Jawab Tantangan Masa Depan Terkait Tren Automotive Motor Control MCU, Microchip Technology Siapkan Langkah Jitu Ini

Arendya Nariswari | Gagah Radhitya Widiaseno | Suara.com

Jum'at, 10 Juni 2022 | 16:06 WIB
Jawab Tantangan Masa Depan Terkait Tren Automotive Motor Control MCU, Microchip Technology Siapkan Langkah Jitu Ini
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock).

Suara.com - Perkembangan zaman yang begitu pesat membuat beberapa perusahaan harus menerapkan langkah tepat agar tidak merugi. Apalagi di dunia otomotif yang saat ini sedang gencar dikampanyekan untuk beralih ke kendaraan listrik. Hal ini pun direspons oleh langsung oleh perusahaan bernama Mircochip Technology Inc.

Yan Goh selaku Senior Marketing Manager Automotive Products Group Microchip Technology Inc menuturkan bahwa mereka siap untuk menghadapi tantangan masa depan di dunia otomotif khususnya di era kelistrikan.

Setiap pabrikan pasti menargetkan untuk mengembangkan ulang sistem kelistrikan demi generasi berikutnya. Sistem kelistrikan dalam mobil EV (Electric Vehicle) memiliki fungsi yang beragam dari sistem tegangan tinggi hingga rendah.

"Untuk sistem tegangan tinggi, biasanya kami mengacu pada Unit Kontrol Listrik (Electrical Control Unit – ECU) yang bertanggung jawab untuk OBC, DC-DC, motor traksi, inverter HVAC dan sistem BMS. Dalam beberapa contoh ECU ini, terdapat beberapa persyaratan untuk elektronik, khususnya, MCU dan sakelar tegangan tinggi (MOSFET) yang persyaratannya semakin banyak dalam hal daya pemrosesan, keamanan, efisiensi daya dan konektivitas," ujar Yan Goh.

Dalam sistem kelistrikan tegangan rendah terpusat, mereka biasa menyebut sebagai modul komputasi terpusat untuk membantu mengontrol kendaraan yang bertanggung jawab atas aplikasi bodi, pengemudian otonom dan Human Machine Interface (HMI).

Ilustrasi microchip. [Shutterstock]
Ilustrasi microchip. [Shutterstock]

Memang benar bahwa kita melihat tren untuk menggunakan komputasi pusat sebagai bagian paling penting di dalam kendaraan, namun ini tidak sepenuhnya lengkap.

OEM memiliki visi untuk membagi pengendalian kendaraan dari pengendalian domain yang ada menjadi arsitektur berbasis zona menggunakan komputasi pusat sebagai tumpuhan utama dan memanfaatkan komunikasi ethernet kecepatan tinggi sebagai konektivitas utama.

Untuk jenis arsitektur ini, tentu saja membawa banyak peluang bagi Microchip karena permintaan yang lebih tinggi untuk MCU dalam seluruh arsitektur zona yang memastikan skalabilitas, fleksibilitas dan pengurangan kompleksitas untuk OEM.

Dalam pengendalian motor alias motor control yang merupakan area dengan potensi pengembangan terbesar dan paling bernilai tambah, Yan Goh menjelaskan secara terperinci.

Microchip telah memasok solusi untuk semikonduktor otomotif selama lebih dari 20 tahun. Dengan pergeseran pasar otomotif ke arah elektrifikasi dan otonomi, mereka melihat potensi pertumbuhan yang luar biasa sebagai pendorong utama di segmen ini.

"Solusi otomotif kami seperti mikrokontroler kami, alat komunikasi di dalam kendaraan dan HMI telah menjadi pilihan populer di kalangan pemasok otomotif. Jika kita mencermati kendaraan EV, MCU diperlukan di hampir setiap modul atau fungsi seperti pengendalian listrik serta HMI untuk hal-hal sederhana seperti tombol sakelar roda kemudi, tombol lampu, tombol posisi kursi, dan konektivitas di mana setiap ujung simpul kabel di dalam mobil membutuhkan semacam modul pemrosesan menggunakan MCU," tambah Yan Goh.

Modul baterai kendaraan listrik yang akan dikembangkan Ford dan SK Innovation melalui usaha patungan [Ford via ANTARA].
Modul baterai kendaraan listrik yang akan dikembangkan Ford dan SK Innovation melalui usaha patungan [Ford via ANTARA].

