Mobil Listrik Amerika Serikat Tamat? Trump Rem Pol Subsidi

Cesar Uji Tawakal

Jum'at, 24 Januari 2025 | 17:55 WIB
Mobil Listrik Amerika Serikat Tamat? Trump Rem Pol Subsidi
Ilustrasi mobil listrik. (Pexels)

Suara.com - Presiden Donald Trump telah mengincar pencabutan insentif untuk kendaraan listrik dan pendanaan yang dialokasikan oleh pemerintahan Biden.

Sebelumnya, insentif ini ditujukan untuk membangun infrastruktur mobil listrik mereka, di antara serangkaian perintah eksekutif yang ditandatanganinya pada hari pertama menjabat.

Salah satu bagian dari perintah "Unleashing American Energy" secara khusus menghentikan penyaluran dana yang dialokasikan, menurut laporan The Drive.

Mulanya, mereka yang mengalokasikan total $7,5 miliar (sekitar Rp 121,6 triliun) untuk pembangunan stasiun pengisian baru.

Tentu saja, banyak hibah telah dialokasikan oleh pemerintah federal dalam 17 bulan sejak undang-undang tersebut disahkan, yang sekarang membuat negara bagian dan kota-kota tersebut berada dalam ketidakpastian.

Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, saat mengambil sumpah pelantikannya di Capitol Rotunda, Washington DC pada Selasa dini hari. Trump akan segera mengesahkan aturan terkait penetapan status darurat nasional di perbatasan bagian selatan negara itu. (ANTARA/youtube@foxnews)
Tangkapan layar - Presiden Ke-47 Amerika Serikat, Donald Trump, saat mengambil sumpah pelantikannya di Capitol Rotunda, Washington DC pada Selasa dini hari. Trump akan segera mengesahkan aturan terkait penetapan status darurat nasional di perbatasan bagian selatan negara itu. (ANTARA/youtube@foxnews)

"Presiden tidak memiliki wewenang untuk menahan dana yang telah dialokasikan oleh Kongres—ini sepenuhnya tidak konstitusional," kata Perwakilan AS Zoe Lofgren (CA-18) kepada publikasi tersebut sebagai tanggapan atas perintah tersebut.

"Dengan demikian, saya memahami kebingungan dan kekhawatiran bahwa Partai Republik di Kongres, dengan dorongan Trump, dapat, dalam paket rekonsiliasi di masa depan, mencoba mencabut uang yang awalnya disahkan dengan dukungan bipartisan yang kuat."

Sulit untuk memprediksi bagaimana muara dari kebijakan-kebijakan ini dan implikasinya terhadap industri otomotif, khususnya kendaraan listrik.

Padahal, mulanya AS disinyalir akan menjadi salah satu pemimpin industri ini, dan pabrikan mobil sekelas Toyota dan Nissan juga turut meracik mobil listrik mereka di negara tersebut, seperti bZ4x ataupun Nissan Leaf, yang mana dua produk ini juga hadir di Indonesia.

baca juga

Sedikit banyak, kebijakan ini juga akan berpengaruh dengan industri otomotif di tanah air, mengingat beberapa mobil listrik yang ada di AS juga hadir di Indonesia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tes Tabrak Mobil Pembakaran Internal vs Mobil Listrik: Mana yang Lebih Aman?

Tes Tabrak Mobil Pembakaran Internal vs Mobil Listrik: Mana yang Lebih Aman?

Otomotif | Jum'at, 24 Januari 2025 | 13:43 WIB

Handal Bocorkan Masih Ada Tiga Merek Otomotif Baru yang Akan Masuk Indonesia

Handal Bocorkan Masih Ada Tiga Merek Otomotif Baru yang Akan Masuk Indonesia

Otomotif | Jum'at, 24 Januari 2025 | 12:13 WIB

Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Usai Krisis Keuangan VW Kena Denda

Bak Jatuh Tertimpa Tangga, Usai Krisis Keuangan VW Kena Denda

Otomotif | Jum'at, 24 Januari 2025 | 11:46 WIB

Banyak Telan Korban, Ini 4 Penyebab Hydroplaning

Banyak Telan Korban, Ini 4 Penyebab Hydroplaning

Otomotif | Jum'at, 24 Januari 2025 | 06:30 WIB

Suzuki Siapkan Mobil Listrik Murah? Begini Bocorannya

Suzuki Siapkan Mobil Listrik Murah? Begini Bocorannya

Otomotif | Jum'at, 24 Januari 2025 | 07:00 WIB

Terkini

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay

Bisnis | Senin, 20 Juli 2026 | 23:07 WIB

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Menembus Macet demi Langit Bersih: Catatan Acara Lintas Komunitas Kemenhub

Your Say | Senin, 20 Juli 2026 | 22:52 WIB

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan BUNCY Kini Mendunia Bersama BRI

Bri | Senin, 20 Juli 2026 | 22:40 WIB

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Terjaring OTT, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini tiba di KPK

Foto | Senin, 20 Juli 2026 | 22:24 WIB

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

Banyak Sekolah Rusak? Prabowo Janji Bereskan Semuanya Sebelum 2029

News | Senin, 20 Juli 2026 | 22:15 WIB

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Gaji Bukan Hambatan, Pep Guardiola Berpeluang Tangani Timnas Italia

Bola | Senin, 20 Juli 2026 | 21:37 WIB

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Pakar Jelaskan Soal BPA pada Galon Guna Ulang, Benarkah Berbahaya?

Health | Senin, 20 Juli 2026 | 21:27 WIB

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Green Label Jadi Tren Baru Bangunan, Material Ramah Lingkungan Semakin Diminati

Lifestyle | Senin, 20 Juli 2026 | 21:16 WIB

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

Mendagri Tito Heran Banyak Kepala Daerah Kena OTT, Padahal Sudah Ikut Retret

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:15 WIB

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

Kriminolog: TPPU Pintu Masuk untuk Kasus Eks Jampidsus

News | Senin, 20 Juli 2026 | 21:13 WIB

×