Ramai Curhatan Pemobil yang Kena Palak Oknum Petugas Derek Tol, Ditodong Bayar Rp 1 Juta sesudah Sampai Tujuan

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Kamis, 03 Maret 2022 | 14:40 WIB
Ramai Curhatan Pemobil yang Kena Palak Oknum Petugas Derek Tol, Ditodong Bayar Rp 1 Juta sesudah Sampai Tujuan
Curhat pemobil kena palak oknum derek di jalan tol hingga Rp 1 juta (Twitter)

Suara.com - Curhatan seorang pemobil yang nyaris kena apes saat mengalami mogok di jalan tol viral di media sosial. Ia ditodong petugas derek tol sebesar Rp 1 juta sampai tujuan.

Kisah ini diabadikan dalam sebuah unggahan akun Twitter @dikakush. Dalam unggahannya tersebut, diceritakan kronologi bagaimana pemobil ditodong oknum petugas derek tol hingga Rp 1 juta.

Saat dihubungi redaksi Suara.com, ia bercerita insiden tersebut dengan runtut. Awalnya, pemobil melintas di sebuah Tol Jagorawi. Di tengah perjalanan, mobil yang dikendarainya mengalami mogok.

Ia menduga penyebab mogok karena adanya masalah pada kelistrikan mobil. Lalu, pemilik akun tersebut berinisiatif untuk memanggil hotline di jalan tol tersebut yakin 021-14080.

Curhat pemobil kena palak oknum derek di jalan tol hingga Rp 1 juta (Twitter)
Curhat pemobil kena palak oknum derek di jalan tol hingga Rp 1 juta (Twitter)

Selang 10 menit kemudian, petugas tol tersebut pun datang dan menghampirinya. Lalu petugas tersebut menanyakan permasalahan pada mobil pemilik akun tersebut.

Ia pun menjelaskan kepada petugas kalau penyebab mogok diduga karena maslah kelistrikan pada mobil. Pemobil pun lalu hendak meminjam jumper aki kepada petugas.

Namun petugas menjawab tidak memiliki jumper. Selang beberapa detik, petugas tol tersebut menyarankan untuk menderek mobilnya saja.

Pemobil pun setuju dan mencoba untuk menghubungi jasa mobil derek. Selang 10 menit kemudian, 2 orang petugas derek mobil datang.

Pemobi meminta untuk menderek mobil ke Honda Cibinong yang jaraknya kurang dari 1 kilometer dari lokasi dirinya saat itu.

baca juga

Lalu kemudian petugas derek pun meminta kepada pemobil terkait biaya jasa derek menuju lokasi. Petugas meminta pemobil untuk membayar Rp 1 juta agar bisa diantar ke lokasi.

Sontak pemobil pun kaget mendengar jawaban dari petugas derek tersebut.

"Rp 1 juta? Lo pikir ini mobil Ferrari? Lu gila ya," jawab pemobil.

Hingga akhirnya gontok-gontokan, petugas derek pun lalu menurunkan tarifnya hingga setengah dari harga semula yakni Rp 500 ribu.

Ia masih tidak percaya dengan tarif yang diberlakukannya tersebut. Dalam akun Twitter-nya pun ia mengunggah foto tarif resmi yang berlaku ketika mobil diderek petugas.

Curhat pemobil kena palak oknum derek di jalan tol hingga Rp 1 juta (Twitter)
Curhat pemobil kena palak oknum derek di jalan tol hingga Rp 1 juta (Twitter)

Untuk kendaraan golongan 1, dikenakan tarif Rp 100 ribu plus Rp 8 ribu per kilometer. Untuk non-golongan 1 dikenakan tarif sebesar Rp 135 ribu plus Rp 10 ribu per kilometer.

Mobil pemilik akun masuk golongan 1 sehingga tarif yang dikenakan seharusnya sebesar Rp 100 ribu ditambah dengan Rp 2.800 karena jaraknya cuma 350 meter saja.

Pemobil pun lalu menelpon pihak hotline pengelola jalan tol tersebut dan mengklarifikasinya apakah benar biaya derek tembus Rp 500 ribu.

Ketika hendak ditelpon pun, petugas derek akhirnya mau untuk menderek mobilnya dengan terpaksa.

Selama perjalanan, pemobil pun sempat menginvestigasi kepada petugas derek tentang biaya yang dibayarkannya kenapa bisa mahal sekali.

Petugas derek pun hanya diam saja selama perjalanan. Lalu tibalah mobil pemilik akun ke bengkel.

Di saat hendak membayar, salah satu dari petugas derek tadi yang menyetir mobil derek memberikan kuitansi atau tanda bukti tentang biaya yang harus dibayarkan.

