Kehadiran Mobil Listrik China Tanpa Pabrik Mulai 'Menelan Korban', Hyundai Investasi Rp 28 Triliun Dibuat Menjerit

Manuel Jeghesta Nainggolan

Rabu, 12 Februari 2025 | 07:00 WIB
Kehadiran Mobil Listrik China Tanpa Pabrik Mulai 'Menelan Korban', Hyundai Investasi Rp 28 Triliun Dibuat Menjerit
BYD Rilis MPV Listrik Pertama di GIIAS 2024. (Foto: Suara.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - Kehadiran produsen mobil listrik China tanpa investasi pabrik yang meramaikan industri otomotif tanah air mulai menelan korban.

Kondisi ini rupanya membuat perusahaan yang telah menggelontorkan investasi di Indonesia seperti Hyundai cukup kewalahan menghadapi gempuran mobil listrik China.

Sebagaimana disampaikan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga dalam kunjungannya ke PT Hyundai Motor Manufacturing Indonesia (HMID), ia menyatakan bahwa kapasitas produksi pabrikan mengalami penurunan sekitar 30 persen sejak periode 2022 imbas persaingan dengan kendaraan listrik impor yang tidak berinvestasi di dalam negeri. 

"Dari 2022 sampai sekarang kelihatannya mereka mengalami jumlah yang menurun dari kapasitas produksinya sekitar 30 persen, dan ternyata memang ada masalah yang mereka hadapi yaitu di mana datangnya mobil-mobil listrik yang mereka tidak perlu investasi di Indonesia," kata Lamhot, dikutip dari akun Instagram @ DPR RI, Rabu (12/2/2025).

Menurut Lamhot, mobil listrik impor yang beredar di pasaran memiliki harga yang lebih murah karena tidak menanggung biaya investasi di Indonesia, sehingga daya saing Hyundai sebagai investor awal menjadi terganggu.

Diketahui kebanyakan merek mobil listrik China yang datang ke Indonesia masih bersatu numpang atau memanfaatkan fasilitas pabrik PT Handal Indonesia Motor (HIM) untuk melakukan perakitan.

Nama-nama merek mobil China tersebut adalah Chery, Neta, Jetour, Aletra, BAIC, dan Jaecoo. Terbaru adalah Geely yang kembali masuk ke Indonesia dengan menggandeng HIM untuk melakukan proses perakitan.

Sementara BYD masih memilih untuk memboyong kendaraan mereka secara utuh dari China atau bersatus completely build up (CBU).

Perusahaan mobil listrik asal China memanfaatkan Kebijakan Peraturan Presiden No. 55/2019 yang dilanjuti aturan BKPM No. 1/2024 yang memungkinkan untuk mendapat pembebasan bea masuk dan insentif PPnBM untuk BEV.

baca juga

Meski demikian dari banyaknya merek mobil China yang datang, hampir semuanya memiliki komitmen untuk membangun pabrik sendiri di Indonesia. 

Hanya saja memang dengan catatan jika demand atau permintaan akan produk mereka terpenuhi. Salah satunya BYD yang membangun pabrik dengan investasi mencapai Rp16 triliun di Kawasan Industri Subang Smartpolitan, Subang, Jawa Barat. 

Pabrik tersebut dipersiapkan untuk memproduksi jajaran produk mobil listrik yang dipasarkan di Indonesia dan untuk kepentingan ekspor.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hyundai Stop Produksi Ioniq 5, Ini Sebabnya

Hyundai Stop Produksi Ioniq 5, Ini Sebabnya

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 18:30 WIB

Tesla Tersungkur, BYD Perkasa di Kandang

Tesla Tersungkur, BYD Perkasa di Kandang

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 13:29 WIB

BYD Siapkan Mobil 160 Jutaan dengan Fitur "Mata Dewa", Apa Itu?

BYD Siapkan Mobil 160 Jutaan dengan Fitur "Mata Dewa", Apa Itu?

Otomotif | Selasa, 11 Februari 2025 | 12:13 WIB

Terkini

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut

Sumsel | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:10 WIB

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka

Health | Jum'at, 21 Agustus 2026 | 00:04 WIB

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar

Sumsel | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:25 WIB

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara

Banten | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:19 WIB

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026

Sport | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Purbaya: Pembatasan Subsidi BBM Hemat Anggaran 10 Persen

Video | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:30 WIB

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

Sudah Beroperasi Tanpa Tarif, Tol Betung-Tempino-Jambi Seksi Bayung Lencir-Pijoan Segera Bertarif

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 22:24 WIB

×