Tekanan Angin Ban Mobil, Kunci Keselamatan dan Kenyamanan Berkendara

Gagah Radhitya Widiaseno

Sabtu, 29 Juni 2024 | 15:50 WIB
Tekanan Angin Ban Mobil, Kunci Keselamatan dan Kenyamanan Berkendara
Kapan mesti ganti ban mobil. Sebagai ilustrasi [Lifepal].

Suara.com - Di balik kesederhanaannya, ban mobil menyimpan peran penting dalam keselamatan dan kenyamanan berkendara. Sebagai satu-satunya komponen yang bersentuhan langsung dengan jalan, ban perlu mendapat perhatian khusus, terutama terkait tekanan angin ban.

Memperhatikan tekanan angin ban mobil bukan sekadar ritual, tapi sebuah langkah krusial untuk memastikan performa mobil dan keselamatan pengendara. Mengapa?

1. Stabilitas Kendali Terjaga

Tekanan angin yang sesuai menjamin cengkeraman ban optimal di permukaan jalan. Ban yang kurang angin akan terasa "floaty" dan mudah kehilangan traksi, meningkatkan risiko tergelincir dan kecelakaan. Sebaliknya, ban yang terlalu keras akan memantul dan kehilangan daya cengkram, membuat handling terasa kaku dan tidak stabil.

2. Kenyamanan Berkendara Optimal

Tekanan angin yang tepat membantu meredam getaran dan guncangan dari jalan, menghasilkan pengalaman berkendara yang nyaman bagi pengemudi dan penumpang. Ban yang kurang angin akan terasa kasar dan bergetar, membuat perjalanan terasa tidak menyenangkan.

3. Keamanan Terjamin

Tekanan angin yang optimal memastikan ban bekerja sesuai fungsinya, meminimalkan risiko kecelakaan. Ban yang kurang angin lebih mudah pecah atau mengalami blowout, sedangkan ban yang terlalu keras dapat menyebabkan aquaplaning di jalan basah.

4. Usia Ban Lebih Panjang

baca juga

Ban yang terjaga tekanan anginnya akan lebih awet dan tahan lama. Tekanan angin yang tidak ideal dapat menyebabkan keausan ban tidak merata dan memperpendek usia pakainya.

5. Penghematan Bahan Bakar

Tekanan angin yang tepat membantu ban bekerja lebih efisien, sehingga konsumsi bahan bakar menjadi lebih hemat. Ban yang kurang angin memiliki rolling resistance lebih tinggi, sehingga membutuhkan tenaga mesin lebih besar untuk bergerak.

Ban mobil adalah penentu keselamatan pengendara di jalan. Jangan abaikan tekanan angin bannya!

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rekomendasi Tekanan Angin Ban Mobil: City Car Jangan Disamakan dengan SUV

Rekomendasi Tekanan Angin Ban Mobil: City Car Jangan Disamakan dengan SUV

Otomotif | Selasa, 25 Juni 2024 | 20:01 WIB

Tak Hanya Lewat Asap Knalpot, Polusi Udara Bisa Disebabkan Gegara Ban Aus

Tak Hanya Lewat Asap Knalpot, Polusi Udara Bisa Disebabkan Gegara Ban Aus

Otomotif | Kamis, 20 Juni 2024 | 15:38 WIB

Ketahui Untung Rugi dan Bahaya Gunakan Ban Mobil Bekas untuk Harian

Ketahui Untung Rugi dan Bahaya Gunakan Ban Mobil Bekas untuk Harian

Otomotif | Jum'at, 17 Mei 2024 | 18:01 WIB

Terkini

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Mencegah Kriminalisasi Kebijakan Tanpa Meloloskan Korupsi

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:50 WIB

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

5 Cara Mengatasi Kaki Lecet dan Pegal Setelah Jalan Kaki 20 Ribu Langkah

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:40 WIB

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Pria Hina Yesus saat Live TikTok Ditetapkan Jadi Tersangka Penistaan Agama

Sumut | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:39 WIB

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

PBB IGM Palembang Menunggak Rp2,33 Miliar, Bapenda dan Yayasan Beda Pandangan soal Status Nirlaba

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:38 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Demo Sumpah Pemuda di Jogja Ricuh: Gerbang DPRD DIY Didobrak, Wisatawan Malioboro Kocar-Kacir

Jogja | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:27 WIB

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Apakah BPJS PBI yang Nonaktif Bisa Diaktifkan Kembali? Ini Langkah-langkahnya

Lifestyle | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:25 WIB

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Rayakan 25 Tahun, L-Men Perkuat Inovasi Produk dan Ekosistem Hidup Sehat

Bisnis | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:22 WIB

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Review Pirunduk: Budaya Banjar Jangan Cuma Jadi Hiasan Horor Lokal di Layar

Your Say | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Saat Perlengketan Usus Melibatkan Saluran Kemih, Mengapa Penanganannya Lebih Kompleks?

Health | Rabu, 28 Oktober 2026 | 20:01 WIB

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

438 Ribu Kasus ISPA di Sumsel, Siapa Menghitung Kerugian Perempuan dan Anak akibat Karhutla?

Sumsel | Rabu, 28 Oktober 2026 | 19:58 WIB

×