Update Nasib Nissan Mei 2025: Karam tanpa Sekoci Penyelamat, 20 Ribu Buruh Global Kena Terancam PHK

Cesar Uji Tawakal

Selasa, 13 Mei 2025 | 17:36 WIB
Update Nasib Nissan Mei 2025: Karam tanpa Sekoci Penyelamat, 20 Ribu Buruh Global Kena Terancam PHK
Nissan Leaf siap bertransformasi menjadi SUV (Electrek)

Suara.com - Nissan, salah satu raksasa otomotif asal Jepang, tengah mengalami masa paling sulit dalam sejarahnya.

Setelah serangkaian masalah keuangan yang terus menghantam bisnis mereka, Nissan kini bersiap untuk mem-PHK 20.000 karyawan di seluruh dunia, menurut laporan terbaru dari Kyodo News.

Angka ini lebih besar dari dua kali lipat dari yang diumumkan tahun lalu. Langkah ini menjadi sinyal jelas bahwa perusahaan harus melakukan tindakan drastis untuk bertahan, di tengah penurunan penjualan dan kebijakan tarif yang memperburuk keadaan.

Krisis ini semakin diperparah dengan rencana Nissan untuk menutup salah satu pabriknya di Jepang, sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan kapasitas produksi yang terus mengalami penurunan.

Dengan penutupan pabrik di Thailand dan dua fasilitas lainnya yang juga direncanakan, Nissan seolah berjuang keras untuk bertahan dalam situasi yang semakin sulit.

Badai PHK: 15 Persen dari Total Karyawan Nissan Terkena Dampak

Ilustrasi mobil bekas murah tapi mewah Nissan Terrano. (Drive Place)
Ilustrasi mobil bekas murah tapi mewah Nissan Terrano. (Drive Place)

Keputusan untuk memangkas 20.000 tenaga kerja ini mencakup 15 persen dari total karyawan Nissan, langkah yang lebih radikal dibandingkan pengumuman sebelumnya yang hanya berencana memangkas 9.000 pekerja.

Selain PHK massal, Nissan juga mengumumkan akan mengurangi jumlah pabrik kendaraan dari 17 menjadi 10 pada tahun fiskal 2027, sebagai bagian dari langkah restrukturisasi besar-besaran yang bertujuan untuk menyelamatkan perusahaan dari kehancuran lebih lanjut.

Tarif AS dan Kejatuhan Keuangan Nissan

baca juga

Salah satu penyebab utama kehancuran finansial Nissan adalah kebijakan tarif tinggi yang diberlakukan Presiden AS, yang berdampak langsung pada bisnis mereka di pasar Amerika Serikat.

Ditambah dengan persaingan sengit dari pabrikan China yang terus merebut pasar global, Nissan semakin kesulitan menemukan pijakan yang stabil dalam industri yang semakin kompetitif.

Bulan lalu, perusahaan memperkirakan kerugian bersih antara 700 hingga 750 miliar yen pada tahun fiskal 2024, angka yang menjadi kerugian tahunan terbesar dalam sejarah Nissan.

Investasi yang Berantakan dan Merger yang Gagal

Ilustrasi mobil bekas murah tapi mewah Nissan Terrano. (Drive Place)
Ilustrasi mobil bekas murah tapi mewah Nissan Terrano. (Drive Place)

Tidak hanya masalah keuangan dan produksi, Nissan juga mengalami kegagalan dalam strategi investasinya.

Perusahaan sempat berencana membangun pabrik baterai kendaraan listrik di Prefektur Fukuoka, tetapi baru beberapa bulan setelah menandatangani kesepakatan dengan pemerintah setempat, proyek tersebut dibatalkan tanpa alasan yang jelas.

Selain itu, rencana merger dengan Honda juga kandas, setelah proposal Honda untuk menjadikan Nissan sebagai anak perusahaan ditolak mentah-mentah oleh dewan Nissan.

Negosiasi ini gagal pada Februari, meninggalkan Nissan dalam posisi yang semakin sulit tanpa adanya mitra strategis yang bisa membantu mereka bangkit dari keterpurukan.

