alexametrics

Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru, Ini Kendaraan Kementerian PUPR di Lokasi Bencana

RR Ukirsari Manggalani
Tanggap Darurat Erupsi Gunung Semeru, Ini Kendaraan Kementerian PUPR di Lokasi Bencana
Kementerian PUPR menerjunkan tim dan alat berat untuk tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur [ANTARA/HO-Kementerian PUPR]

Kementerian PUPR menerjunkan tim dan alat berat di lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru.

Suara.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) bergerak cepat membantu percepatan penanganan darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Yaitu menerjunkan tim tanggap darurat dan alat berat termasuk mobil dimensi besar.

Dikutip dari kantor berita Antara, data sementara lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang berada di Desa Supiturang dan Curah Kobokan di Kecamatan Pronojiwo. Juga Desa Sumber Wuluh di Kecamatan Candipuro. Saat ini masih terus dilakukan pendataan terkait kerusakan dan korban jiwa.

"Penanganan tanggap darurat bencana alam erupsi Gunung Semeru atas perintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu korban bencana dan mengambil langkah-langkah penanganan jangka pendek dan panjang," jelas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu (5/12/2021).

Warga mengungsi dengan kendaraan bermotor roda dua saat Gunung Semeru meletus, saat ini satu jembatan mengalami kerusakan [ANTARA Foto].
Warga mengungsi dengan kendaraan bermotor roda dua saat Gunung Semeru meletus, saat ini satu jembatan mengalami kerusakan [ANTARA Foto].

Adapun bantuan yang diberikan Kementerian PUPR melalui Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, Ditjen Cipta Karya, yaitu:

Baca Juga: Best 5 Oto: Hunian Mewah Serba Lamborghini, Kemitraan Ford-GlobalFoundries dan Toyota-BYD

  • Mobilisasi 10 unit Hidran Umum (HU) kapasitas 2.000 liter
  • Empat unit Mobil Tangki Air (MTA) kapasitas 4.000 liter
  • Enam unit tenda hunian darurat
  • Satu mobil toilet
  • 10 personel tanggap darurat.

Saat ini, dukungan peralatan sudah berada di lokasi dan akan segera diinstall di lokasi-lokasi pengungsian sesuai hasil koordinasi dengan BPBD Lumajang.

Sementara itu, dukungan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Ditjen Sumber Daya Air adalah mengerahkan alat berat untuk mempercepat evakuasi korban dan pembersihan kawasan terdampak, berupa:

  • Satu unit excavator
  • Satu unit loader
  • Dua dump truck
  • Perlengkapan tambahan berupa satu set lighting lamp, satu unit MTA dan alkon
  • Dua drum solar serta oli hidrolik dan oli mesin.

Langkah-langkah tanggap darurat juga dilakukan Kementerian PUPR melalui Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali dengan melakukan pembersihan jaringan jalan untuk memulihkan konektivitas, baik jalan nasional, provinsi, maupun kabupaten dengan mengerahkan:

  • Tiga unit loader
  • Satu grader
  • Empat unit excavator
  • Satu unit dozer
  • Empat unit dump truck
  • Satu unit water tank kapasitas 5.000 liter.

Informasi sementara, terdapat 1 (satu) jembatan runtuh akibat lahar dingin Gunung Semeru yakni Jembatan Besuk Koboan yang berada di Ruas Jalan Nasional Turen - Lumajang. Jembatan Besuk Kobokan dibangun pada 1997 memiliki panjang bentang 129 m, dan lebar 9,6 m.

Saat ini Tim Tanggap Darurat Kementerian PUPR baru bisa mendekat ke beberapa titik lokasi Jembatan Besuk Koboan karena tebalnya lumpur dan masih berada di zona berbahaya.

Baca Juga: Kembangkan Sedan Listrik, Toyota Akan Gunakan Baterai Buatan BYD

Langkah penanganan dilakukan dengan mencari jalur-jalur alternatif untuk menghubungkan Lumajang - Turen -Malang yang putus akibat robohnya Jembatan Besuk Koboan.

Erupsi Gunung Semeru terjadi pada Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 15.00 WIB, mengeluarkan abu vulkanik mengarah ke wilayah Besuk Koboan. Tercatat wilayah terdampak paling parah berada di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro di Kabupaten Lumajang.

Kementerian PUPR melalui balai-balai di Jawa Timur terus berkoordinasi dengan Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD), Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Kabupaten Lumajang dalam rangka verifikasi data dan pelaksanaan langkah-langkah penanganan jangka pendek maupun jangka panjang.

Komentar