Managem Group Pasok Kobalt Sulfat Mulai 2025, Renault Amankan Kebutuhan Material Baterai Mobil Listrik

RR Ukirsari Manggalani

Senin, 06 Juni 2022 | 15:27 WIB
Managem Group Pasok Kobalt Sulfat Mulai 2025, Renault Amankan Kebutuhan Material Baterai Mobil Listrik
Renault Megane E-Tech Electric yang diawali dari Megane eVision. Sebagai ilustrasi mobil listrik Renault [Renault via ANTARA].

Suara.com - Renault Group bekerja sama dengan Managem Group untuk mendapatkan pasokan material bagi pembuatan baterai kendaraan listrik. Pemasok asal Maroko ini bergerak di perusahaan pertambangan dan hidrometalurgi.

Dikutip kantor berita Antara dari Battery Industry pada Senin (6/6/2022), dalam kerja sama itu Managem Group akan memasok 5.000 ton kobalt sulfat per tahun kepada perusahaan otomotif asal Prancis Renaut. Jangka ditetapkan tujuh tahun, dengan pengiriman pertama di 2025.

Setelah studi teknik, Managem Group rencananya akan melakukan investasi dalam pembangunan pabrik penambangan di Kompleks industri Guemassa, Maroko. Di tempat ini nantinya bijih kobalt diolah menjadi kobalt sulfat.

Ilustrasi tambang (Unsplash/Billy)
Ilustrasi tambang (Unsplash/Billy)

Melalui kemitraan tadi, artinya Renault telah mendapatkan jaminan pasokan kobalt sulfat yang signifikan. Bisa memenuhi kapasitas produksi baterai tahunan hingga 15 GWh.

Kerja sama langsung keduanya ini akan menjamin sistem keterlacakan jangka panjang untuk rantai pasokan kobalt bagi pembuatan baterai.

Juga bertujuan mengurangi dampak terhadap lingkungan, khususnya berkat pengetahuan Managem Group yang telah mengoptimalkan efisiensi energi di pabriknya. Yaitu menggunakan energi hijau, lebih dari 80 persen di antaranya berasal dari tenaga angin.

Perjanjian ini juga mencakup kemungkinan bagi Managem Group, Renault dan aliansinya, Renault-Nissan-Mitsubishi untuk memajukan kerja sama lebih lanjut dalam penyediaan mangan dan tembaga sulfat, serta daur ulang bahan baterai dalam putaran pendek.

Menyusul pembentukan pusat industri bagi kendaraan listrik Renault ElectriCity, Renault Group memposisikan perusahaan sebagai pemain kunci baterai yang lebih efisien, rendah karbon, dan dapat digunakan kembali.

Renault Group bertujuan mengurangi jejak karbon baterai sebesar 20 persen di 2025, dan 35 persen di tahun 2030, dibandingkan situasi 2020.

baca juga

Selain itu Renault juga menjalin kemitraan dengan Vulcan untuk mengamankan lithium karbon rendah, dan Terrafame untuk nikel sulfat rendah karbon. Seluruhnya menandai langkah baru menuju pengurangan jejak karbon, pembuatan kendaraan listrik, sampai tujuan Renault Group untuk netralitas karbon di Eropa pada 2040.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Lubang Bekas Tambang Jadi Sumber Air Warga, Dicari Skema Aman

Bisnis | Sabtu, 19 September 2026 | 17:50 WIB

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Hilirisasi Nikel RI Belum Beri Dampak Besar ke Warga, UMKM dan Pekerja Lokal Masih Terpinggirkan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 08:27 WIB

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

Laut Raja Ampat Tercemar Tambang, Greenpeace Ungkap Dampaknya bagi Nelayan Adat

News | Senin, 14 September 2026 | 19:23 WIB

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

Izin Tambang Dicabut, Greenpeace Tagih Janji Perusahaan Pulihkan Ekologi Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 18:54 WIB

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Bos CATL Ungkap Risiko Kegagalan Baterai di Tengah Perang Harga Mobil Listrik China

Otomotif | Jum'at, 11 September 2026 | 14:30 WIB

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Industri Tambang Butuh Hunian Cepat, Solusi Modular Mulai Dilirik

Bisnis | Jum'at, 11 September 2026 | 09:38 WIB

PDB Pertambangan Masih Kontraksi, Efisiensi Jadi Ujian Berat Perusahaan Tambang

PDB Pertambangan Masih Kontraksi, Efisiensi Jadi Ujian Berat Perusahaan Tambang

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 20:15 WIB

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Industri Kejar Efisiensi, Perpanjang Umur Aset Jadi Strategi Baru

Bisnis | Kamis, 10 September 2026 | 17:58 WIB

Risiko Masalah Baterai Menghantui Lonjakan Model Mobil Listrik Baru di China

Risiko Masalah Baterai Menghantui Lonjakan Model Mobil Listrik Baru di China

Otomotif | Selasa, 08 September 2026 | 15:05 WIB

Tambang Boleh Mengeruk Bumi, tetapi Wajib Mengembalikan Lahannya

Tambang Boleh Mengeruk Bumi, tetapi Wajib Mengembalikan Lahannya

Your Say | Senin, 07 September 2026 | 20:00 WIB

Terkini

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

Gudang Biji Plastik Ludes Terbakar, Truk Ikut Hangus dan Api Nyaris Merambat

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

Profil KH Hasan Abdullah Sahal yang Berani Pidato Singgung Cari Muka Depan Prabowo Subianto

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:44 WIB

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

8 Cara Menata Kamar Kos Sempit Tanpa Mengecat Tembok Menurut Feng Shui

Lifestyle | Minggu, 20 September 2026 | 13:35 WIB

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Menang Beruntun! Barcelona Tundukkan Sevilla 3-1 dan Tuntaskan Tujuh Laga

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:30 WIB

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

ULTJ Resmi Caplok Frisian Flag Rp14,56 Triliun

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:26 WIB

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

Ada Bukti Kirim di Apartemen Jakbar, Begini Alur Terlacaknya Selebgram Jule Sebelum Diciduk

News | Minggu, 20 September 2026 | 13:20 WIB

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Apakah Layak Beli? Cek Harga iPhone 16 Terbaru September 2026

Tekno | Minggu, 20 September 2026 | 13:17 WIB

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Hubner-Romeny Bawa Fortuna Sittard Menang, Nathan Tjoe-A-On Terpuruk di Dasar Klasemen

Bola | Minggu, 20 September 2026 | 13:14 WIB

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Jargas Gresik dan Sidoarjo Siap Beroperasi, BPH Migas Kebut Penetapan Harga

Bisnis | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

Hutan Hilang, Sawit Tumbuh: Bisakah Ini Disebut Berkelanjutan?

Hutan Hilang, Sawit Tumbuh: Bisakah Ini Disebut Berkelanjutan?

Your Say | Minggu, 20 September 2026 | 13:10 WIB

×