Kenapa Harga Isuzu Panther Masih Tinggi di Pasar Mobil Bekas? Ini Alasannya

Riki Chandra

Kamis, 24 April 2025 | 15:25 WIB
Kenapa Harga Isuzu Panther Masih Tinggi di Pasar Mobil Bekas? Ini Alasannya
Harga Isuzu Panther masih tinggi di pasaran mobil bekas. [Dok. Antara]

Suara.com - Isuzu Panther sudah tak lagi diproduksi. Namun, keberadaannya di pasar mobil bekas tetap menggeliat. Diketahui, PT Isuzu Astra Motor Indonesia resmi menghentikan produksi Isuzu Panther sejak tahun 2021.

Meski begitu, permintaan mobil Isuzu Panther bekas justru terus meningkat sampai hari ini, terutama di daerah-daerah. Bahkan, model keluaran tahun 2019–2021 seperti Grand Touring masih ditawarkan di angka di atas Rp 250 juta. Harga yang cukup tinggi untuk mobil sekelasnya.

Isuzu Panther dikenal sebagai "rajanya diesel". Mobil ini menempati segmen MPV yang sangat diminati sejak pertama kali diluncurkan tahun 1991.

Dengan bentuk bodi kotak khas era 90-an, mobil ini berhasil memikat hati masyarakat Indonesia. Memasuki era 2000-an, hadir versi kapsul yang tampil lebih modern dan tetap bertahan hingga produksi terakhir.

Lantas, apa yang membuat harga Isuzu Panther bekas tetap tinggi? Mobil ini memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya buruan banyak orang, terutama mereka yang mencari kendaraan tangguh, irit, dan mudah perawatan.

Berikut beberapa keunggulan yang membuat harga Isuzu Panther tetap tinggi di pasaran mobil bekas, dikutip dari berbagai sumber.

1. Mesin Mudah Diservis dan Disetel Manual

Salah satu alasan mengapa harga mobil Panther bekas tetap tinggi adalah kemudahan perawatan mesinnya. Isuzu Panther dibekali mesin diesel 4JA1 berkapasitas 2.499 cc OHV yang mengusung teknologi Direct Injection.

Mesin ini tidak membutuhkan komputerisasi rumit seperti mesin modern, karena semua pengaturannya masih bisa dilakukan secara manual.

Teknologi tersebut memungkinkan pemilik untuk melakukan penyetelan daya sesuai kebutuhan. Bahkan, beberapa varian sudah dilengkapi turbocharger, yang tak hanya menambah tenaga tapi juga membantu menekan emisi.

2. Tahan Lama Berkat Timming Gear

Berbeda dengan kebanyakan mobil lain yang menggunakan timing belt atau chain, Isuzu Panther dibekali timming gear. Sistem ini jauh lebih awet dan tidak membutuhkan penggantian berkala, sehingga biaya perawatan Panther menjadi lebih efisien. Mekanik pun lebih mudah menyetel klep tanpa perlu alat khusus.

3. Tangguh di Segala Jenis Solar

Kelebihan lain dari Isuzu Panther bekas adalah kemampuannya menenggak solar berkualitas rendah tanpa kendala berarti. Konsumsi BBM-nya juga irit, mencapai 14 km/liter di dalam kota dan 16–18 km/liter di luar kota. Namun, pemilik tetap disarankan rutin mengganti filter solar dan menyetel bospom agar performa tetap optimal.

4. Kabin Luas

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

10 Mobil Bekas di Bawah 100 Juta untuk Keluarga, dari yang Irit hingga Jagoan Tanjakan

Otomotif | Rabu, 05 Agustus 2026 | 09:50 WIB

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Tren Jual Beli Mobil Bekas Nasional Lesu Pengusaha Mulai Keluhkan Pergeseran Prioritas Konsumen

Otomotif | Jum'at, 26 Juni 2026 | 19:15 WIB

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

BMW Terjebak Krisis Setelah Pangkas Target Laba dan Saham Merosot Tajam

Otomotif | Kamis, 18 Juni 2026 | 14:54 WIB

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Efek Domino Pandemi Bikin Harga Mobil Bekas Gagal Turun

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 15:38 WIB

5 Mobil Hatchback Rekomendasi Pakar, Mulai 70 Jutaan Lengkap dengan Plus Minusnya

5 Mobil Hatchback Rekomendasi Pakar, Mulai 70 Jutaan Lengkap dengan Plus Minusnya

Otomotif | Rabu, 17 Juni 2026 | 13:00 WIB

Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik

Harga Jual Mobil Hybrid Bekas Terbukti Lebih Stabil Dibandingkan Mobil Listrik

Otomotif | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:10 WIB

Sikat sebelum Kehabisan! Ini 5 Mobil Bekas 7 Seater di Bawah 70 Juta yang Paling Bandel

Sikat sebelum Kehabisan! Ini 5 Mobil Bekas 7 Seater di Bawah 70 Juta yang Paling Bandel

Otomotif | Senin, 25 Mei 2026 | 14:38 WIB

Bongkar LHKPN Gibran Terbaru: Kekayaan Tambah Rp1,6 M, Nilai Mobil dan Motor Justru Tenggelam

Bongkar LHKPN Gibran Terbaru: Kekayaan Tambah Rp1,6 M, Nilai Mobil dan Motor Justru Tenggelam

Otomotif | Minggu, 17 Mei 2026 | 09:32 WIB

5 Mobil Diesel Tiga Baris Low Cortisol Nggak Bikin Kantong Jebol, yang Aman Pakai Biosolar

5 Mobil Diesel Tiga Baris Low Cortisol Nggak Bikin Kantong Jebol, yang Aman Pakai Biosolar

Otomotif | Kamis, 30 April 2026 | 17:00 WIB

Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar

Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar

Otomotif | Jum'at, 24 April 2026 | 10:35 WIB

Terkini

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba

News | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:53 WIB

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar

Jabar | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya

Bri | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:51 WIB

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:47 WIB

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh

Jogja | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:44 WIB

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia

Riau | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:43 WIB

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:41 WIB

Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?

Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?

Sumsel | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:37 WIB

Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul

Bogor | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:36 WIB

BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa

BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa

Bisnis | Senin, 17 Agustus 2026 | 20:35 WIB

×