Carmaker Honda Dukung Wacana Subsidi Pemerintah untuk Mobil Listrik, Bakal Luncurkan Dua Kendaraan Hybrid

Selasa, 20 Desember 2022 | 07:34 WIB
Carmaker Honda Dukung Wacana Subsidi Pemerintah untuk Mobil Listrik, Bakal Luncurkan Dua Kendaraan Hybrid
Honda e:N2 Concept, sebuah purwarupa mobil listrik Honda [Honda Global via ANTARA]

Suara.com - PT Honda Prospect Motor akan meluncurkan dua model hybrid pada 2023. Harapannya bisa membantu dan mendukung gaya hidup ramah lingkungan dengan pengurangan emisi gas buang.

Dikutip dari kantor berita Antara, Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan Honda mendukung wacana pemerintah untuk memberikan insentif bagi pembelian mobil listrik.

"Kami akan mendukung," papar Yusak Billy dalam kesempatan test drive Honda WR-V di Ubud, Bali, Senin (19/12/2022).

Produksi masal Honda WR-V (ANTARA/ho/HPM)
Produksi massal Honda WR-V (ANTARA/ho/HPM)

Honda WR-V sendiri adalah produk PT HPM yang dirancang dan dikembangkan melalui riset dan pengujian langsung dilakukan di Indonesia untuk menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen dan karakter jalan di Tanah Air.

Di Indonesia, Honda WR-V dipasarkan mulai dari yang terendah Type E CVT Rp 271.900.000, untuk Type RS CVT Rp 289.900.000, dan yang tertinggi Rp 309.900.000 on the road Jakarta.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pemerintah akan meminta izin kepada DPR RI terkait insentif mobil listrik yang dicanangkan pemerintah.

Adapun besaran insentif yan diajukan Rp 80 juta rupiah per unit mobil listrik, serta Rp 8 juta untuk pembelian motor listrik. Juga untuk model hybrid serta konversi.

Insentif diberikan kepada pembeli mobil atau motor listrik dari produsen yang memiliki pabrik di Indonesia untuk menumbuhkan ekosistem kendaraan listrik.

Sebelumnya, Staf Khusus Kementerian Koordinator Perekonomian Bidang Pengembangan Industri dan Kawasan, I Gusti Putu Surya Wirawan mengatakan bahwa kendaraan bermesin hibrida (hybrid/plug in hybrid) layak mendapatkan pemerataan insentif non-fiskal layaknya kendaraan berjenis full electric atau mobil listrik murni.

Baca Juga: Penjualan Retail Suzuki pada November 2022 Mengalami Peningkatan, Ditopang All-New Ertiga dan XL7

Menurutnya, jenis kendaraan yang mendapatkan insentif khusus adalah mobil berjenis listrik murni, padahal jenis hibrida juga perlu mendapatkan insentif karena berpotensi meningkatkan populasi mobil ramah lingkungan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI