Penjualan Tesla di Eropa Anjlok hingga 70 Persen, BYD dan Faktor Politik Jadi Penyebabnya

Kamis, 06 Maret 2025 | 13:09 WIB
Penjualan Tesla di Eropa Anjlok hingga 70 Persen, BYD dan Faktor Politik Jadi Penyebabnya
Ilustrasi mobil Tesla. (Tesla)

Suara.com - Tesla memang sempat memimpin pasar mobil listrik global sebelum 2024. Meski begitu, Tesla mengalami penurunan pasar signifikan terutama di Eropa.

Pasar Tesla di Jerman bahkan anjlok hingga 70 persen. Ternyata tak hanya faktor kompetitor, pilihan politik Elon Musk juga menjadi penyebab penurunan performa penjualan Tesla.

Dukungannya terhadap tokoh dan partai sayap kanan di Inggris dan Jerman, ditambah dengan keterlibatannya dalam debat politik AS, kemungkinan telah menjauhkan banyak calon pembeli.

Pengiriman Tesla di Jerman anjlok pada Februari 2025 hingga 70 persen dibandingkan tahun lalu. Hanya 1.429 Tesla baru yang terdaftar pada periode tersebut. Ini sangat kontras dengan lebih dari 6.000 unit yang dikirimkan pada bulan Februari 2024.

Menurut laporan Electrec, Tesla mengalami penurunan 43 hingga 45 persen di beberapa negara Eropa yaitu Norwegia, Spanyol, Swedia, Denmark, dan Portugal. Penurunan tajam itu terjadi pada periode Januari dan Februari 2025.

Ilustrasi mobil Tesla. (Tesla)
Ilustrasi mobil Tesla. (Tesla)

Penurunan tajam terjadi di Jerman dengan pertumbuhan YoY minus 70,6 persen. Berbanding 180 derajat, produsen mobil listrik asal China, BYD, meraih keuntungan besar di Eropa. Mereka bahkan berambisi meningkatkan penjualan lebih dari dua kali lipat pada 2025.

BYD diperkirakan mampu menaikkan penjualan hingga empat kali lipat pada 2029 mendatang. Pengiriman BYD diprediksi meningkat dari 83.000 unit pada tahun 2024 menjadi 186.000 pada 2025 di Eropa.

Dikutip dari ArenaEV, dukungan politik CEO Tesla Elon Musk di Jerman mungkin turut berperan dalam menambah kerumitan. Dukungan Musk untuk partai sayap kanan Alternative for Germany (AfD) selama pemilihan umum baru-baru ini tampaknya telah membuat calon konsumen menjauh.

Selain itu, pergantian Model Y anyar kemungkinan juga berperan. Inggris adalah satu-satunya negara yang menunjukkan sedikit peningkatan, ketika sebagian besar pasar utama lain mengalami penurunan signifikan. Penjualan Tesla di Inggris meningkat 7,7 persen pada Januari dan Februari 2025.

Baca Juga: Penjualan Kendaraan Listrik Toyota Mulai Ungguli Tesla, tapi...

Performa penjualan Tesla yang memburuk juga mempengaruhi harga saham perusahaan. Saham Tesla (TSLA) turun sebesar 25,44 persen dalam 30 hari terakhir. Cukup menarik apakah Elon Musk dapat mendongkrak performa Tesla atau tidak. Elon Musk sendiri diketahui menjadi 'tangan kanan' Donald Trump di Amerika Serikat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Love Language Apa yang Paling Menggambarkan Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI