Presiden Prabowo Berniat Longgarkan TKDN, Pabrikan China Tersenyum Lebar?

Cesar Uji Tawakal, Gagah Radhitya Widiaseno

Rabu, 09 April 2025 | 11:43 WIB
Presiden Prabowo Berniat Longgarkan TKDN, Pabrikan China Tersenyum Lebar?
BYD meluncurkan platform dan charger tercepat di dunia pada Senin (17/3/2025) di Beijing, China. Mengisi baterai selama 1 detik bisa menempuh jarak 2 km. [Suara.com/Liberty Jemadu]

Suara.com - Angin segar berhembus di dunia otomotif Tanah Air. Presiden Prabowo Subianto mengambil langkah berani dengan berencana melonggarkan aturan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) - kebijakan yang selama ini menjadi "benteng" industri lokal.

Keputusan ini bagaikan membuka tirai baru bagi parade pabrikan mobil China yang sudah lama mengetuk pintu pasar Indonesia.

Tahukah kamu bahwa TKDN bukan sekadar istilah teknis di dunia industri? TKDN adalah tolok ukur penting untuk menilai seberapa besar kandungan lokal—baik barang, jasa, atau kombinasi keduanya—yang digunakan dalam proses produksi suatu produk. Ini bukan hanya soal angka, tapi juga soal kebanggaan dan kemandirian bangsa.

Dalam praktiknya, TKDN mencakup berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur, teknologi, konstruksi, hingga energi.

Pemerintah mendorong pelaku industri untuk memaksimalkan penggunaan bahan baku, tenaga kerja, dan teknologi dari dalam negeri.

Tujuannya? Tentu saja untuk memperkuat daya saing industri nasional, membuka lebih banyak lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Semakin tinggi nilai TKDN suatu produk, semakin besar kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.

Tak heran, banyak proyek strategis nasional kini mewajibkan penggunaan produk dengan TKDN tertentu sebagai bentuk dukungan terhadap industri dalam negeri.

Kini, Presiden Prabowo Subianto berniat untuk melonggarkan aturan TKDN ini.

baca juga

“TKDN sudahlah niatnya baik, nasionalisme. Saya kalau saudara—mungkin sudah kenal saya lama, mungkin dari saya ini paling nasionalis. Kalau istilahnya dulu, kalau mungkin jantung saya dibuka yang keluar Merah Putih, mungkin,” tutur Presiden dilansir dari presidenri.go.id.

“Tapi kita harus realistis, TKDN dipaksakan, ini akhirnya kita kalah kompetitif. Saya sangat setuju, TKDN fleksibel saja, mungkin diganti dengan insentif,” lanjut Presiden Prabowo.

Pernyataan ini seolah menjadi musik merdu di telinga para investor asing, khususnya raksasa otomotif dari Negeri Tirai Bambu.

Bayangkan sebuah permainan puzzle - selama ini pabrikan China harus memenuhi setiap kepingan TKDN dengan ketat: 35 persen (2019-2021), 40 persen (2022-2026), hingga target ambisius 80 persen pada 2030.

BYD Shark 6 PHEV (CarnewsChina)
BYD Shark 6 PHEV (CarnewsChina)

Namun kini, puzzle tersebut akan disusun ulang dengan pola yang lebih fleksibel, membuka jalan bagi inovasi dan investasi yang lebih besar.

Seperti domino yang berjatuhan, dampak kebijakan ini mulai terasa. BYD, sang raksasa mobil listrik China, sudah mendapat "karpet merah" berupa bebas bea masuk dan potongan PPnBM 15 persen untuk mobil listrik CBU. Syaratnya? Membangun "rumah" produksi di Indonesia - sebuah win-win solution yang cerdik.

Di tengah hiruk-pikuk pasar mobil listrik, pemain lokal tak mau ketinggalan. Hyundai dengan duo andalannya Ioniq 5 dan Kona Electric, Wuling yang mencuri perhatian dengan Air ev-nya, hingga pendatang baru seperti BinguoEV, Cloud EV, dan Chery Omoda E5 - semua berlomba memanfaatkan momentum ini.

Bahkan di segmen hybrid, "pesta" insentif terus bergulir. Diskon PPnBM 3% menjadi hadiah manis bagi yang berani mencapai TKDN 40 persen.

Toyota Kijang Innova Zenix dan Yaris Cross, bersama Suzuki XL7 dan Ertiga hybrid, telah membuktikan bahwa tantangan ini bisa dijawab.

