen Kembangkan Sistem Recharging EV, Baterai Terisi 80 Persen dalam 10 Menit
Porsche Taycan All Electric dengan setting fast recharging [Porsche Indonesia via ANTARA].

Porsche Taycan dijadikan mobil uji coba pengisian ulang tenaga listrik cepat.

Suara.com - Pusat Inovasi Volkswagen Group of America di Knoxville, unit teknologi perusahaan untuk ilmu material terapan, memperluas kolaborasi penelitiannya dengan Laboratorium Nasional Oak Ridge (ORNL) dan Universitas Tennessee, dalam sistem pengisian baterai mobil listrik.

Kolaborasi bakal menciptakan terobosan dalam ilmu material dan konsep daur ulang untuk mendukung mobilitas listrik dan transportasi berkelanjutan.

Proyek pertama menghadirkan sistem yang lebih komprehensif dalam sistem pengisian ulang secara nirkabel. Ketiganya berencana mengerjakan konsep pengisian EV nirkabel berdaya tinggi terhadap Porsche Taycan.

DC wallbox, salah satu dari tiga perangkat pengisi daya baterai mobil listrik Volkswagen [Volkswagen via ANTARA].
DC wallbox, salah satu dari tiga perangkat pengisi daya baterai mobil listrik Volkswagen. Sebagai ilustrasi produk charging yang sudah dikembangkan Volkswagen [Volkswagen via ANTARA].

Caranya membuat terobosan dalam desain pengisian nirkabel yang berfokus pada gelombang elektromagnetik dengan menghilangkan interferensi.

Baca Juga: New Porsche Taycan Cross Turismo Miliki 4 Varian, Siap Hadir di Tanah Air

Dalam tahap uji coba awal, hasilnya cukup menjanjikan. Sistem prototipe menunjukkan efisiensi hingga 98 persen. Berarti hampir semua daya pada sistem pengisi daya mengalir ke kendaraan.

Bekerja sama dengan VW, tim telah mampu meningkatkan daya dari 6,6 kW menjadi 120 kW.

Namun tujuannya adalah untuk mencapai daya hingga 300 kW dan memungkinkan Porsche Taycan mengisi daya hingga 80 persen hanya dalam 10 menit.

"Kami sangat senang bekerja dengan Volkswagen untuk mendemonstrasikan teknologi pengisian daya nirkabel ultra-efisien ORNL yang bertenaga tinggi," papar Xin Sun, Associate Laboratory Director for Energy Science and Technology di ORNL, dikutip dari Carscoops.

Ia menambahkan, sistem yang dikembangkan mampu memberikan tingkat transfer berdaya tinggi dengan sistem yang lebih ringkas. Hal ini dapat mengurangi kecemasan para pengguna kendaraan listrik terkait jarak tempuh mobil.

Baca Juga: Dampak Kelangkaan Chip, Pabrik Volkswagen Kembali seperti Tahun 50-an

Namun penelitian ini akan berkembang lebih jauh ke bidang-bidang seperti bahan fungsional tingkat lanjut. Di antaranya termasuk bagian bodi mobil komposit, bahan nabati untuk desain interior, dan konsep daur ulang baru untuk bahan yang secara historis dianggap tidak dapat didaur ulang.

"Grup Volkswagen global bertujuan untuk membangun visi mobilitas masa depan yang lebih berkelanjutan di seluruh dunia, dan kami menghubungkan para peneliti terbaik di dunia untuk mewujudkannya," tukas Nikolai Ardey, Direktur Eksekutif Riset Grup di Grup Volkswagen.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar