Tak Hanya Lewat Asap Knalpot, Polusi Udara Bisa Disebabkan Gegara Ban Aus

Gagah Radhitya Widiaseno | Suara.com

Kamis, 20 Juni 2024 | 15:38 WIB
Tak Hanya Lewat Asap Knalpot, Polusi Udara Bisa Disebabkan Gegara Ban Aus
Ilustrasi cara baca kode ban mobil. (freepik)

Suara.com - Tahukah kalian bahwa polusi udara dari kendaraan bermotor tak hanya berasal dari emisi gas buang atau knalpot. Polusi udara bisa disebabkan gegara ban aus.

Sebuah studi mengejutkan dari Emissions Analytics, perusahaan pengujian emisi asal Inggris, Emissions Analytics mengungkapkan fakta mencengangkan yakni ban aus menjadi penyumbang utama polusi udara dari kendaraan, bahkan 1.000 kali lebih berbahaya daripada emisi gas buang

Dilansir dari Motor1, material ban terkikis dan terlepas ke udara dalam bentuk partikel mikroskopis ini menjadi pemicu polusi udara. Partikel-partikel ini, yang mengandung zat berbahaya seperti karbon hitam, mudah terhirup dan dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk:

  • Gangguan pernapasan: Paparan jangka panjang terhadap partikel ban aus dapat meningkatkan risiko asma, bronkitis, dan penyakit paru-paru kronis lainnya.
  • Penyakit jantung: Partikel ini juga dapat masuk ke aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
  • Kanker: Beberapa penelitian menunjukkan hubungan antara paparan partikel ban aus dengan kanker paru-paru.

Permasalahan polusi ban aus diperparah dengan maraknya kendaraan besar mulai dari SUV hingga truk bermuatan di jalanan. Bobot yang lebih berat menghasilkan gesekan ban yang lebih besar, menghasilkan lebih banyak partikel. Selain itu, kondisi jalan yang kasar dan berlubang juga mempercepat keausan ban.

Ban mobil GT Radial (Istimewa)
Ban mobil GT Radial (Istimewa)

Keausan ban memang tidak ada aturan seperti pada emisi gas buang. Nick Molden, CEO Emission Analytics menambahkan tantangan bagi industri dan regulator adalah untuk tidak terpaku hanya pada emisi gas buang. Dalam jangka pendek, pemasangan ban berkualitas lebih tinggi adalah salah satu cara untuk mengurangi emisi yang dihasilkan.

"Pada akhirnya, industri mobil mungkin juga harus menemukan cara untuk mengurangi bobot kendaraan. Tidak diragukan lagi, peraturan ini sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah emisi dari ban," tegasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga Hari Ini, Heru Budi: Dunia Begitu, Semua Polusi

Kualitas Udara Jakarta Terburuk Ketiga Hari Ini, Heru Budi: Dunia Begitu, Semua Polusi

News | Rabu, 19 Juni 2024 | 09:59 WIB

Begini Cara Perusahaan BUMN Kurangi Dampak Emisi Karbon

Begini Cara Perusahaan BUMN Kurangi Dampak Emisi Karbon

Bisnis | Jum'at, 14 Juni 2024 | 10:46 WIB

Yamaha Indonesia Beri Jawaban Soal Skandal Uji Keselamatan yang Menyeret Sejumlah Model

Yamaha Indonesia Beri Jawaban Soal Skandal Uji Keselamatan yang Menyeret Sejumlah Model

Otomotif | Minggu, 09 Juni 2024 | 07:50 WIB

Terkini

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

PHK di Industri Kendaraan Niaga Indonesia Segera Terjadi Jika Impor Truk China Tak Dibatasi

Otomotif | Sabtu, 11 April 2026 | 00:36 WIB

Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik

Percepat Elektrifikasi Otomotif Nasional, Prabowo Diapresiasi Pekerja Pabrik

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 20:52 WIB

Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik

Investasi yang Fokus Pada Keselamatan Kunci Efisiensi Operasional Armada Logistik

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 19:30 WIB

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya

5 Rekomendasi Mobil Bekas untuk GoCar Prestige, Beserta Syarat Speknya

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 19:30 WIB

5 Rekomendasi Motor Bekas untuk GoRide Comfort dan GrabBike XL

5 Rekomendasi Motor Bekas untuk GoRide Comfort dan GrabBike XL

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 18:33 WIB

Daftar Harga Motor Listrik Alva: Mana Saja yang Jago di Tanjakan?

Daftar Harga Motor Listrik Alva: Mana Saja yang Jago di Tanjakan?

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 18:05 WIB

5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir

5 Motor Listrik Anti Konslet, Tak Gundah di Musim Hujan, Kebal Banjir

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 17:45 WIB

Terpopuler: Motor Listrik MBG Kalah dari Jagoan Lokal, EV Murah untuk Taksi Online

Terpopuler: Motor Listrik MBG Kalah dari Jagoan Lokal, EV Murah untuk Taksi Online

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 17:35 WIB

5 Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online, Mulai Rp100 Jutaan

5 Mobil Listrik Bekas Termurah yang Cocok untuk Taksi Online, Mulai Rp100 Jutaan

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 17:00 WIB

Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?

Berapa Biaya Bulanan Motor Listrik Indomobil eMotor Tyranno?

Otomotif | Jum'at, 10 April 2026 | 16:15 WIB