Kebijakan baru ini bukan sekadar membuka pintu investasi - ini adalah jembatan emas menuju masa depan industri otomotif Indonesia.

Transfer teknologi akan mengalir deras, lapangan kerja baru akan bermunculan, dan yang terpenting, mimpi Indonesia menjadi pemain kunci dalam revolusi kendaraan ramah lingkungan semakin dekat untuk diraih.

Bagi pabrikan China, ini bukan sekadar peluang bisnis - ini adalah undangan untuk menjadi bagian dari transformasi industri otomotif Indonesia.

Dengan sistem insentif yang lebih cerdas menggantikan kekakuan TKDN, Indonesia siap melaju kencang di jalur fast track menuju era mobilitas hijau.

Satu hal yang pasti: roda perubahan telah berputar. Dan kali ini, arahnya menuju horizon yang lebih cerah bagi industri otomotif Indonesia. Pertanyaannya bukan lagi "apakah", tapi "seberapa cepat" transformasi ini akan terjadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Unggul di Inovasi, BYD Akan Kalahkan Tesla di Pasar Mobil Listrik Tahun Ini

Unggul di Inovasi, BYD Akan Kalahkan Tesla di Pasar Mobil Listrik Tahun Ini

Otomotif | Selasa, 08 April 2025 | 15:36 WIB

BYD Jual Hampir 1 Juta Unit Mobil di Q1 2025, Hybrid Semakin Populer

BYD Jual Hampir 1 Juta Unit Mobil di Q1 2025, Hybrid Semakin Populer

Otomotif | Senin, 07 April 2025 | 20:32 WIB

BYD Mendobrak Dominasi Tesla di Panggung Mobil Listrik Global, Raja Baru Telah Lahir

BYD Mendobrak Dominasi Tesla di Panggung Mobil Listrik Global, Raja Baru Telah Lahir

Otomotif | Sabtu, 05 April 2025 | 08:00 WIB

Terkini

Kenapa Ketika Dewasa Pertemanan Menjadi Semakin Sedikit dan Lebih Eksklusif? Begini Penjelasannya!

Kenapa Ketika Dewasa Pertemanan Menjadi Semakin Sedikit dan Lebih Eksklusif? Begini Penjelasannya!

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:08 WIB

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Rating Waskita Kembali Anjlok, PEFINDO Soroti Penundaan Bayar Utang

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB

Kawal Aksi Buruh di DPR, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.998 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

Kawal Aksi Buruh di DPR, Polda Metro Jaya Kerahkan 4.998 Personel dan Siapkan Rekayasa Lalu Lintas

News | Selasa, 29 September 2026 | 11:07 WIB

3 Rekomendasi Sepatu Running Lokal Terbaik untuk Race, Cuma Rp500 Ribuan

3 Rekomendasi Sepatu Running Lokal Terbaik untuk Race, Cuma Rp500 Ribuan

Lifestyle | Selasa, 29 September 2026 | 11:06 WIB

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Isi Pasokan Ritel Modern

25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Isi Pasokan Ritel Modern

Bisnis | Selasa, 29 September 2026 | 11:05 WIB

4 Sunscreen Collagen Kunci Cegah Kulit Cepat Menua dan Jaga Tetap Awet Muda

4 Sunscreen Collagen Kunci Cegah Kulit Cepat Menua dan Jaga Tetap Awet Muda

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:05 WIB

Gen Z Wajib Tahu: Kapan Tren 'Bed Rotting' Jadi Bentuk Self-Care, Kapan Jadi Tanda Depresi?

Gen Z Wajib Tahu: Kapan Tren 'Bed Rotting' Jadi Bentuk Self-Care, Kapan Jadi Tanda Depresi?

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 11:04 WIB

Pamit Cari Rumput Berujung Maut: Warga Probolinggo Ditemukan Tewas Penuh Luka di Hutan Sumber

Pamit Cari Rumput Berujung Maut: Warga Probolinggo Ditemukan Tewas Penuh Luka di Hutan Sumber

Jatim | Selasa, 29 September 2026 | 11:02 WIB

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Review Drama The Early Spring, Hubungan Toxic Antara Bos Dan Bawahan

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:58 WIB

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Anime One Piece Episode 1180 Jadi Penutup 2026, Umumkan Kembali pada 2027

Your Say | Selasa, 29 September 2026 | 10:54 WIB

×