Berpaling dari Minyak, Arab Saudi Jor-joran Investasi ke Industri Kendaraan Listrik

Cesar Uji Tawakal Suara.Com
Sabtu, 27 Januari 2024 | 16:16 WIB
Berpaling dari Minyak, Arab Saudi Jor-joran Investasi ke Industri Kendaraan Listrik
Ilustrasi mobil listrik (Shutterstock)

Suara.com - Di saat pemerintah dunia mencoba beralih dari bahan bakar fosil, sebagai negara penghasil minyak yang ingin melakukan diversifikasi, Arab Saudi tampaknya telah menemukan jawabannya: berinvestasi dalam pembuatan mobil listrik.

Namun, dengan sedikit pengalaman dalam produksi otomotif dan tidak ada infrastruktur untuk EV, jalan ke depan mungkin tidak mulus.

Dilansir dari Carscoops, Arab Saudi saat ini sedang menghadapi tantangan dalam upaya keberlanjutannya saat mencoba mengadopsi kendaraan listrik (EV).

Dua pemain utama di pasar kendaraan listrik di negara ini adalah Lucid, yang berbasis di Amerika Serikat, dan Ceer, sebuah perusahaan rintisan asal Arab Saudi.

Dana Investasi Publik (PIF) Arab Saudi telah menginvestasikan $10 miliar di Lucid, dan pemerintah telah setuju untuk membeli hingga 100.000 kendaraan Lucid.

Lucid saat ini mengoperasikan satu-satunya pabrik otomotif di kerajaan. Pabrik ini merakit ulang kendaraan yang pertama kali dibuat di Arizona.

Ceer adalah merek baru yang dibuat bersama oleh PIF dan produsen teknologi Taiwan, Foxconn. Namun, perusahaan rintisan ini belum membangun pabriknya, apalagi meluncurkan mobil.

Ilustrasi mobil listrik - Kapan Subsidi Kendaraan Listrik Berlaku? Ini Jawabannya!. (Pexels)
Ilustrasi mobil listrik - Kapan Subsidi Kendaraan Listrik Berlaku? Ini Jawabannya!. (Pexels)

Model pertama direncanakan untuk diluncurkan tahun depan, meskipun beberapa orang dalam mengklaim bahwa tanggal on-road 2026 lebih mungkin.

Para analis mengatakan bahwa Arab Saudi tidak memiliki produsen dalam negeri untuk mendukung perkembangan industri mobil listrik yang sedang berkembang.

Baca Juga: Waspadai Bahaya Pengemudi Lansia, Jepang Ciptakan AI Canggih

Tingginya biaya tenaga kerja, kurangnya pemasok lokal, dan pasar lokal yang kecil adalah beberapa alasan mengapa Toyota menolak kesempatan untuk membuka pabrik pada tahun 2019.

Negara ini bertujuan untuk memproduksi 500.000 mobil listrik per tahun pada tahun 2030. Saat ini, satu-satunya pabrik mobil di negara ini telah merakit 800 mobil sejak dibuka pada September 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 10 Soal Bahasa Inggris Kelas 12 SMA Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Sehat Ginjalmu? Cek Kebiasaan Harianmu yang Berisiko Merusak Ginjal
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI