Sempat Jeda, Produksi Mobil Renault di Rusia akan Lanjut Lagi

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Selasa, 22 Maret 2022 | 17:23 WIB
Sempat Jeda, Produksi Mobil Renault di Rusia akan Lanjut Lagi
Renault Kiger diluncurkan di Indonesia pada Jumat (27/8/2021). [Renault India]

Suara.com - Renault melanjutkan operasi di pabrik Rusia di Moskow pada hari Senin, menurut seorang juru bicara perusahaan dikutip dari Carscoops.

Produsen mobil itu adalah salah satu dari banyak yang menghentikan produksi setelah invasi Rusia ke Ukraina.

Sementara itu, banyak lainnya menarik diri dari pasar sebagai tanggapan terhadap sanksi ekonomi, Renault mengatakan pada akhir Februari bahwa mereka menghentikan produksi karena "perubahan paksa dalam rute logistik yang ada" dan belum menarik diri dari pasar.

Renault adalah pembuat mobil asing terbesar Rusia dan pada pertengahan Maret, sumber yang tidak disebutkan namanya mengatakan tidak ingin keluar dari pasar karena takut kehilangan lokasi produksinya.

Pembuat mobil itu menanggapi ancaman yang dibuat oleh pemerintah Rusia yang menyarankan akan menasionalisasi pabrik produksi perusahaan asing yang menarik diri dari pasar selama invasinya ke Ukraina.

Pembuat mobil Prancis juga memiliki 67,61 persen saham pengendali di Lada Auto Holding, yang pada gilirannya memiliki Avtovaz, pembuat merek kendaraan Lada yang sangat populer.

Secara keseluruhan, Renault mengendalikan sekitar 30 persen dari pasar otomotif Rusia, mempekerjakan sekitar 40.000 orang, dan menghasilkan delapan persen dari pendapatan intinya di sana, menurut Citibank.

Avtovaz mengatakan pada hari Senin bahwa mereka sebagian menghentikan produksi di pabriknya di Togliatti dan Izhevsk antara 21-25 Maret karena kekurangan suku cadang elektronik.

Seiring dengan model Lada, pabrik Izhevsk juga memproduksi Dacia Logan dan Sandero di pabrik, menurut Reuters.

Baca Juga: Membeli Mobil di Australia Kini Harus Menunggu 12 Bulan

Laporan menunjukkan, meskipun, bahwa sanksi ekonomi yang dikenakan terhadap Rusia dapat menyebabkan pasar otomotif menyusut sebesar 50 persen tahun ini. Seiring dengan sanksi ekonomi, jalur pasokan dan jeda produksi telah mempengaruhi pasar juga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI