Ini Faktor Utama Baterai Mobil Listrik Cepat Habis: Bukan Geber AC di Musim Panas!

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Senin, 05 Januari 2026 | 10:57 WIB
Ini Faktor Utama Baterai Mobil Listrik Cepat Habis: Bukan Geber AC di Musim Panas!
BYD Racco. (Suara.com/Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Riset Geotab menunjukkan kecepatan berkendara adalah faktor terbesar penguras baterai mobil listrik, bukan penggunaan pendingin kabin (AC).
  • Simulasi menunjukkan peningkatan kecepatan dari 80 km/jam menjadi 128 km/jam menurunkan jarak tempuh van listrik hingga 39 persen.
  • Perjalanan dalam kota lebih hemat energi karena hambatan udara minim dan regeneratif pengereman memaksimalkan penghematan daya baterai.

Suara.com - Banyak orang mengira bahwa menyalakan AC mobil listrik saat musim panas adalah penyebab utama baterai cepat habis.

Namun, riset terbaru dari Geotab, perusahaan global di bidang solusi kendaraan terhubung, justru menunjukkan hal berbeda. Faktor paling besar menguras baterai mobil listrik bukanlah pendingin kabin, melainkan kecepatan berkendara.

Dalam penelitian yang melibatkan lebih dari tiga juta perjalanan EV, Geotab menemukan bahwa konsumsi energi dari AC relatif kecil dibandingkan dengan energi yang dibutuhkan untuk melawan hambatan udara saat mobil melaju cepat.

Di kecepatan rendah, memang terlihat dampak AC pada baterai mobil listrik karena hambatan udara minim.

Tapi begitu mobil melaju di jalan raya, efek AC nyaris tak berarti dibandingkan energi yang terkuras akibat kecepatan tinggi.

Kecepatan Jadi Biang Kerok

Contoh paling jelas terlihat pada simulasi mobil van listrik dengan baterai 65 kWh.

  • Pada kecepatan 80 km/jam dengan suhu luar 30°C dan AC menyala, jarak tempuhnya sekitar 230 km.
  • Naik ke 96 km/jam, jarak turun jadi 195 km.
  • Di 112 km/jam, jarak tinggal 166 km.
  • Saat dipacu 128 km/jam, jarak tempuh anjlok ke 142 km.

Artinya, ada penurunan sekitar 39 persen hanya karena peningkatan kecepatan dari 80 km/jam ke 128 km/jam.

Sedan listrik menunjukkan pola serupa meski aerodinamikanya lebih baik.

Baca Juga: Daftar Harga Mobil Listrik Terbaru di Indonesia Januari 2026, BYD, Chery, Geely, Wuling dan Hyundai

  • Pada 80 km/jam dengan suhu 30°C, jarak tempuh bisa 446 km.
  • Di 96 km/jam, turun jadi 404 km.
  • Pada 112 km/jam, jarak tinggal 364 km.
  • Saat melaju 128 km/jam, jarak hanya 322 km.

Penurunan ini mencapai 28 persen dari kecepatan paling efisien.

Kondisi Kota vs Jalan Tol

mobil listrik 8 seater pesaing byd m6/infoev.id
Ilustrasi mobil listrik. (infoev.id)

Menariknya, di dalam kota mobil listrik justru lebih hemat energi. Alasannya, kecepatan rendah membuat hambatan udara kecil, sementara sistem regenerative braking bekerja maksimal saat sering berhenti dan melaju.

Itulah sebabnya banyak pengguna EV bisa berkendara berhari-hari di kota tanpa perlu sering mengisi daya.

Sebaliknya, di jalan tol atau perjalanan jauh, energi terkuras lebih cepat. Bukan karena AC, melainkan karena kecepatan tinggi yang membuat mobil harus melawan hambatan udara lebih besar.

Menurut Autoevolution, Riset Geotab menegaskan bahwa kecepatan adalah faktor utama yang menguras baterai mobil listrik, bukan penggunaan AC di musim panas.

×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI