Setelah Anda mengetahui jawabannya, langkah selanjutnya adalah mencari tahu seberapa jauh pilihan sepeda motor listrik Anda dapat berjalan dengan daya penuh. Ingat, Anda hanya dapat terus berkendara jika memiliki baterai.
Meski demikian, beberapa model sepeda motor listrik cruiser yang lebih besar dapat menempuh jarak hingga 250 mil dengan sekali pengisian daya, sementara model yang kecil hanya dapat menempuh jarak maksimal sekitar 60 mil.
Saran dari Suara.com, pertimbangkan pula variabel seperti jenis medan, cuaca yang berlaku, berat, dll., saat mencoba menentukan jarak tempuh sepeda motor listrik Anda.
2. Daya, Torsi dan Kecepatan
Faktor berikutnya yang perlu diperhatikan adalah tenaga, torsi, dan kecepatan sepeda motor.
Torsi adalah kemampuan untuk memutar roda belakang sepeda motor atau bagaimana motor berakselerasi. Oleh karena itu, torsi yang lebih tinggi berarti akselerasi yang lebih cepat.
Di sisi lain, kecepatan sepeda motor listrik sangat bergantung pada tenaga mesin dan berat kendaraan. Namun, dengan tenaga yang lebih besar, Anda dapat berakselerasi lebih cepat dan mempertahankan kecepatan yang lebih luar biasa.
Meskipun beberapa sepeda motor listrik dapat mencapai kecepatan hingga 150 mph, mungkin lebih, sementara beberapa tidak dibekali dengan spesifikasi demikian.
Jadi selalu periksa daya, torsi, dan kecepatan sebelum membeli sepeda motor listrik.
![Polytron FOX R vs Polytron FOX S. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/12/28/50792-polytron-fox-r-vs-polytron-fox-s.jpg)
3. Daya tahan baterai
Baterai sepeda motor listrik Anda adalah sumber tenaganya, secara harfiah.
Jadi, sangat penting untuk memastikan sepeda motor listrik Anda memiliki kapasitas baterai yang sesuai dengan kebutuhan Anda.
Selain itu, Anda perlu mengetahui daya puncak baterai, yang merupakan daya maksimum yang dapat diberikan motor tanpa merusak baterai. Namun, karakteristik baterai ini bergantung pada jenis baterai.
Biasanya ada tiga jenis baterai yang berbeda untuk sepeda motor listrik, seperti nikel-kadmium, berbasis timbal, dan litium. Dari ketiga pilihan tersebut, baterai litium-ion adalah yang terbaik sementara baterai nikel dan timbal berada di urutan kedua.
Namun, Anda juga harus memperhatikan bahwa semakin tinggi kapasitas baterai Anda, semakin tinggi pula biaya sepeda motor listrik Anda.
4. Jenis rem
Rem tromol sering kali menjadi fitur standar pada sebagian besar sepeda motor listrik.
Namun, beberapa sepeda motor listrik kelas atas biasanya memiliki rem cakram, dan hanya sejumlah kecil kendaraan yang memiliki ABS (Anti-Lock Braking System).
Anda mungkin perlu mempertimbangkan kemampuan pengereman sepeda motor Anda, tergantung pada alasan Anda membeli sepeda motor listrik.
Hal ini terutama berlaku jika Anda adalah pengendara yang lebih suka berpetualang atau Anda menikmati perjalanan off-road yang menantang.
![Pekerja menata sepeda motor listrik Gesits yang telah selesai dirakit di pabrik PT Wika Industri Manufaktur (WIMA), Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Rabu (27/10/2021). [Antara/Aditya Pradana Putra]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/11/26/18529-motor-listrik-gesits.jpg)
5. Service dan Aftersales
Aftersales mengacu pada bagaimana pasaran dari motor listrik Anda. Jangan sampai Anda salah memilih motor listrik.
Anda bisa memilih motor listrik yang terkenal bandel dan sudah punya nama di kalangan pengguna. Ini akan membuat kendaraan listrik Anda mudah dijual nantinya.
Selain itu, jangan lupa untuk cek lokasi yang bisa service atau ganti part terdekat. Jangan sampai Anda kerepotan karena tak memerhatikan hal ini.
Itulah beberapa tips membeli motor listrik 2025 yang bisa Anda coba.
Kontributor : Damai Lestari