Motor control hanyalah salah satu dari banyak aplikasi lain di dalam mobil yang membutuhkan MCU untuk memenuhi fungsinya. Potensi aplikasi MCU baru di dalam mobil sedang mengalami pertumbuhan yang luar biasa diikuti oleh pertumbuhan jumlah motor per mobil.

Lalu untuk tantangan teknis yang mungkin terjadi dan dihadapi MCU pengendalian motor, Yan Goh menyebut akan memaksimalkan efisiensi daya dan memperpendek skala waktu pengembangan.

Dari perspektif EV OEM, ini dimulai dengan target untuk mencapai jarak tempuh lebih banyak per sekali pengisian daya atau seberapa cepat baterai diisi untuk mengoptimalkan pengalaman pengemudi. Dari dua tujuan sederhana ini, ada banyak rangkaian elektronik, terutama fungsi MCU di belakang layar.

Microchip berinvestasi dalam solusi elektronik otomotif dengan tujuan memaksimalkan efisiensi daya dan memperpendek skala waktu pengembangan. Sebagai contoh, untuk mengantisipasi kompleksitas yang dibawa oleh tegangan tinggi, pengisian kecepatan tinggi dan persyaratan efisiensi tinggi dalam mobil listrik, Microchip telah mendedikasikan pasangan elektronik mikrokontroler daya dengan teknologi SiC MOSFET Transistor-Dioda berkemampuan tegangan tinggi yang akan membantu pemasok mencapai peringkat efisiensi tinggi sambil mengurangi waktu pengembangan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kelangkaan Microchip Kian Buruk untuk Perusahaan Otomotif karena Operasi Militer Rusia, Begini Kata Pakar

Kelangkaan Microchip Kian Buruk untuk Perusahaan Otomotif karena Operasi Militer Rusia, Begini Kata Pakar

Otomotif | Sabtu, 12 Maret 2022 | 14:45 WIB

Swedia Buat Microchip Implan untuk Simpan Status Vaksin

Swedia Buat Microchip Implan untuk Simpan Status Vaksin

Video | Minggu, 09 Januari 2022 | 14:10 WIB

Microchip Bukti Vaksin Covid-19 Ditanam ke Tangan Manusia

Microchip Bukti Vaksin Covid-19 Ditanam ke Tangan Manusia

Foto | Minggu, 26 Desember 2021 | 10:00 WIB

Terkini

Chery Tiggo Cross CSH Tiba-Tiba Terbakar di Tol, CSI Beri Penjelasan...

Chery Tiggo Cross CSH Tiba-Tiba Terbakar di Tol, CSI Beri Penjelasan...

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 18:35 WIB

Harga Motor Tembus Setengah Miliar, Sultan Semarang Borong Dua Unit Yamaha TMAX  Sekaligus

Harga Motor Tembus Setengah Miliar, Sultan Semarang Borong Dua Unit Yamaha TMAX Sekaligus

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 18:04 WIB

Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?

Murah nan Awet: Harga Mobil Rush Bekas Dibawah 100 Juta Dapat Tahun Berapa Saja?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 17:53 WIB

Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan

Harga Mobil Listrik Toyota Anjlok, Kini Cuma Rp200 Jutaan

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 17:21 WIB

Fakta Unik Biodiesel B50: Target Kurangi Impor Solar hingga Manfaat Minyak Sawit

Fakta Unik Biodiesel B50: Target Kurangi Impor Solar hingga Manfaat Minyak Sawit

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 16:30 WIB

Aturan Baru Pembelian Pertalite Dibatasi 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi Mulai April 2026

Aturan Baru Pembelian Pertalite Dibatasi 50 Liter per Hari untuk Mobil Pribadi Mulai April 2026

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:55 WIB

Batal Naik April 2026, Ini Bahayanya Menimbun BBM Terlalu Lama di Rumah

Batal Naik April 2026, Ini Bahayanya Menimbun BBM Terlalu Lama di Rumah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:53 WIB

Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa

Apa Itu Biodiesel B50? Wajib Beredar 1 Juli 2026, Ini Bedanya dengan Solar Biasa

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:43 WIB

4 Mobil Bekas Dibawah Rp100 Juta Tahun 2020: Mesin Masih Segar, Pajak Ringan dan Irit Bensin

4 Mobil Bekas Dibawah Rp100 Juta Tahun 2020: Mesin Masih Segar, Pajak Ringan dan Irit Bensin

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:29 WIB

Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?

Perbandingan Harga BBM di Negara ASEAN, Indonesia Masih Paling Murah?

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 15:14 WIB