Pemobil kaget mendengar ucapan dari petugas tadi yang mengaku minta ditambahin. Petugas tersebut mengaku kalau mereka harus setoran ke salah satu pihak dan sisanya untuk membeli solar sendiri.

Pemobil pun kaget mendengar jawaban petugas tadi. Perusahaan masak tidak menyediakan anggaran untuk beli solar mobil derek sih.

Alhasil pemobil pun hanya memberikan tarif resmi sesuai aturan yakni sebesar Rp 115 ribu saja.

Lalu petugas derek pun pergi dan menerima uang pembayaran jasa derek tersebut.

Curhat ini pun viral di media sosial dan mendapatkan respons dari warganet di kolom komentar.

"Pengalaman mogok di Tol Tanggerang Merak, sampai pintu keluar gratis, setelahnya baru dihitung per KM. Itupun sesuai sama tarifnya. BUMN memang harus banyak belajar Tata Kelola sama Swasta (PT MMS selaku pengelola jalan tol Jakarta-Merak)," tulis @Jiher***.

"Gua pernah nih kena di ipul larang, doi minta 250k per next km, terus ia radiator jebol di derek ampe pintu tol doang terus ditinggal, nggak paham sih item di atas putihnya bagaimana, cuma praktek ginian sering dipake karena kita nggak punya opsi lain," beber @ilam***.

"Gua pernah ngalamin ni. Suatu ketika mobil gua kampas kopling nya abis di tol daerah Cibubur kalo nggak salah, untung nya pas mati deket sama Pintu Tol jadi gua langsung jalan kaki aja nanya info derek karna posisi udah jam 1 malem," celetuk @And***.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Pemobil Ukraina Tawari Bantuan ke Tentara yang Tanknya Kehabisan Bahan Bakar: Mau Diderek Balik ke Rusia?

Viral Pemobil Ukraina Tawari Bantuan ke Tentara yang Tanknya Kehabisan Bahan Bakar: Mau Diderek Balik ke Rusia?

Otomotif | Minggu, 27 Februari 2022 | 16:28 WIB

Viral! Tim Basarnas Diduga Dipalak Saat Mau Tolong Korban Tenggelam di Tuana Tuha Kukar, Warganet Sindir Pemkab

Viral! Tim Basarnas Diduga Dipalak Saat Mau Tolong Korban Tenggelam di Tuana Tuha Kukar, Warganet Sindir Pemkab

Kaltim | Selasa, 08 Februari 2022 | 14:17 WIB

Deretan Potret Tingkah Konyol Pemobil Perbaiki Kendaraan Rusak, Caranya Bikin Tepok Jidat

Deretan Potret Tingkah Konyol Pemobil Perbaiki Kendaraan Rusak, Caranya Bikin Tepok Jidat

Otomotif | Senin, 07 Februari 2022 | 15:00 WIB

Terkini

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Momen Kaesang Pangarep Ajak Anak Penyintas Gempa Palue Main Catur dan Ular Tangga

Bali | Rabu, 16 September 2026 | 23:24 WIB

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Menkeu Suahasil Akan Evaluasi Perombakan Ratusan Pejabat Kemenkeu Era Purbaya

Bisnis | Rabu, 16 September 2026 | 23:11 WIB

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Teknologi Silicon-Carbon dan Update 6 Tahun, REDMI Note 17 Mulai Rp3,9 Jutaan

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 23:10 WIB

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Antrean Pertalite Mengular di Bengkulu, Helmi Hasan Malah Ajak Warga Salat Tobat

Sumsel | Rabu, 16 September 2026 | 23:00 WIB

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

44 Ribu Hektare Tanah TNI Bermasalah, TNI Akui Potensi Konflik Agraria Kian Tinggi

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:55 WIB

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Dulu Cuma Scan QR, Kini Pembayaran Digital Makin Pintar dan Menembus Transaksi Global

Tekno | Rabu, 16 September 2026 | 22:49 WIB

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

RUU Reforma Agraria akan Disahkan di Rapat Paripurna 22 September

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:41 WIB

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Dirut BRI: Kekuatan Holding UMi Ditopang oleh Integrasi Keunggulan Entitas

Bri | Rabu, 16 September 2026 | 22:39 WIB

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

MK Minta Kewenangan Bakamla Disusun Ulang, DPR dan Pemerintah Diberi Waktu 2 Tahun

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:31 WIB

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

Prabowo Ingin Pembakaran Hutan Digolongkan 'Terorisme Ekologi', Sanksi Bakal Diperberat!

News | Rabu, 16 September 2026 | 22:22 WIB

×