Laporan terbaru menyebutkan bahwa hingga saat ini, Honda terlanjur enggan untuk kembali membuka peluang untuk kedua perusahaan tersebut merger.

Masa Depan Nissan yang Tak Menentu

Dengan PHK massal, penutupan pabrik, krisis keuangan terbesar, dan strategi bisnis yang berantakan, Nissan kini berada di titik kritis yang akan menentukan apakah mereka masih bisa bertahan dalam industri otomotif global.

Apakah perusahaan akan mampu menemukan solusi untuk keluar dari badai ini, atau justru semakin tenggelam tanpa sekoci penyelamat?

Waktu yang akan menjawab, tetapi satu hal yang pasti—masa depan Nissan kini lebih suram dari sebelumnya.

Di sisi lain, kabar tak sedap ini dikhawatirkan akan membuat pengguna mobil Nissan secara global risau karena masalah ini ditakutkan akan membawa dampak ke suplai suku cadang kendaraan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pabrik BYD Baru Bisa Beroperasi Penuh Akhir 2026 Usai Tersandung Masalah Ketenagakerjaan

Pabrik BYD Baru Bisa Beroperasi Penuh Akhir 2026 Usai Tersandung Masalah Ketenagakerjaan

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 16:56 WIB

Setir Mobil Terasa Berat? Biang Keladinya Ternyata Bukan di Kemudi tapi....

Setir Mobil Terasa Berat? Biang Keladinya Ternyata Bukan di Kemudi tapi....

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 15:49 WIB

5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah Tipe Sedan Mei 2025: Harga Mulai Rp20 Jutaan, Bandel, Pajak Ringan

5 Rekomendasi Mobil Bekas Murah Tipe Sedan Mei 2025: Harga Mulai Rp20 Jutaan, Bandel, Pajak Ringan

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 13:40 WIB

Lowongan Kerja Lulusan S1 di Australia: Peluang Emas di Tengah Badai PHK Indonesia

Lowongan Kerja Lulusan S1 di Australia: Peluang Emas di Tengah Badai PHK Indonesia

Lifestyle | Selasa, 13 Mei 2025 | 12:54 WIB

Daihatsu Siapkan Mobil Mungil Berteknologi Kekinian, Karimun Wagon R Ketar-ketir?

Daihatsu Siapkan Mobil Mungil Berteknologi Kekinian, Karimun Wagon R Ketar-ketir?

Otomotif | Selasa, 13 Mei 2025 | 12:55 WIB

Terkini

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

Soroti Manuver Politik di Kasus Eks Jampidsus, Sejumlah Akademisi Minta Prabowo Turun Tangan

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:20 WIB

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Dua Pidato di DPR Tunjukkan Arah Ekonomi Prabowo Semakin Jelas

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

Gempa NTT, Selly Gantina Minta Pemerintah Segera Tembus Daerah Berdampak

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:15 WIB

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

PTBA Kembali Hadirkan BIDIKSIBA, Buka Jalan Generasi Muda Menuju Pendidikan Tinggi

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Spot 17-an Kekinian di Blok M: Dari Secret Gig sampai Tantangan Senyum!

Lifestyle | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:07 WIB

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Beras Fortifikasi Jadi Pelarian Produsen Akibat Melonjaknya Harga Gabah

Bisnis | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 23:00 WIB

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

Hendardi Singgung Manuver Hukum Eks Jampidsus, Dinilai Kelabui Publik Soal Substansi Perkara

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Skuad Terbaik Persija Pilihan Shin Tae-yong Diketahui Saat Uji Coba Kontra Chiangrai United

Bola | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:37 WIB

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

Terungkap, Rahasia Pilot Malaysia Bawa Narkoba Rp160 M Lolos Pemeriksaan KLIA

News | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:15 WIB

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

KAI Palembang Buka Akses Magang, PKL, dan Penelitian secara Digital melalui InternHub

Sumsel | Sabtu, 15 Agustus 2026 | 22:07 WIB

×