Efisiensi Tak Berlaku di Kalangan Pejabat? Pemkab Lebak Beli 4 Mobil Dinas Baru Seharga Rp 2,3 M

Agung Pratnyawan, Gagah Radhitya Widiaseno

Jum'at, 21 Februari 2025 | 11:55 WIB
Efisiensi Tak Berlaku di Kalangan Pejabat? Pemkab Lebak Beli 4 Mobil Dinas Baru Seharga Rp 2,3 M
Ilustrasi Mobil dinas. (Suara.com/Novian)

Suara.com - Saat pemerintah pusat meneriakkan "hemat!" alias efisiensi, Kabupaten Lebak Banten justru memilih jalur berbeda. Bayangkan, empat mobil dinas baru senilai Rp 2,3 miliar tengah disiapkan untuk meluncur di jalanan Lebak. Bukan sembarang mobil - ini jajaran kendaraan bermesin gahar, mulai dari 1.500 cc hingga yang paling "sangar" 2.800 cc.

Di balik kemudi pengadaan ini, Sekretariat Daerah Lebak tampak percaya diri mengumumkan rencananya lewat sistem SiRUP LKPP pada 10 Februari 2025.

"Belanja Modal Kendaraan Dinas Bermotor Perorangan" - begitu nama resmi proyek yang menggelitik ini seperti dilansir dari sirup LKPP.

Uang rakyat? Ya, setiap rupiah dari Rp 2,3 miliar ini bersumber dari APBD 2025 Kabupaten Lebak. Daftar belanjanya pun cukup menggiurkan: ada MPV CVT 1.500 cc untuk level entry, naik kelas ke 2.000 cc, hingga yang paling mewah - sebuah MPV 2.800 cc khusus untuk Wakil Bupati terpilih.

Memang, pihak Pemkab berusaha memanis-maniskan pengadaan ini dengan embel-embel "mengutamakan produk dalam negeri" dan "melibatkan usaha kecil". Tapi pertanyaannya: di masa ketika semua diminta berhemat, apakah mobil-mobil mewah ini benar-benar mendesak?

Ironinya semakin terasa ketika kita ingat seruan efisiensi yang didengungkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Sementara Jakarta sibuk memangkas anggaran, Lebak seolah hidup di dimensi berbeda dengan parade mobil barunya.

Pengadaan mobil dinas di Pemkab Lebak Banten (Sirup)
Pengadaan mobil dinas di Pemkab Lebak Banten (Sirup)

Tentu saja, mobil dinas butuh diperbarui - tidak ada yang membantah itu. Tapi timing dan nilai fantastisnya membuat publik bertanya-tanya. Rp 2,3 miliar bukan jumlah receh, apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih perlu banyak perhatian.

Yang lebih menggelitik, pengadaan ini bahkan menyertakan mobil untuk posisi non-eksekutif utama. Seolah ada filosofi "sekalian" yang mendasari keputusan ini. Transparansi melalui SiRUP memang patut diacungi jempol, tapi bukankah lebih penting mempertanyakan esensi keputusannya?

Ke depan, pengawasan ketat dan standar yang lebih jelas untuk pengadaan mobil dinas jadi kebutuhan mendesak. Masyarakat juga perlu lebih vokal - toh, ini uang mereka yang dipakai. Mobil boleh mewah, tapi nurani jangan sampai melupakan semangat hemat dan kepentingan rakyat banyak.

baca juga

Jadi, saat mobil-mobil mewah ini nantinya meluncur di jalanan Lebak, mungkin kita perlu bertanya: Di mana batas antara kebutuhan dan kemewahan dalam pelayanan publik? Atau jangan-jangan, definisi "hemat" di Lebak memang berbeda dengan di tempat lain?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Resmi Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Tolak Mobil Dinas: Anggaran Aneh-aneh Saya Hapus!

Resmi Jadi Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi Tolak Mobil Dinas: Anggaran Aneh-aneh Saya Hapus!

News | Kamis, 20 Februari 2025 | 14:22 WIB

Bupati Bangka Tengah Tolak Mobil Dinas Baru, Pilih Mobil Sejuta Umat: "Masih Layak Pakai"

Bupati Bangka Tengah Tolak Mobil Dinas Baru, Pilih Mobil Sejuta Umat: "Masih Layak Pakai"

Otomotif | Minggu, 09 Februari 2025 | 18:29 WIB

Seberapa Keren Kendaraan Dinasnya Sampai Menteri Natalius Pigai Pamerkan Mobil Di Media Sosial?

Seberapa Keren Kendaraan Dinasnya Sampai Menteri Natalius Pigai Pamerkan Mobil Di Media Sosial?

Otomotif | Jum'at, 07 Februari 2025 | 17:05 WIB

Terkini

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Dry Ice Diuji untuk Atasi Kabut Asap, Mengapa Sumsel Masih Diselimuti Asap Pekat Berbahaya?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Terjaring OTT, KPK Periksa Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo di Mapolresta Klaten

Jawa Tengah | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Daftar 16 Perusahaan Perkebunan dan HTI Diusut Soal Karhutla Sumsel, Baru PT RAS Punya Tersangka

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:50 WIB

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Nestle Indonesia Gandeng Kemendag, Perkuat Daya Saing Produk Lokal di Pasar Global

Bisnis | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:49 WIB

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Koalisi Pers Sumsel Desak Evaluasi Pengamanan Demo Usai Tiga Wartawan Dikeroyok

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:46 WIB

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Kasus Karhutla Sumsel: 16 Perusahaan Diusut, Mengapa Baru PT RAS Ditetapkan Tersangka?

Sumsel | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:21 WIB

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

Dirut Jadi Tersangka Korupsi Nikel, PT CNI Hormati Proses Hukum

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:11 WIB

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

Kejagung Ungkap Alasan Jabatan Kajati Diusulkan Setara Bintang Tiga

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:04 WIB

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Setahun Kepergian Kartini Muljadi, Nilai Kebaikannya Dihidupkan Lewat Tiga Program Sosial

Lifestyle | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

Penyebab Banjir Nepal Bisa Setinggi 25 Meter Terkuak, Dunia Diambang Kiamat?

News | Kamis, 15 Oktober 2026 | 22:02 WIB

×