facebook

Target Toyota di 2030: Penjualan Global 3,5 Juta Unit Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani
Target Toyota di 2030: Penjualan Global 3,5 Juta Unit Mobil Listrik
Toyota C+Pod diapit Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto (kedua kiri) dan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita (kedua kanan) bersama President Director PT Toyota -Astra Motor (TAM) Susumu Matsuda (kiri), dan Vice President Director PT Toyota -Astra Motor (TAM) Henry Tanoto (kanan) usai pembukaan GIIAS 2021. Sebagai ilustrasi produk mobil listrik Toyota [Antara]

Pimpinan Toyota, Akio Toyoda juga mengungkapkan komitmen serius perusahaannya untuk BEV dan PHEV.

Suara.com - Toyota Motor Corporation menetapkan target untuk menjual 3,5 juta kendaraan listrik secara global pada 2030.

Dikutip kantor berita Antara dari kantor berita Kyodo menjelang akhir pekan lalu, produsen mobil asal Jepang ini mengatakan siap untuk menginvestasikan 8 triliun yen atau sekira 70 miliar dollar Amerika Serikat (AS) untuk mobil listrik pada 2030, dan meluncurkan 30 model EV secara global di tahun yang sama.

"Situasi seputar energi berbeda dari satu wilayah ke wilayah lainnya. Oleh karena itu, Toyota ingin memenuhi situasi dan kebutuhan berbagai negara dan wilayah dengan menawarkan berbagai pilihan dalam hal netralitas karbon," jelas Presiden Akio Toyoda dalam konferensi pers.

Akio Toyoda, CEO Toyota Motor Corp., Jepang [Shutterstock].
Akio Toyoda, CEO Toyota Motor Corp., Jepang [Shutterstock].

Sebelumnya, Toyota menyebutkan bahwa dari delapan juta mobil listrik yang akan dijual pada 2030, dua juta di antaranya akan menjadi kendaraan listrik baterai dan kendaraan sel bahan bakar.

Baca Juga: Terjun ke Industri Otomotif, Samsung Produksi Chip Khusus Mobil Listrik dan Swakemudi

Akio Toyoda juga menyatakan bahwa produsen mobil terbesar di dunia berdasarkan volume itu juga akan meningkatkan investasinya dalam pengembangan baterai menjadi 2 triliun yen dari 1,5 triliun yen yang diumumkan sebelumnya.

Pengumuman ini muncul saat pembuat mobil di seluruh dunia sedang beralih ke mobil listrik untuk memainkan peran mereka dalam upaya global mengurangi emisi karbon dioksida.

Toyota telah berupaya membangun "barisan lengkap" kendaraan listrik. Termasuk EV dan hybrid serta kendaraan sel bahan bakar yang menggunakan hidrogen, dengan mengatakan ingin menawarkan opsi berbeda kepada pelanggan.

Namun pendekatan ini terkadang menuai kritik karena pesimistis terhadap pengembangan EV.

"Kami serius dengan BEV dan PHEV (kendaraan hybrid fuel cell). Kami juga masih serius dengan kendaraan berbahan bakar bensin," jelas Akio Toyoda seraya menekankan kebijakan bisnisnya telah konsisten.

Baca Juga: Petikan Buku "Industri Otomotif untuk Negeri: Menjadi Pemain Utama Era Mobil Listrik"

Awal tahun ini, perusahaan mengatakan akan memperkenalkan 15 model kendaraan listrik pada tahun 2025. Perusahaan akan mulai menjual model listrik baru Toyota bZ4X pada pertengahan 2022 di Jepang, Amerika Utara dan Eropa.

Sebagai bagian dari dorongannya untuk netralitas karbon, Toyota mengatakan pada pekan lalu bahwa pihaknya akan membangun dan mulai mengoperasikan pabrik baterai otomotif di North Carolina pada 2025, menginvestasikan 1,29 miliar dollar AS untuk peluncuran pabrik pertamanya di Amerika Utara.

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS

Komentar