Pakai AI Microsoft, Ilmuwan Temukan Baterai Kendaraan Generasi Baru, Ini 5 Faktanya

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Rabu, 10 Januari 2024 | 16:52 WIB
Pakai AI Microsoft, Ilmuwan Temukan Baterai Kendaraan Generasi Baru, Ini 5 Faktanya
Baterai mobil listrik, sebagai ilustrasi. [Instagram: @jokowi].

Suara.com - Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi selalu menciptakan terobosan baru. Kali ini, Microsoft melibatkan kecerdasan buatan (AI) dan komputasi awan berskala besar untuk membantu Pacific Northwest National Laboratory (PNNL) dalam mengidentifikasi bahan baru yang dapat mengurangi kandungan lithium dalam baterai mobil listrik (EV).

Dikutip dari Carscoops, berikut adalah 5 fakta terkait penemuan baterai kendaraan generasi baru ini:

1. Platform Azure Quantum Elements (AQE)

- Microsoft menggunakan Azure Quantum Elements (AQE), platform yang menggabungkan high-performance computing (HPC) dan teknologi AI, untuk mendukung PNNL.
- AQE tidak melibatkan komputasi kuantum meskipun namanya mengandung istilah "Quantum."

2. Pengurangan Kandungan Lithium

- Lithium adalah material yang langka, mahal, dan memiliki dampak lingkungan yang besar saat ditambang.
- Penggunaan lithium dalam baterai EV memang memberikan energi yang tinggi, tetapi bila terjadi masalah, seperti kebakaran, dapat menjadi risiko besar.

3. Evaluasi Material dengan AI

- PNNL menggunakan Azure untuk mengevaluasi elemen-elemen yang mungkin dapat digunakan sebagai pengganti lithium.
- Algoritma menghasilkan 32 juta material anorganik potensial, kemudian menyaringnya berdasarkan stabilitas, reaktivitas, dan kemampuan konduktivitas energi.

4. Kecepatan Proses dengan AI

Baca Juga: Warganet Ngeri Lihat Video AI Soeharto yang Diunggah Erwin Aksa: Ini Terlalu Horor

- Proses yang biasanya memakan waktu berminggu-minggu diselesaikan dalam 80 jam menggunakan Azure.
- Dari 32 juta, hanya sekitar 800 material yang memiliki potensi, dan satu di antaranya dianggap sangat menjanjikan.

5. Potensial Pengurangan Lithium

- Material baru yang disintesis oleh PNNL menggabungkan lithium dan natrium, mengurangi penggunaan lithium sekitar 70% dibandingkan dengan baterai lithium-ion konvensional.
- Pengurangan ini diharapkan memberikan manfaat lingkungan, keamanan, dan ekonomi.

Meskipun masih dalam tahap awal dan perlu dioptimalkan, penemuan ini menunjukkan potensi signifikan untuk mengembangkan baterai kendaraan masa depan dengan keunggulan lingkungan dan kinerja yang lebih baik.

Dengan menggabungkan kecerdasan buatan dan komputasi awan, Microsoft membuka jalan menuju penemuan ilmiah yang lebih cepat dan efisien.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Geometri dan Pengukuran Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Hoki Kamu? Cek Peruntungan Shiomu di Tahun Kuda Api 2026
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI