Ramai Tentang Komunitas Avanza-Xenia yang Arogan, Begini Tips Konvoi yang Aman dan Tertib

Gagah Radhitya Widiaseno

Senin, 11 Desember 2023 | 17:22 WIB
Ramai Tentang Komunitas Avanza-Xenia yang Arogan, Begini Tips Konvoi yang Aman dan Tertib
Test Drive All New Daihatsu Xenia (Suara.com/Gagah Radhitya)

Suara.com - Sempat ramai tentang komunitas Avanza-Xenia yang arogan lantaran salah satu oknum anggota yang mengajak baku hantam pemobil lain di jalan.

Insiden ini bermula saat oknum anggota komunitas tersebut tidak terima disalip oleh pemobil lain. Lalu, ia menghentikan laju pemobil yang menyalipnya tadi dan mengajak ribut di jalan.

Akhirnya, baku hantam pun tak terjadi di jalan. Beberapa anggota komunitas kemudian melerai pertikaian tersebut.

Terlepas dari kasus tersebut, ada beberapa hal yang perlu diketahui ketika melakukan konvoi di jalan. Salah satu pembalap Indonesia Rifat Sungkar memberikan tips bagaimana konvoi yang aman dan tertib ketika di jalan.

Menurutnya, konvoi itu paling penting ada formasi dan dipimpin oleh road captain atau mobil yang berada di paling depan.

"Road captain itu juga tidak boleh punya kebiasaan untuk speed up dan speed down. Artinya road captain harus selalu mengatur mobil dalam kecepatan konstan,” ujar Rifat, dilansir dari Mitsubishi Indonesia.

“Jadi di dalam konvoi itu, rombongan yang paling belakang akan berkendara dalam kecepatan yang lebih dari mobil di depannya. Untuk itu road captain harus selalu berkendara dalam kecepatan konstan," lanjutnya.

Dalam satu road captain, setidaknya mengawal 10 hingga maksimal 12 mobil. Selain itu, mobil yang berada dalam rombongan konvoi juga harus memiliki pengetahuan berkendara yang baik.

Karena menurut Rifat dalam rombongan konvoi itu setiap mobil tidak boleh berada dalam satu garis lurus, melainkan harus satu ke kanan dan satu ke kiri. Paling tidak setengah bodi mobil ke kanan, kemudian di belakangnya setengah bodi ke kiri.

baca juga

“Kenapa begitu? Karena dalam konvoi itu akan terjadi progressive speed dan imbasnya adalah jarak pengereman setiap mobil akan berbeda-beda. Jadi kalau rombongan berjalan tidak dalam satu garis lurus, maka ketika terjadi pengereman mendadak masing-masing masih bisa melakukan manuver ke kanan dan ke kiri,” jelas Rifat.

Lalu pada bagian paling belakang atau kerap disebut sweeper, harus mengetahui escape plan. Di mana escape plan ini adalah rute alternatif ketika terjadi sesuatu di jalan.

Tentunya, komunikasi diantara road captain dan sweeper pun harus lebih intens agar semua anggota konvoi bisa selamat sampai tujuan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bluebird Gunakan Toyota Avanza Baru untuk Peremajaan Armada

Bluebird Gunakan Toyota Avanza Baru untuk Peremajaan Armada

Otomotif | Senin, 11 Desember 2023 | 17:00 WIB

Mampukah Mobil Listrik Kurangi Polusi Udara?

Mampukah Mobil Listrik Kurangi Polusi Udara?

Bisnis | Senin, 11 Desember 2023 | 16:17 WIB

Ban Mobil Habis Sebelah? Ketahui Ini Dia Penyebabnya

Ban Mobil Habis Sebelah? Ketahui Ini Dia Penyebabnya

Otomotif | Senin, 11 Desember 2023 | 16:13 WIB

Terkini

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

Bukan Hanya Populer, Seskab Teddy Salip Sejumlah Menteri Senior dalam Urusan Kinerja

News | Minggu, 09 Agustus 2026 | 00:19 WIB

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Jejak Sang Maestro di Piala Presiden, Ketika Pemimpin Meletakkan Tongkat Estafet

Bola | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:35 WIB

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lahir dari DNA Meradelima, Kembang Goeyang Hadirkan Konsep Tempo Dulu di Sarinah

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Mengenal Pendidikan Profesi Arsitek, Bekal Sebelum Terjun ke Dunia Praktik

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:35 WIB

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

IPEKA RUN 2026 Jadikan Olahraga sebagai Bagian dari Pengalaman Belajar Langsung

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 21:27 WIB

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

5 Conditioner untuk Rambut Kering, Bebas Kusut dan Lembut Berkilau

Lifestyle | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:31 WIB

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Deretan Mobil Keluarga dengan Kabin Lapang yang Melantai di GIIAS 2026

Otomotif | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:15 WIB

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Kredit Macet Hantui Industri Pinjol

Bisnis | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:05 WIB

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Lestarikan Kuliner Nusantara, Pertamina Bright Gas Cooking Competition Tegal Lahirkan Juara Baru

Jawa Tengah | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Gebrakan Bentor Nazaruddin: Misi 50 Kursi PRI dan Sinyal Barometer Lampung

Lampung | Sabtu, 08 Agustus 2026 | 19:57 WIB

×