AHM Ungkap Tiga Faktor Pasar Motor Listrik Belum Berkembang di Indonesia

Manuel Jeghesta Nainggolan

Jum'at, 07 Maret 2025 | 08:16 WIB
AHM Ungkap Tiga Faktor Pasar Motor Listrik Belum Berkembang di Indonesia
Motor Listrik Honda CUV e: (Foto: SUARA.com/Manuel Jeghesta)

Suara.com - PT Astra Honda Motor (AHM) mengungkap alasan motor listrik di Indonesia belum berkembang sampai saat ini.

Menurut Vice President PT AHM, Thomas Wijaya, melihat pasar motor listrik di Indonesia memang harus dari banyak hal.

Pertama tentu konsumen masih melihat dari teknologi dan performance. Bahwa orang itu memakai motor listrik bisa tidak untuk jarak jauh, kecepatannya tinggi, kemudian bisa tanjakan, kemudian bisa tandem riding. 

"Jadi tidak hanya dari sisi subsidi saja. Tapi tentu subsidi akan membantu untuk penetrasi awal," ujar Thomas, di Jakarta, (7/3/2025). 

Faktor kedua, lanjut Thomas, peace of mind dalam arti safety-nya gimana, kualitasnya, infrastruktur charging seperti apa. Charging time-nya juga seperti apa. Terus melewati kondisi jalanan banjir dan sebagainya juga seperti apa. 

"Jadi, peace of mind ini juga penting buat konsumen," ungkapnya. 

Faktor ketiga adalah resale value. Karena sekarang juga menjadi pertanyaan konsumen. Kalau beli motor listrik ini nanti harga jualnya akan berapa ketika motor sudah tiga sampai lima tahun digunakan.

"Itu mesti menjadi pertimbangan. Di luar tadi memang subsidi tentu akan membantu," pungkas Thomas.

Sementara itu dijelaskan Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) Hari Budianto, penjualan motor listrik saat ini memang masih jauh dari kata ideal.

baca juga

Dikatakan Hari, motor listrik belum bisa diterima masyarakat umum di Indonesia lantaran merupakan teknologi baru, sehingga butuh waktu bagi masyarakat untuk bisa menerima keberadaan motor listrik.

"Masih banyak faktor. Salah satunya harga. Oke dikasih insentif, tapi kan orang Indonesia itu naik motor supaya bisa dipakai kapan saja dan ke mana saja. Mereka melakukan kegiatan ekonomi, yang paling murah untuk sarana mobilitas itu sepeda motor," pungkas Hari.

Sebagai informasi, penjualan motor listrik di Indonesia pada tahun 2024 mencapai 62.541 unit atau lebih dari 62 ribu unit. Angka ini meningkat 50 persen lebih dibandingkan tahun 2023.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Nasib Nissan di Ujung Tanduk, Akui Sulit Bertahan di Industri Otomotif

Nasib Nissan di Ujung Tanduk, Akui Sulit Bertahan di Industri Otomotif

Otomotif | Kamis, 06 Maret 2025 | 15:05 WIB

Bagasi Seluas Aerox, Harga Setara Beat: Motor Listrik U-Winfly M-100 Bikin Penasaran

Bagasi Seluas Aerox, Harga Setara Beat: Motor Listrik U-Winfly M-100 Bikin Penasaran

Otomotif | Selasa, 04 Maret 2025 | 15:04 WIB

Petinggi Nissan Terancam Lengser Usai Rencana Merger dengan Honda Batal

Petinggi Nissan Terancam Lengser Usai Rencana Merger dengan Honda Batal

Otomotif | Senin, 03 Maret 2025 | 19:50 WIB

Terkini

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Dua Pulau Baru Muncul di Dekat Anak Krakatau, Apakah Ini Pusat Erupsi Baru?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 23:37 WIB

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

28 PPKS di Karawang Jalani Asesmen untuk Penanganan Lanjutan

Jabar | Kamis, 24 September 2026 | 23:31 WIB

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Dua Yoni Situs Pocangan Jember Hilang, DPRD Desak Perlindungan Cagar Budaya Diperkuat

Jatim | Kamis, 24 September 2026 | 23:11 WIB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Pemerintahan Prabowo Dorong Investasi Hijau dan Ketahanan Energi di PBB

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:57 WIB

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Bikin Tenang! Tren Baru Transaksi QRIS Biar Penjual Enggak Kena Tipu

Lifestyle | Kamis, 24 September 2026 | 22:45 WIB

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

Presiden dan DPR Tak Siap Beri Keterangan, Sidang Gugatan UU Cipta Kerja Ditunda

News | Kamis, 24 September 2026 | 22:08 WIB

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Rapat BI-Kemenkeu Alot, Bahas Likuiditas hingga Aliran Modal Asing

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 22:01 WIB

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Karhutla Sumsel Tak Kunjung Padam, Bisakah Perusahaan yang Diduga Lalai Digugat?

Sumsel | Kamis, 24 September 2026 | 21:59 WIB

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Punya Kayu Melimpah, Ekspor Furnitur Indonesia Kalah dari Vietnam

Bisnis | Kamis, 24 September 2026 | 21:56 WIB

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Keracunan MBG Terulang, Mantan Bupati Batang Desak BGN Perketat Pengawasan SPPG

Jawa Tengah | Kamis, 24 September 2026 | 21:55 WIB

×