Terlalu 'Taat' pada Google Maps, BMW Terjun Bebas di Jalan Tol

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Selasa, 08 April 2025 | 12:26 WIB
Terlalu 'Taat' pada Google Maps, BMW Terjun Bebas di Jalan Tol
Ilustrasi mobil Jerman BMW. (Pexels)

Suara.com - Bayangkan suasana seperti di film action yang menegangkan—sebuah BMW mewah melayang di udara, jatuh dari ketinggian lima meter, membelah malam yang gelap gulita. Tapi tunggu dulu, ini bukan adegan dari film Speed atau sekuel Fast & Furious. Ini nyata, bukan ilusi Hollywood!

Kejadian dramatis ini terjadi di Tol Krian-Legundi-Bunder-Manyar (KLBM), Gresik, pada malam 5 April 2025 dilansir dari akun X calomagang.

Mobil BMW tersebut mendadak jadi bintang utama dalam sebuah insiden yang menghebohkan jagat maya dan dunia nyata.

Meluncur bebas seolah tanpa kendali, mobil itu terjun dari jalan layang setinggi lima meter—membuat siapa pun yang melihatnya menahan napas.

Hari itu dimulai seperti petualangan biasa di atas roda. Sebuah BMW hitam mengilap dengan pelat nomor P 0805 INI melaju anggun di jalan, percaya penuh pada arahan dari sang navigator digital—Google Maps.

Suara lembut dari aplikasi penunjuk arah seakan jadi kompas utama, mengarahkan mobil ke jalur yang diyakini tepat.

Namun siapa sangka, nasib punya rencana lain. Tanpa diduga, mobil elegan tersebut diarahkan masuk ke jalur tol yang ternyata masih dalam proses konstruksi.

Padahal, Tol KLBM (Krian–Legundi–Bunder–Manyar) telah resmi beroperasi sejak tahun 2020. Entah kesalahan data atau gangguan sistem, rute yang seharusnya aman berubah jadi jebakan tak terduga.

Kondisi jalan yang belum rampung membuat perjalanan berubah jadi penuh teka-teki. Alih-alih mulus, laju kendaraan terhambat material proyek dan medan yang tak bersahabat. Dari yang awalnya hanya ingin sampai tujuan, kini para penumpang dihadapkan pada kisah yang takkan terlupa—tentang bagaimana satu belokan bisa mengubah segalanya.

baca juga

Yang mengejutkan, meski bagian jalan tol tersebut belum tersambung dengan jalan lainnya dan pembatas jalan sudah terlihat jelas di Google Street View, sistem navigasi tetap mengarahkan ke jalur berbahaya ini.

Namun keajaiban terjadi! Mobil mendarat tanpa terbalik, meski bagian depannya hancur. Lebih menakjubkan lagi, kedua penumpang selamat dengan luka ringan.

Insiden ini membuka mata kita tentang "sindrom ketergantungan GPS". Banyak pengendara modern yang seolah menonaktifkan radar alamiah mereka, membiarkan teknologi mengambil alih kemudi kehidupan. Padahal, Google Maps seharusnya hanya asisten, bukan pilot otomatis dalam berkendara.

Pelajaran berharga dari drama ini: teknologi boleh canggih, tapi tak akan pernah menggantikan peran akal sehat dan kewaspadaan manusia. Mari jadikan insiden ini sebagai pengingat untuk tetap waspada di jalan, meski dengan navigator digital tercanggih sekalipun.

Seperti kata pepatah: "Better safe than sorry". Lebih baik berhati-hati daripada menyesal kemudian. Jangan biarkan ketergantungan pada teknologi mengaburkan naluri keselamatan Anda di jalan raya.

Tips Tepat Menggunakan Google Maps

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

9 Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun saat Hujan, Bisa Tanpa Menyalakan AC

9 Cara Mengatasi Kaca Mobil Berembun saat Hujan, Bisa Tanpa Menyalakan AC

Otomotif | Selasa, 08 April 2025 | 07:48 WIB

BYD Jual Hampir 1 Juta Unit Mobil di Q1 2025, Hybrid Semakin Populer

BYD Jual Hampir 1 Juta Unit Mobil di Q1 2025, Hybrid Semakin Populer

Otomotif | Senin, 07 April 2025 | 20:32 WIB

Kia PV5 Disulap Jadi Kantor Berjalan Lewat Kolaborasi dengan LG

Kia PV5 Disulap Jadi Kantor Berjalan Lewat Kolaborasi dengan LG

Otomotif | Senin, 07 April 2025 | 17:56 WIB

Terkini

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

Jateng Uji Model Baru Pengentasan Kemiskinan, Pemuda Jadi Ujung Tombak

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:24 WIB

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Bye Kusam! 4 Brightening Pad Solusi Buat Wajah Cerah dan Lembap Seketika

Your Say | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:20 WIB

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Adu Nasib Anak Pelatih Timnas Indonesia: Putra Kluivert Paling Sukses, STY dan Herdman Beda Jalan

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Lulus S2 di Semarang, WN Afghanistan Malah Dideportasi Gara-Gara Bikin Restoran

Jawa Tengah | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa

Tolic Wanti-wanti Rival: Ketika Semua Menyatu, Persib Bakal Jadi Tim Luar Biasa

Jabar | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:17 WIB

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Cari Bibit Unggul, Ratu Tisha Puji Festival Sepak Bola Rakyat di 5 Kota

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:16 WIB

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Investor Asing Bawa Kabur Dana Rp488,49 Miliar, ISAT dan ANTM Banyak Dijual

Bisnis | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:14 WIB

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

Masa TNI Disuruh Masak?: Gatot Nurmantyo Kritik Masifnya Militer di Program MBG dan Kopdes

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Lahir di Tengah Cuaca Panas Ekstrem, Bayi Gajah Sumatera di Padang Sugihan Dapat Perawatan

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:12 WIB

Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan

Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan

Surakarta | Rabu, 19 Agustus 2026 | 18:06 WIB

×