Dengan demikian Toyota kembali menjadi raja mobil dunia, mengalahkan musuh bebuyutan asal Jerman, Volkswagen yang hanya menjual 9,2 juta unit mobil pada tahun lalu.
Produksi dihentikan
Sementara pada Kamis (1/2/2024), Toyota Motor Corp, mengatakan akan memperpanjang penghentian produksi di beberapa pabriknya di Jepang buntut skandal manipulasi laporan dalam proses sertifikasi beberapa model mobil dieselnya.
Penghentian produksi sementara itu dilakukan setelah Toyota Industries Corp, yang memproduksi mesin diesel Toyota, mengaku melakukan manipulasi dalam proses sertifikasi dan menyebabkan kantor perusahaan digerebek oleh otoritas Jepang pada pekan ini.
Dilansir dari kantor berita Kyodo News, Toyota akan memperpanjang penghentian produksi di enam line produksinya di empat pabriknya di Jepang bagian tengah. Di pabrik-pabrik ini Toyota memproduksi Hiace dan Land Cruiser.
Awalnya penghentian produksi itu dijadwalkan hanya sampai hari ini, Kamis. Tetapi kini diperpanjang sampai setidaknya Senin pekan depan.
Skandal diesel Toyota
Sebelumnya diwartakan Toyota Motor Co pada pekan ini memerintahkan penghentian pengiriman beberapa mobil diesel yang mesinnya diproduksi oleh Toyota Industries Corp. Penghentian pengiriman itu dilakukan karena adanya manipulasi data dalam proses penerbitan sertifikasi mesin tersebut.
Toyota Industries pada Senin kemarin mengakui telah memanipulasi data torsi mesin diesel yang dipasoknya untuk beberapa mobil Toyota di dunia, termasuk di Indonesia.
Seperti dilansir dari Kyodo News, Toyota Industries disebut memanipulasi asupan ke injektor bahan bakar dalam pengujian mesin sehingga torsi yang dihasilkan terlihat lebih besar dari aslinya.
Adapun hasil penggerebekan pada Rabu kemarin akan menentukan hukuman apa yang akan dijatuhkan kepada Toyota.
Skandal diesel ini juga terasa hingga ke Tanah Air. Pasalnya salah satu mobil yang tersangkut dalam masalah ini adalah Toyota Fortuner buatan TMMIN di Karawang. Mobil ini mulai dijual Mei 2020.
Dalam data yang disediakan Toyota Motor Corporation, Fortuner Diesel buatan TMMIN ini diekspor ke Eropa, Timur Tengah dan Asia. Tidak dijelaskan apakah mobil ini juga dipasarkan di dalam negeri atau hanya untuk ekspor.
Yang pasti, Toyota Motor dalam siaran persnya mengungkapkan bahwa salah satu mesin diesel yang bermasalah memiliki kode 1GD. Mesin ini termasuk yang digunakan oleh Toyota Fortuner diesel buatan TMMIN.
Sementara pada 2022 lalu Toyota Astra Motor (TAM), agen pemegang merek mobil Toyota di Indonesia, meluncurkan Fortuner Diesel 2,8 liter di Tanah Air.